Cahaya yang Hilang (Part 1)

Cerpen Kiriman: | Lolos Moderasi Pada: 17 August 2015
Gerbong adalah rumahku. Penumpang adalah langgananku. Tukang asongan, pengamen dan penjaga adalah teman karibku. Suara peraduan antara roda besi kereta dan rel mengawali harapan hidupku hari ini. Entah sampai kapan harapan ini akan terus berlanjut. Tapi aku yakin rel » Baca lanjutan ceritanya...

Hujan di Medan Senja

Cerpen Kiriman: | Lolos Moderasi Pada: 15 August 2015
Hujan di Medan Senja, Satu persatu air dari awan kelabu yang menggantung di atas langit mulai menjatuhkan diri, terhempas kedalam peluk bumi. Membuat jalanan becek, genangan air beriak-riak teriak. Senja yang harusnya hangat, menjadi dingin seketika. Dalam beberapa saat » Baca lanjutan ceritanya...

Malin Tambang

Cerpen Kiriman: | Lolos Moderasi Pada: 14 August 2015
“Nak, ingek pasan Bundo, satinggi-tinggi tupai malompek pasti jatuah juo. Kok hujan batu di nagari awak, hujan ameh di nagari urang, nagari awak tetap nan utamo. Dek ulah tangan manusia juo, mako tataruang kaki, nan alam takambang indak dipagurui.” » Baca lanjutan ceritanya...

Bintang Cemerlang

Cerpen Kiriman: | Lolos Moderasi Pada: 14 August 2015
Ketika sang surya beranjak terbit dari ufuk timur. Lampu-lampu jalan padam, tergantikan oleh lembutnya sinar mentari pagi. Setitik embun bergantian menetes pada rumput-rumput kering. Ibu kotaku Jakarta nampak tersenyum tanpa kemacetan. Sepinya jalanan tanpa kebisingan laju kendaraan. Kubuka mata » Baca lanjutan ceritanya...

Blur

Cerpen Kiriman: | Lolos Moderasi Pada: 9 August 2015
Mencari nafkah, setiap orang pasti harus melakukan hal itu untuk bertahan hidup, paling tidak untuk menghidupi dirinya sendiri agar tidak mati kelaparan. Sama seperti yang aku dan orang lain lakukan. Memang menyebalkan harus menurut perintah orang lain dan selalu » Baca lanjutan ceritanya...

Tak Terbatas KuasaMu

Cerpen Kiriman: | Lolos Moderasi Pada: 8 August 2015
“Plaakkk!!” terdengar suara gelas kaca yang pecah. Senin itu, pukul 16.30 WIB Nelly menghadapi masalah yang sebelumnya belum pernah dihadapi. Dia harus kehilangan orang yang sangat ia sayangi, yaitu Ayahnya. Ia tidak habis pikir kenapa Tuhan mengambil Ayahnya secepat » Baca lanjutan ceritanya...

Berondong Tua

Cerpen Kiriman: | Lolos Moderasi Pada: 7 August 2015
Berondong, berondong tua Sukanya mencari mangsa Keluar masuk lubang buaya Mencari wanita-wanita muda Mungkin lagu itu lah yang cocok untuk mengambarkan keadaanku saat ini. Oh iya nama aku cinta, aku merupakan mahasiswa di salah satu Universitas di Bandung. Aku » Baca lanjutan ceritanya...

Tukang Sampah dan Kampanye

Cerpen Kiriman: | Lolos Moderasi Pada: 6 August 2015
Supeno kerahkan seluruh tenaga untuk mendorong gerobak sampah warna kuning miliknya hingga melesat lebih kencang dari biasanya. Pakaian kumal compang-camping yang ia kenakan basah kuyup oleh keringat. Napasnya tersengal-sengal dan otot-ototnya tampak jelas mencuat dari balik lapisan kulit hitam » Baca lanjutan ceritanya...

Dua Cangkir Kopi Senja Milik Ayah

Cerpen Kiriman: | Lolos Moderasi Pada: 1 August 2015
Sepotong senja terperangkap sedih pada sepasang mata hitam yang telah uzur. Langit jingga keemasan itu pingsan seketika di balik rerimbun pepohonan kopi. Membuat hati si lelaki tua semakin tercabik sepi, menerobos rindu yang meradang, pada kisah dua cangkir kopi » Baca lanjutan ceritanya...

Tak Berujung

Cerpen Kiriman: | Lolos Moderasi Pada: 26 July 2015
“Sore menjelang petang! Saya Weni, hadir kembali untuk Anda di tembang tembang lawas penghantar minum teh di senja hari… silakan buat yang mau request tembang lawas yang bisa membuka kenangan tempo dulu, saat indah yang kadang terlalu manis untuk » Baca lanjutan ceritanya...
Page 2 of 64:« 1 2 3 4 5 » Last »