Dua Cangkir Kopi Senja Milik Ayah

Cerpen Kiriman: | Lolos Moderasi Pada: 1 August 2015
Sepotong senja terperangkap sedih pada sepasang mata hitam yang telah uzur. Langit jingga keemasan itu pingsan seketika di balik rerimbun pepohonan kopi. Membuat hati si lelaki tua semakin tercabik sepi, menerobos rindu yang meradang, pada kisah dua cangkir kopi » Baca lanjutan ceritanya...

Tak Berujung

Cerpen Kiriman: | Lolos Moderasi Pada: 26 July 2015
“Sore menjelang petang! Saya Weni, hadir kembali untuk Anda di tembang tembang lawas penghantar minum teh di senja hari… silakan buat yang mau request tembang lawas yang bisa membuka kenangan tempo dulu, saat indah yang kadang terlalu manis untuk » Baca lanjutan ceritanya...

Musim Kemarau

Cerpen Kiriman: | Lolos Moderasi Pada: 19 July 2015
Lelaki kurus itu sudah hampir seminggu sering menyendiri, nampaknya sudah menjadi sebuah pekerjaannya menghabiskan waktu dengan menyendiri. Setiap pagi menjelang matahari menjalankan tugasnya, dia sudah terpekur menata sarungnya di antara ujung kaki hingga menutupi setengah badannya, kemudian dia pun » Baca lanjutan ceritanya...

Payung Merah (Part 2)

Cerpen Kiriman: | Lolos Moderasi Pada: 13 July 2015
Adzan subuh dari masjid dekat rumah membangunkanku. Sambil merenggangkan badan dan menguap selebar-lebarnya aku duduk di pinggir ranjang guna mengumpulkan nyawaku. Setelah merasa sedikit segar, aku ambil handphoneku yang sudah dicharge semalaman untuk mengetahui waktu. Rupanya ada satu pesan » Baca lanjutan ceritanya...

Payung Merah (Part 1)

Cerpen Kiriman: | Lolos Moderasi Pada: 13 July 2015
Kamis sore disambut dengan rintik hujan yang cukup deras. Awan gelap bergulung-gulung dengan petir yang sekali-kali menyambar lemah. Jutaan rintik-rintik air mengguyur daerah kecamatan, termasuk tempat sekolahku. Rintik-rintik air berloncatan di atas aspal. Ada juga yang memercik setelah menghantam » Baca lanjutan ceritanya...

Takdir Teridah

Cerpen Kiriman: | Lolos Moderasi Pada: 13 July 2015
Separuh nyawaku terasa hilang, buliran bening air mata turun tak terbendung membasahi pipi, hati kalut dan dipenuhi kekawatiran yang dalam, ketika engkau melambaikan tanganmu di dalam bis yang akan membawamu pergi, rasa takut tak terelakkan membungkus perasaan kehilangan, aku » Baca lanjutan ceritanya...

Dipaksa Nikah

Cerpen Kiriman: | Lolos Moderasi Pada: 12 July 2015
Pendidikan merupakan hal yang paling penting untuk Hamdah kejar karena ia tahu kalau masa depan seseorang ditentukan oleh sejauh mana pendidikan mereka. Perasaan senang terus membanjiri jiwa Hamdah dan gelisah pun bergebu, dilihat dari raut wajahnya gelisah itu bukan » Baca lanjutan ceritanya...

Kara Bagian 1 Sore itu di Tepi Hutan

Cerpen Kiriman: | Lolos Moderasi Pada: 12 July 2015
Seekor jalak terbang dan hinggap di antara kerumunan kawanannya. Ia mengangkat kepalanya awas, mencari-cari tanda bahaya yang mungkin mengintai di sekelilingnya. Jalak itu mengawasi padang rumput, kubangan dan dataran serta belukar dengan teliti. Tapi tidak ada apa-apa yang mencuri » Baca lanjutan ceritanya...

Makna Kehidupan

Cerpen Kiriman: | Lolos Moderasi Pada: 6 July 2015
Indahnya tahun baru 2014 meskipun pada detik pertamanya, alam menyambutnya dengan tangis haru. Suka cita dan bangga langit kota menyambutnya dengan turun Gerimis nan indah. Bak bidadari yang turun dari kayangan. Berjajar rapi beriringan seperti tarian air yang dapat » Baca lanjutan ceritanya...

Ada Cerita di Balik Nama

Cerpen Kiriman: | Lolos Moderasi Pada: 1 July 2015
Terlihat seorang anak laki laki yang sedang memikul beban berat di punggungnya. Wajahnya terlihat lebam di beberapa daerah. Matanya terlihat sayu lelah mendalam. Tidak tampak sedikitpun binar kebahagiaan masa kecil dari matanya. Ia datang dengan langkah kecilnya ke arah » Baca lanjutan ceritanya...
Page 1 of 62:1 2 3 4 » Last »