Merupakan sebuah website sederhana yang di peruntukan bagi para pembaca dan penulis cerpen (Cerita Pendek) Indonesia.

Di cerpenmu dot com kalian dapat membaca kumpulan cerpen bahasa indonesia secara gratis dari para sahabat cerpenmu, ataupun jika kamu seorang penulis atau memiliki hobby dalam menulis cerita, kamu bisa “mempublikasikan” hasil hasil karyamu di sini agar dapat di baca oleh banyak orang dari seluruh Indonesia, GRATIS! dan tanpa akan di pungut biaya sepeserpun!, “Ekspresikan dirimu melalui hasil hasil karya cerpen mu di cerpenmu.com!”

cerpen

Website ini diperkenalkan pertama kali di dunia maya pada 28 Mei 2012, sebagai sister site duniadownload.com, website komunitas pencinta ebook (buku digital) gratis Indonesia yang telah ada sejak tahun 2008.

Besar harapan kami agar kedepannya website ini dapat memberikan manfaat yang lebih besar untuk masyarakat, khususnya bagi para pecinta cerpen dan penulis cerita di tanah air, dari yang sudah profesional hingga yang masih pemula sebagai media pembelajaran yang positif dalam mengasah kreativitas juga pengembangan minat dan bakat putra putri indonesia.

Salam Hangat Pengelola

Cerpenmu Team

Berikut merupakan 10 Kumpulan Cerpen terbaru kiriman dari para Sahabat cerpenmu:

Apabila update’an cerpen terbaru hari ini belum terlihat, coba klik tombol F5 satu kali, untuk me’reload /refresh halaman.

  • 17 September 2014 : Mencari Atau Menemukan
    Dalam kehidupan kau tak selalu beruntung dengan banyak harapan-harapan mu. Kau juga tak selalu menjumpai titik terang di setiap jalan buntu. Banyak hal yang tak ku inginkan dalam hari-hariku, banyak hal yang ku cari dan masih belum ku temui itu yang ku benci. Menunggu seseorang yang sangat berarti dalam sejarah Baca Lanjutan Ceritanya...

  • 17 September 2014 : Saat Cinta Tak Terbalas
    Mulai dari pukul 19.00 sampai 23.00 aku melepas rindu bersamanya. Aku tau dia bukan kekasihku. Aku sadar dia adalah milik sahabatku. Aku tak berarti apa-apa di matanya. Aku bukan siapa-siapa. Aku juga tak ada ikatan apapun dengannya. Hanya sebatas teman, Ya, hanya teman tak lebih dari itu. namun entah mengapa Baca Lanjutan Ceritanya...

  • 17 September 2014 : Samudra Cinta
    Deburan ombak tepi pantai malam itu, seperti sedang memberiku isyarat bahwa aku hanya terlihat layaknya sebongkah karang yang kesepian di tengah samudra nan deras, entah mencoba menahan derasnya terjangan ombak atau hanya terombang ambing. Begitulah benaku menafsirkan isyarat yang ombok berikan. Sambil duduk di ujung bebatuan pantai, aku menghirup dan menghembuskan Baca Lanjutan Ceritanya...

  • 17 September 2014 : Seberkas Cahaya di Pinggir Sawah
    Dentuman musik seakan memecahkan dunia. Dentingan gelas terdengar di mana-mana. Riuh pikuk suara orang terdengar jelas. Di sudut terlihat seorang gadis duduk termenung. Tatapan kosong terpancar dari sorot matanya. Sepertinya ia tidak menikmati suasana di tempat itu. Entah sudah berapa lama ia duduk di situ. Derap langkah seseorang mendekati tempat duduknya. “Maaf Baca Lanjutan Ceritanya...

  • 16 September 2014 : Maria
    Kejadian ini ku alami ketika aku berusia dua belas tahun dan baru masuk SMP, pada waktu itu aku sedang mengantarkan makanan kesukaan Nenek ke rumahnya. Ayah, Ibu dan aku pergi meninggalkan Nenek sedirian di rumah lama kami ketika Ayah mendapatkan promosi kerja dan diberikan rumah dinas di dekat kantornya. Yang Baca Lanjutan Ceritanya...

  • 16 September 2014 : Jodohku Idolaku
    Hallo aku Clara bell biasa dipanggil Abel. Aku anak ke dua dari 2 bersaudara, aku salah satu mahasiswi di Universitas cukup terkenal di Jakarta. Aku itu ngefens sekali dengan salah satu chef, Arnold namanya hampir setiap hari aku selalu cek Timeline akun dia di twitter walaupun cuma sekedar ingin tahu. Sabtu Baca Lanjutan Ceritanya...

  • 16 September 2014 : Tak Cinta Tak Harus Benci
    Teng... teng... teng Bel masuk sekolah telah berbunyi, aku segera berlari menuju gerbang pintu masuk. "Ratna...!" aku terhenti mendengar ada seseorang yang memanggilku. "Tidak usah lari, masih persiapan apel pagi" ucap seorang laki-laki yang kelihatannya adalah kakak kelasku. "O... iya, Kakak kok tahu namaku?" "Haha... kamu lupa ya, aku Budi yang ngajar kamu waktu MOS Baca Lanjutan Ceritanya...

  • 16 September 2014 : Membenam Rasa Kepedihan
    Hati ini belumlah lupa bagaimana ia menilaiku. Tak melihatku dan semakin melupakanku, terdiam tiba-tiba aku di tepi jembatan kota jakarta ini. Dengan berlinangan air mata dalam hati ku pantulkan kata-kata “tak apa-apa” aku berdoa agar aku segera lupa segala tentang dia. Memegangi diriku agar tetap kuat dan tidak nekat untuk Baca Lanjutan Ceritanya...

  • 16 September 2014 : Opor Ayam
    Sore-sore ini seperti biasanya aku pergi ke lembah gunung Merbabu, menikmati senja yang indah. Memang inilah tempat favoritku, tempat yang sepi namun sangat hikmat untuk sebuah perenungan hidup. Alam masih asri dan udara pun masih segar menyeruak di kedua lubang hidungku. Namun apa daya, ketika waktu sudah tak mendukung, ya Baca Lanjutan Ceritanya...

  • 16 September 2014 : Rindu Untuk Ayahku
    Semua bisa berkata apa saja yang mereka suka dan yang mereka mau, terkecuali aku! Aku hanya terpuruk dalam masa depan suram ku, dan masa lalu ku yang tak dapat aku raih lagi. Ketika kaki ini mulai melangkah tak tentu arah pandang dan tujuan, menahan semua luka jiwa, hanya 1 yang Baca Lanjutan Ceritanya...

Lihat juga daftar 100 Cerpen Kiriman Terbaru Cerpenmu