Cerpen Mengharukan

Berikut ini merupakan kumpulan Cerpen Mengharukan terbaru karya para sahabat cerpenmu yang telah diterbitkan, total diketemukan sebanyak 166 cerita pendek untuk kategori ini.

Untuk mencari cerita pendek (Cerpen) berdasarkan kata kunci tertentu, Kamu bisa gunakan Kotak pencarian di bawah ini!

Aku Rinai

Cerpen Kiriman: | Lolos Moderasi Pada: 6 January 2021
Kehidupan manusia itu bagai setetes air, bayangkan sebuah lautan yang begitu luas, tenang, tiba-tiba hujan deras turun. Bayangkan ada milyaran bulir air hujan yang jatuh, membentuk riak kecil yang memenuhi seluruh permukaan, begitulah kehidupan ini, bagai sebuah lautan yang » Baca lanjutan ceritanya...

Secarik Kisah Zainab & Fauzan (Part 4)

Cerpen Kiriman: | Lolos Moderasi Pada: 21 November 2020
Mereka sampai di areal makam yang dipenuhi peziarah tepat pukul 11 siang. Fauzan segera melepaskan cengkramannya, menatap Zainab dengan sorot mata yang tak dapat ditafsirkan. Meminta maaf dengan suara pelan. Bibirnya terus melantun istighfar. Pandangannya kembali ia tundukkan. Zainab » Baca lanjutan ceritanya...

Secarik Kisah Zainab & Fauzan (Part 3)

Cerpen Kiriman: | Lolos Moderasi Pada: 21 November 2020
Fauzan benar-benar menjadi pelita sekaligus rahmat dalam kehidupan Zainab. Dirasakannya batinnya semakin lekat menyebut asma Allah tiapkali ia dengar lantunan ayat suci Al-qur’an dari suara adiknya yang begitu jernih. Ia terus berucap beribu syukur adiknya tumbuh menjadi anak yang » Baca lanjutan ceritanya...

Secarik Kisah Zainab & Fauzan (Part 2)

Cerpen Kiriman: | Lolos Moderasi Pada: 21 November 2020
Purnama menggantung cerah di kaki langit. Di beranda kecilnya Zainab duduk termenung. Lamunannya membawanya kembali ke masa dua belas tahun silam. Di malam cerah berbintang seperti inilah ia pertama kali bersua bocah yatim piatu kumal (yang kemudian menjadi adik » Baca lanjutan ceritanya...

Secarik Kisah Zainab & Fauzan (Part 1)

Cerpen Kiriman: | Lolos Moderasi Pada: 21 November 2020
Suatu sore di sebuah desa kecil nan permai di daerah Sukabumi, Jawa Barat. Tempat dimana bubungan gunung Halimun Salak nampak menjulang pongah, mengawasi ratusan petak sawah yang mulai menguning. Semilir angin meningkahi kicau burung, gemerisik bulir padi mendendangkan sebuah » Baca lanjutan ceritanya...

Teruslah Tersenyum Aa (Part 5)

Cerpen Kiriman: | Lolos Moderasi Pada: 14 November 2020
Tegar tak bisa berdiam diri, sementara dapur rumahnya menuntut untuk terus mengepul. Toko sembako Cahaya Abadi yang dulu dimiliki pasangan Tionghoa, Koko & Cici Liem, kini telah berkembang pesat. Tegar pernah bekerja disana. Etos kerjanya yang bagus serta sikapnya » Baca lanjutan ceritanya...

Teruslah Tersenyum Aa (Part 4)

Cerpen Kiriman: | Lolos Moderasi Pada: 14 November 2020
Waktu terus merangkak. Tanpa terasa bilangan hari berganti minggu. Minggu berganti bulan. Dan di setiap bulan yang tergenapi dan terganti, Ditya tak dapat menghitung berapa banyak kasih sayang maupun perhatian yang telah dicurahkan Aa Tegar untuknya. Sejak ia mengucap » Baca lanjutan ceritanya...

Belajarlah dari Daun

Cerpen Kiriman: | Lolos Moderasi Pada: 7 November 2020
24 Januari 2016 Kulihat, anak gadisku sudah bertumbuh besar. Rambutnya yang dulu sebahu dan hanya bisa kukuncir kuda, kini mendadak panjang dan terurai lurus. Alis mata yang dulu tak tumbuh kini tercetak tebal di sana. Dia sangat cantik, aku » Baca lanjutan ceritanya...

Diambang Pintu Surga (Part 2)

Cerpen Kiriman: | Lolos Moderasi Pada: 4 November 2020
Tiba-tiba… “Shofia, kamu kenapa?” tanya Tika khawatir. “Hidungmu berdarah!” sambung Ulfa yang juga takut terjadi sesuatu pada Shofia. “hh…” Shofia tampak bingung. Sepertinya dia masih ingin menyembunyikan penyakitnya itu. Dia segera mengambil tisu di bawah sejadahnya. Dia mengusapnya hingga » Baca lanjutan ceritanya...

Diambang Pintu Surga (Part 1)

Cerpen Kiriman: | Lolos Moderasi Pada: 4 November 2020
Aku suka puisi. Puisi itu dapat mengobarkan semangat ketika diambang keputus asaan, memberi kesabaran dalam menapaki berbagi duri kehidupan, terkadang membuatku tersenyum walau hati dalam kedukaan. Menurutku puisi itu lebih mendekati kebenaran dibanding sejarah, puisi itu lebih indah ketika » Baca lanjutan ceritanya...
Page 1 of 17:1 2 3 4 » Last »