Malaikat Tanpa Mata

Cerpen Kiriman: | Lolos Moderasi Pada: 30 March 2015
Kehidupannya sekarang hanyalah malam dan akan selalu malam. Kegelapan, ketakutan, seakan sudah menjadi teman. 7 tahun telah berlalu dia hidup dalam kelam dan dalam gelap, yang dia tahu sekarang bukanlah keindahan dunia, melainkan keramaian dunia. Sejak kejadian itu, dia » Baca lanjutan ceritanya...

Ketikan Hidup Langit

Cerpen Kiriman: | Lolos Moderasi Pada: 14 February 2015
Kembali menekan tuts keybord. Hari sudah larut malam. Tapi hati masih saja memikirkan keadaan di rumah. Entah Puri atau Dio. Bagimana keadaan mereka sekarang mebuat nya gusar hingga waktu terus berjalan dan setumpuk pekerjaan yang harus ia selesai kan » Baca lanjutan ceritanya...

Anak Hujan

Cerpen Kiriman: | Lolos Moderasi Pada: 19 January 2015
Matanya menyipit memandang terik matahari, kaki kecilnya berjalan lincah, hatinya bergeming penuh harap. Ketika sampai di rumah reot mirip gubuk matanya melebar mencari-cari sesuatu. Dia berjalan dan mengambil sesuatu itu di bawah batu sebesar buah melon, lalu memasukkan temuannya » Baca lanjutan ceritanya...

Bintang Bersinar Lagi

Cerpen Kiriman: | Lolos Moderasi Pada: 19 January 2015
Gemerlap panggung dengan lampu warna-warni tertata megah. Ribuan penonton berteriak memanggil namaku sambil mengangkat poster bergambarkan wajahku. Dadaku bergejolak, nafasku tak beraturan, dan jantungku mengalun tanpa irama. Disitulah aku berdiri, berusaha membalas dengan senyuman senang berpadu haru. Dentingan musik » Baca lanjutan ceritanya...

Aku dan Aling

Cerpen Kiriman: | Lolos Moderasi Pada: 24 December 2014
Batu tempatku berdiri ini masih sama seperti dulu, tak terkikis dengan hantaman ombak yang berulang kali menerpa. Sama seperti ingatanku akan kenangan-kenangan yang ada di pantai ini, di batu ini. Seperti dulu, suara ombak adalah favoritku, aroma laut seperti » Baca lanjutan ceritanya...

Adakah Bahagia Untukku? (Part 5)

Cerpen Kiriman: | Lolos Moderasi Pada: 5 November 2014
“Selamat ya…” “Terima kasih. Tanpa dukungan kalian, saya tidak akan dapat berada di sini,” jawab Dicka sambil menyalami orang-orang yang mengelilingi dirinya. “Kamu memang hebat…” “Kalau boleh tahu, kemenangan ini kau persembahkan untuk siapa?” tanya wartawan sebuah koran lokal. » Baca lanjutan ceritanya...

Adakah Bahagia Untukku? (Part 4)

Cerpen Kiriman: | Lolos Moderasi Pada: 5 November 2014
“Hei, cepetan turun dong. Kamu tidur ya. Sudah sampai di depan rumahmu, nih.” “Apa?” “Nggak denger, ya! Aku teriak, lho.” “Ya… ya…, aku segera turun,” kata Ana. “Ngapain aja kamu tadi?” “Ah…” “Kamu ngapain dari tadi?” ulang Dicka. “Oh, » Baca lanjutan ceritanya...

Adakah Bahagia Untukku? (Part 3)

Cerpen Kiriman: | Lolos Moderasi Pada: 5 November 2014
“Apa pedulimu pada nyawaku? Aku nggak berhutang apapun padamu,” katanya, seolah meremehkan cewek yang ada di depannya. “Dicka!” Ada sekelumit rasa jengkel di hati Ann, “tunggu dulu!” Dia pun berlari menghampiri Dicka yang duduk di atas sepeda motornya, bersiap » Baca lanjutan ceritanya...

Adakah Bahagia Untukku? (Part 2)

Cerpen Kiriman: | Lolos Moderasi Pada: 5 November 2014
Sebuah tamparan keras mendarat di pipi Dicka. Dia berusaha menahan sakit yang menjalar, juga air matanya yang mati-matian ditahan agar tidak mengalir turun. Ayah tidak suka dengan anak yang cengeng. Lagipula, laki-laki tidak boleh mengeluarkan air mata. “Yah, apa » Baca lanjutan ceritanya...

Adakah Bahagia Untukku? (Part 1)

Cerpen Kiriman: | Lolos Moderasi Pada: 5 November 2014
Malam belum terlalu larut. Mentari baru saja terbenam di ufuk barat. Dicka sedang mengendarai sepeda motornya mengelilingi kota, ketika dia melihat seorang cewek yang sedang diganngu oleh beberapa orang cowok. Mereka mengitari cewek itu, menggodanya. Naluri Dicka sebagai seorang » Baca lanjutan ceritanya...
Page 1 of 6:1 2 3 4 » Last »