Sepeda Agus

Cerpen Kiriman: | Lolos Moderasi Pada: 27 August 2015
Saat terbit fajar, ia bangun dan segera mandi di sumur. Dengan langkah cepat dan sigap Agus, anak lelaki berumur 12 tahun itu berpakaian sekolah. Baru pukul 06.00 pagi, ia sudah siap dengan pakaian seragam sekolahnya yang sudah mulai lusuh, » Baca lanjutan ceritanya...

Kesempatan Kedua

Cerpen Kiriman: | Lolos Moderasi Pada: 27 August 2015
Namaku Molucas, biasa dipanggil dengan nama Lucky, aku adalah orang ambon keturunan belanda, kisah ini dimulai saat aku masih duduk di bangku SMP kelas 2, aku tinggal di kampung ambon, Jakarta Timur, aku adalah orang yang paling ditakuti, di » Baca lanjutan ceritanya...

Pelangi Untuk Wanita Kelabu

Cerpen Kiriman: | Lolos Moderasi Pada: 26 August 2015
Malam yang gelap ini, tengoklah kilatan cahaya yang tersembunyi di antara ranting pohon Jambu. Akan nampak lilin-lilin bergoyang di balik jeruji-jeruji jendela tua. Rumah gaya Belanda suram itu milik Wanita Kelabu. Tak ada nada di sana, tak ada cicak » Baca lanjutan ceritanya...

Senja di bawah Erupsi Gunung Kelud

Cerpen Kiriman: | Lolos Moderasi Pada: 22 August 2015
Siang ini terasa panas di sudut kota Kediri. Ayu dan teman-temannya yang sudah datang dari tadi pagi masih terus membagi–bagikan masker kepada para pengguna jalan. Semalam, setelah mendengar kabar bahwa gunung Kelud telah meletus, Ayu dan teman–temannya langsung bergegas » Baca lanjutan ceritanya...

Democracy, Expatriate, and Self-Nationalism

Cerpen Kiriman: | Lolos Moderasi Pada: 20 August 2015
Kulirik jam tangan yang tertera di atas nightstand-ku. 7.00. Duh, calon pemimpin bangsa kok menolak bangun pagi? Ah, tiba-tiba teringat saja, kan, sama sindiran Kakakku. Seperti tidak terima saja kalau Adiknya sedang rehat dari rutinitas sekolah. Padahal, Kakak hari » Baca lanjutan ceritanya...

Cahaya yang Hilang (Part 1)

Cerpen Kiriman: | Lolos Moderasi Pada: 17 August 2015
Gerbong adalah rumahku. Penumpang adalah langgananku. Tukang asongan, pengamen dan penjaga adalah teman karibku. Suara peraduan antara roda besi kereta dan rel mengawali harapan hidupku hari ini. Entah sampai kapan harapan ini akan terus berlanjut. Tapi aku yakin rel » Baca lanjutan ceritanya...

Hujan di Medan Senja

Cerpen Kiriman: | Lolos Moderasi Pada: 15 August 2015
Hujan di Medan Senja, Satu persatu air dari awan kelabu yang menggantung di atas langit mulai menjatuhkan diri, terhempas kedalam peluk bumi. Membuat jalanan becek, genangan air beriak-riak teriak. Senja yang harusnya hangat, menjadi dingin seketika. Dalam beberapa saat » Baca lanjutan ceritanya...

Malin Tambang

Cerpen Kiriman: | Lolos Moderasi Pada: 14 August 2015
“Nak, ingek pasan Bundo, satinggi-tinggi tupai malompek pasti jatuah juo. Kok hujan batu di nagari awak, hujan ameh di nagari urang, nagari awak tetap nan utamo. Dek ulah tangan manusia juo, mako tataruang kaki, nan alam takambang indak dipagurui.” » Baca lanjutan ceritanya...

Bintang Cemerlang

Cerpen Kiriman: | Lolos Moderasi Pada: 14 August 2015
Ketika sang surya beranjak terbit dari ufuk timur. Lampu-lampu jalan padam, tergantikan oleh lembutnya sinar mentari pagi. Setitik embun bergantian menetes pada rumput-rumput kering. Ibu kotaku Jakarta nampak tersenyum tanpa kemacetan. Sepinya jalanan tanpa kebisingan laju kendaraan. Kubuka mata » Baca lanjutan ceritanya...
Page 1 of 64:1 2 3 4 » Last »