4 Lebah Bersaudara

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Anak, Cerpen Fabel (Hewan)
Lolos moderasi pada: 17 March 2017

Pada zaman dahulu hiduplah 4 anak lebah bersaudara, mereka terlahir dari satu ibu. Pada massa anak-anak mereka di tinggalkan ibunya sehingga mereka hidup tanpa ditemani ibunya, pada awalnya mereka hidup damai di dalam satu sarang
Namun, saat beranjak dewasa mereka saling bertengkar, adu mulut dan saling ejek. Pada saat itu juga mereka memutuskan untuk membuat sarangnya sendiri-sendiri, dari semua saudaranya hanya lebah pertama yang paling mengerti dengan keadaan di hutan karena itu dia membangun sarang jauh dari permukaan tanah. Si lebah pertama membangun sarangnya 70 M di atas permukaan tanah, lebah kedua membangun sarangnya 50 M di atas permukaan tanah, lebah ketiga membangun sarangnya 40 M di atas permukaan tanah sedangkan lebah ke empat membangun sarangnya tepat di samping sarang lebah ketiga.

“kenapa kalian membuat sarang dekat dengan tanah” tanya lebah pertama.
“memang kenapa kalau sarang kita dekat dengan tanah” jawab semua saudaranya.
“apa kalian tidak takut apabila pemangsa yang naik ke sini” tanya lebah pertama.
“Hahaha… mana mungkin ada yang bisa naik ke sini” jawab lebah ketiga sambil tertawa terbahak-bahak.
Mereka tetap tidak percaya dengan perkataan lebah pertama.

Matahari mulai terbenam langit mulai gelap para lebah masuk ke dalam sarangnya sendiri-sendiri, tepat pada tengah malam ada seekor beruang yang lapar dan ia pun menaiki pohon yang ditempati oleh keempat lebah itu, beruang itu pun mengetahui sarang lebah ke tiga dengan cepatnya ia memakan sarang lebah ketiga dengan penghuninya juga ikut dimakan tetapi beruang itu belum kenyang sehingga memakan sarang lebah ke empat tapi lebah ke empat mengetahui itu dan langsung terbang ke sarang lebah ke dua, kedua lebah itu sangat ketakutan apabila beruang itu naik ke sarangnya dan yang diduganya itu benar beruang itu naik ke sarang lebah ke dua kemudian kedua lebah tersebut pergi ke sarang lebah pertama

Mereka langsung masuk kesarang lebah pertama, lebah pertama terkejut.
“apa yang terjadi” tanya lebah pertama.
“ada beruang yang kelaparan di luar sana” jawab lebah kedua dengan kadaan ketakutan.
“apa kubilang kalian sih tidak percaya” ucap lebah pertama
“iya deh kami percaya, maafkan kami ya kalau kami tidak percaya apa yang kau ucapkan” sahut kedua lebah dengan rasa penuh penuh penyesalan
Pada malam itu mereka tidur bersama di sarang lebah pertama

Akhirnya setelah kejadian itu terjadi mereka kembali lagi seperti semula yaitu hidup di dalam satu sarang yang sama tetapi mereka merasa ada yang kurang yaitu saudaranya lebah ketiga yang mati dimakan beruang

Cerpen Karangan: Nur Rohmat Hidayat
Facebook: Rahmad Hidayat
KARYA SMPN 1 PURI

Cerpen 4 Lebah Bersaudara merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Penjual Koran Yang Malang

Oleh:
Siang itu, pada waktu pulang sekolah, cuaca sangat panas menyengat. Aku melangkah menuju gerbang sekolah. Ku lihat seseorang sedang membawa lembaran-lembaran koran. Sebelah kakinya juga pincang. Bajunya lusuh. Aku

Keep Action Guys!

Oleh:
Rasanya merinding melihat raut muka Miss Fika dengan matanya yang melotot. Terlebih lagi ketika setumpuk soal Matematika berada di tangan beliau. Ini akan menjadi hal terburuk bagi kami, seperti

Ayah Aku Merindukan Kamu

Oleh:
Waktu di dalam rumah, aku merasakan jenuh dan bosan dengan aktivitas yang aku lakukan seharian di dalam rumah, aku berniat untuk pergi ke salah satu taman yang letaknya tidak

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

One response to “4 Lebah Bersaudara”

  1. Angel says:

    Subhanallah cerpen karanganmu sangat menarik dan memotifasi semua orang terus berkarya ya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *