(Masih) Rani, Si Otak Kritis

Cerpen Kiriman: | Lolos Moderasi Pada: 7 January 2016
Ya, ya, ya. Kehidupan pondok memang melelahkan. Cuci baju sendiri, cuci piring sendiri, menyetrika baju sendiri, makan sendiri (bohong!), tidur sendiri (bohong lagi!), mandi sendiri (ini baru bener!). Semua serba sendiri. Oke! Baiklah, baiklah. Memang tidak semuanya dilakukan sendiri. » Baca lanjutan ceritanya...

Rani, Si Otak Kritis

Cerpen Kiriman: | Lolos Moderasi Pada: 6 January 2016
Rani, begitulah biasanya dia dipanggil teman-temannya. Siapa yang menyangka bahwa gadis slengekan ini bersekolah di pondok pesantren. Ya, sekolah yang dipenuhi aturan dan adab-adab Islami dan sebagainya. Orangtuanyalah yang harus bertanggung jawab atas kekeliruan mereka menyekolahkan Rani di pondok. » Baca lanjutan ceritanya...

Pengorbanan Hati (Part 2)

Cerpen Kiriman: | Lolos Moderasi Pada: 6 January 2016
“Asslamualaikum wr.wb. Apkah benar ini dengan Dara Almira?” Sebuah pesan masuk dari nomor yang tidak ku ketahui. “Waalaikumussalam. Iya. Maaf sebelumnya ini dengan siapa?” “Apakah kamu masih ingat dengan orang yang bernama AN? Bebrapa menit aku membiarkan SMS itu » Baca lanjutan ceritanya...

Pengorbanan Hati (Part 1)

Cerpen Kiriman: | Lolos Moderasi Pada: 6 January 2016
“Dara, di depan ada tamu.” Ibu menghampiriku. “Siapa Bu?” Tanganku masih sibuk merapikan perabotan yang telah aku cuci. “Namanya Sarah. Sepertinya dia belum pernah kamu kenalkan ke Ibu.” “Sarah mana ya?” “Kamu temui dia aja langsung, biar ini Ibu » Baca lanjutan ceritanya...

Target Hafalan Ulwan

Cerpen Kiriman: | Lolos Moderasi Pada: 5 January 2016
“Ayo oper bolanya, oper ke sini,” teriak salah satu santri kepada temannya. Sore itu para santri Al-I’tishom sedang bermain sepak bola. Ya, itulah salah satu cara mereka merefresh pikiran, setelah seharian berkutat dengan buku-buku pelajaran. Dengan bermodalkan kulit bundar » Baca lanjutan ceritanya...

A Feeling

Cerpen Kiriman: | Lolos Moderasi Pada: 5 January 2016
Aku yakin rindu ini bukan rindu yang terabaikan, karena aku juga sangat yakin pasti yang dirindu juga merasa. Namun, apakah rindu ini adalah rindu yang dapat terobati dalam waktu ini? Ya, waktu ini. Sebelum faktor lain lebih menghadang kesempatan » Baca lanjutan ceritanya...

Sorry, Mom

Cerpen Kiriman: | Lolos Moderasi Pada: 30 December 2015
Sudah tiga tahun lamanya, sejak ayah dan ibu berpisah. Hari itu tanggal 20 Agustus 1998 bertepatan dengan ulang tahunku. Ayah pergi meninggalkan aku dan ibu setelah pertengkaran dashyat pada malam sebelum ulang tahunku. Entahlah aku juga tidak paham apa » Baca lanjutan ceritanya...

Kala Penjudi Ke Tanah Suci

Cerpen Kiriman: | Lolos Moderasi Pada: 28 December 2015
Malam itu. Hendra menang. Hendra taruhan tidak seberapa. Hanya 1 Juta Rupiah. Tapi. Yang Hendra dapat lebih besar. 30 Juta. Modal sedikit, keuntungannya berlipat ganda. Sejak itu. Hendra ketagihan bermain j*di t*gel. Bagi Hendra. Dibanding bekerja. Dalam satu bulan. » Baca lanjutan ceritanya...

Secuil Rindu Dan Doa Untuk Bunda

Cerpen Kiriman: | Lolos Moderasi Pada: 27 December 2015
Malam ini rasanya aku rindu sekali dengan orang-orang di rumah, terutama Ayah dan Bunda. Yaa wajar saja, karena aku sedang merantau untuk melanjutkan studiku. Apalagi bunda sedang diutus untuk pergi ke luar kota. Namaku Laras. Sebut saja begitu. Aku » Baca lanjutan ceritanya...

Hadapi Dengan Senyuman

Cerpen Kiriman: | Lolos Moderasi Pada: 27 December 2015
Ketika malam tiba. Ku tak bisa memejamkan mataku hanya terdiam, hanya tembok bisu dan air mata yang tak pernah berhenti ini selalu setia menjadi saksi derita hati ini.. pun akhirnya tak kuat hmm.. yaa hati ini akhirnya berontak dan » Baca lanjutan ceritanya...
Page 4 of 42:« 1 2 3 4 5 6 7 » Last »