20.000 Rupiah

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Anak
Lolos moderasi pada: 9 April 2018

Sore itu, hujan turun dengan derasnya. Petir sudah berkali-kali menggelegar. Memekakkan telinga. Membuat jantung berdebar takut.
Nabil. Anak usia 8 tahun itu tetap berdiri di depan jendela. Menatap halaman rumahnya yang basah oleh hujan. Malah terkadang, kepalanya keluar jendela agar kepalanya bisa terkena air hujan.

“Aduh!” serunya. “Air hujannya besar-besar, Mah..”
“Nabil, jangan hujan-hujan, Nak.. Nanti sakit.” ujar mamanya dari dalam.
“Kakak, adik punya camilan. Kakak mau tidak?” Firman, adiknya selalu memaksa Nabil untuk menemani makan camilan. Dengan berat hati, Nabil mengikuti adiknya. Tidak lagi melihat hujan.

“Dik, kita makannya di depan jendela saja yuk.. Sambil lihat hujan. Seru loh..”
“Nggak ah, Kak. Di sini saja. Di atas karpet.”
“Di sana saja, Dik. Ayoo..”
“Nggak mau!”
“Ayolah.. Kakak pengen banget lihat hujan. Ayolah..”
“Nggak, Kakak..”
“Ayo!”
“Nggak!”
“Di depan jendela saja!”

Toples camilan sudah ada di tangan Nabil. Melihat itu, Firman segera merebut toplesnya. Dengan geram, Nabil mengambil paksa toples camilan dari tangan Firman. Namun sayang, toples itu tiba-tiba jatuh.
“DUKK!”
Hah? Toplesnya pecah! Mama yang mendengar keributan segera datang. Melihat toples pecah, Mama langsung naik pitam. Marah.
“Kakak! Ini pasti ulah Kakak! Kakak tahu, ini toples kesayangan Mama.. Kalau toplesnya pecah begini, sudah tidak bisa dipakai lagi. Haduuh..” Mama mengomel sembari membersihkan karpet. Toplesnya memang tidak hancur berkeping-keping. Tapi, terbelah menjadi dua. Wajah Nabil pucat. Dia sungguh merasa bersalah. Tanpa mengeluarkan suara, Nabil berjalan perlahan menuju kamarnya. Menutup pintu, dan menenggelamkan wajahnya ke bantal. Nabil menangis.

Esok harinya, Nabil meminta uang lebih pada Mamanya.
“Ma, hari ini aku ada les. Aku boleh minta tambahan uang jajan, tidak?”
“Boleh, Sayang. Mama kasih 3.000, ya..”
“Iya, Ma.. Makasih.. Nabil berangkat sekolah dulu, ya Ma.. Dah, Mamaa..”
“Dah, Nabil.. Belajar yang rajin ya..”
Nabil hanya melambaikan tangannya. Motor yang dikendarainya sudah melaju.

20 hari setelah Nabil memecahkan toples kesayangan Mamanya, Nabil memeluk Mamanya dari belakang.
“Mamaa..” ucapnya perlahan.
“Eh, Nabil.. Ada apa, Nak?”
“Mm, Ma.. ”
“Iya?”
“Ini. Nabil ganti toplesnya Mama pake uang saja, ya? Soalnya Nabil nggak tahu, di mana Mama beli toples itu..” Ucap Nabil sembari menyerahkan uangnya kepada Mama. Mama menghitung. 20.000 rupiah. Setelah diingat, uangnya adalah hasil tabungan Nabil selama 20 hari yang lalu. Mama ingat, Nabil meminta uang lebih pagi itu.

Tak terasa, air mata mama mengalir lembut. Mamanya mengusap kepala Nabil.
“Nabil, ini. Uangnya untuk Nabil saja. Uangnya disimpan. Mama nggak marah kok. Waktu itu, Mama cuma bercanda. Maaf, ya, sudah buat Nabil menangis..”
“Tapi, Ma. Itu kan toples kesayangan Mama. Nabil harus ganti, soalnya toplesnya pecah sama Nabil..”
“Sudah, ini untuk Nabil”
“Bener, Ma??”
“Iya..”
“Yee.. Nabil dapat uang 20.000 dari Mama…”

Cerpen Karangan: Rashifa Hani
Facebook: Rashifa Hani

Cerpen 20.000 Rupiah merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Gara Gara Sepasang Sepatu

Oleh:
Di pagi hari, dila berangkat sekolah, “bu, dila berangkat” pamit dila kepada ibu. Di perjalanan dengan gembiranya ia berjalan dengan sepatu indahnya yang ia hias sendiri. Sesampai di sekolah,

Imagination’s Friend

Oleh:
Bocah berambut lurus bergelombang sedang menikmati indahnya senyum sang surya, ia biasa dipanggil moyan, walau moyan hidup sebatang kara ia tetap berusaha keras menjalani hidup yang hanya sesaat ini,

Runi

Oleh:
Sinar pagi sudah merekah. Matahari yang sudah terbit, menyerap melalui celah-celah kecil jendela. Dinda membuka gorden jendela yang ditemani senyuman manisnya. “Haaaah… indahnya!” seru Dinda melonjak senang. Dinda melepaas

Jangan Tiru Tiru

Oleh:
Rani Natasya adalah seorang model cilik terkenal. Ia adalah model cilik sebuah majalah terkenal. Rani terkenal ramah dan baik hati, tapi apabila marah. Wuiiih, gak kebayang. “Halo, Rani. Boleh

Pergi Ke Pesta

Oleh:
Kringgggg… Hoam aku melihat jam pukul 09.26 (kebetulan hari Minggu jadi bangun agak lama). Aku langsung menyambar handuk dan pergi mandi. Selesai mandi aku langsung memakai baju kesayanganku yaitu

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *