My Ambition and My Little Best Friend

Cerpen Kiriman: | Lolos Moderasi Pada: 18 April 2015
Sekolah, apalagi kuliah. Dulu seolah hanya akan menjadi mimpi untuk selama-lamanya. Karena selain kondisi fisikku yang tak memungkinkan, juga tak ada dukungan kuat dari keluarga. Tapi entah setan atau malaikat, yang tiba-tiba merasuki pikiranku. Membimbingku berbuat nekat, untuk mengajukan » Baca lanjutan ceritanya...

Reina, Pasien Pertamaku

Cerpen Kiriman: | Lolos Moderasi Pada: 11 April 2015
Aku berusaha mendekat, mengintip wajah dibalik rambut hitam panjang yang menutupi hampir sebagian wajah si pemiliknya. Dengan hati-hati kupanggil namanya “Reina?”. Wanita muda yang kini menjadi calon pasien pertamaku itu makin menenggelamkan wajahnya dibalik rambut hitam lebatnya. Seolah aku » Baca lanjutan ceritanya...

Aku, Sahabatku dan Cita Cita Kita

Cerpen Kiriman: | Lolos Moderasi Pada: 1 April 2015
Saat ditanya tentang cita-cita, tidak setiap orang mampu menjawab dengan yakin. Mungkin kebanyakan dari mereka, menjawab dengan terpaksa. Karena tak mau dibilang manusia tak bercita-cita. Dari sejak kecil, aku bingung kalau ditanya soal ini. Apa cita-citaku? Belum ada jawaban » Baca lanjutan ceritanya...

Amelia Clothes Shop

Cerpen Kiriman: | Lolos Moderasi Pada: 30 March 2015
Amelia namanya. Biasanya dipanggil Ameli. Umurnya baru 16 tahun. Seumuran anak SMA gitu. Tapi, dia sudah jadi pengusaha cilik! Hah? Kok bisa sih? Mimpi kali ya? Eits, ini bukan mimpi, bukan sulap, bukan rekayasa, Ameli sudah menjadi pengusaha cilik! » Baca lanjutan ceritanya...

Perjuanganku Untuk Menggapai Mimpiku

Cerpen Kiriman: | Lolos Moderasi Pada: 20 March 2015
Perjuanganku dimulai sejak masuknya XII. Kenapa? Semenjak masuk SMA, tidak mempunyai pikiran sama sekali untuk kuliah. Sangat buta akan dunia perkuliahan. Bahkan, jurusan-jurusan yang ada di Universitas pun aku tak tahu. Tadinya aku ingin melanjutkan pendidikan ke SMK, tapi » Baca lanjutan ceritanya...

Seorang Thomas Edison

Cerpen Kiriman: | Lolos Moderasi Pada: 18 March 2015
Di sebuah desa kecil, ada seorang bocah lelaki berusia sekitar 9 tahun, agak tuli dan bodoh di sekolah. Ia pulang ke rumahnya membawa selembar kertas dari gurunya supaya diberikan kepada ibunya. Lalu ibunya membaca kertas tersebut, “Tommy, anak ibu, » Baca lanjutan ceritanya...

Cinta

Cerpen Kiriman: | Lolos Moderasi Pada: 16 March 2015
Aku tak sengaja melihat rasa cinta yang benar-benar cinta sore tadi. Aku melihat seorang anak berumur 13 tahun bermain sepak bola dengan semangatnya. Dia bermain dengan kami, para pemuda pengangguran yang rata-rata berumur 20-an tahun. Kami bermain sepak bola » Baca lanjutan ceritanya...

Harga NIM Albab

Cerpen Kiriman: | Lolos Moderasi Pada: 6 March 2015
Potongan rambut yang acak acakan menjadi ciri khasnya, tapi Albab lebih suka memakai peci hitamnya atau belangkon batik yang membuatnya terlihat gagah, tidak terlalu tinggi, kulit putih mulusnya dan hidung mancungnya membuatnya mudah dikenali. Seperti biasanya, Albab mengayuh sepedanya » Baca lanjutan ceritanya...

Heaven Earth in The Dream School (Part 2)

Cerpen Kiriman: | Lolos Moderasi Pada: 18 February 2015
Tidak terasa malam telah berganti pagi. Andi tertidur di bawah kasur masih mendekap buku bukunya dan soal soal olimpiade. Dia segera mandi. “Aku tidak punya baju ganti untuk sekolah. Seragam pun tidak punya, padahal nenek sudah berjanji jika jualannya » Baca lanjutan ceritanya...
Page 1 of 17:1 2 3 4 » Last »