Akibat Bercanda Di Jalan

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Anak, Cerpen Penyesalan
Lolos moderasi pada: 20 February 2014

Siang ini matahari begitu terik membuat anak anak SD yang baru pulang sekolah serasa ingin cepat sampai rumah. Dengan bercengkrama bersama teman teman mereka sambil mempercepat langkah kaki menyusuri jalan kampung batu gandeng. Ada juga yang mengendari sepeda. Beberapa anak lelaki bercanda, mereka saling meledek hingga mereka saling mendorong.

PRAKKK.. BRUKK.. Seorang anak perempuan yang sedang lewat dengan sepeda tersenggol oleh mereka anak perempuan itu terjatuh dan tertabrak oleh motor di belakangnya karena Pengemudi motor itu terkejut tak bisa mengendalikan motornya dan menabrak anak perempuan itu. Pengendara motor itu pun terjatuh. Tubuh anak perempuan itu berlumuran darah, sepedanya hancur karena hantaman begitu keras. Sementara pengendara motor hanya lecet ringan.

“Dinda.. Dinda..” teriak beberapa teman anak perempuan itu. Mereka berlarian menghampiri dinda yang sudah terkapar di jalan, anak perempuan itu.
Pengendara motor itu berdiri, ia mengambil handphone dari saku celananya dan menelepon ambulan. Sementara anak lelaki tadi hanya berdiri mematung di hadapan kerumunan orang.
Beberapa saat kemudian anak lelaki tadi main salah menyalahkan. Lalu mereka menghampiri dinda yang sudah tak sadarkan diri.
“Dinda maaf kami tak sengaja. Kami menyesal” ucap mereka kompak dengan muka memelas dan air mata yang menetes deras.

Cerpen Karangan: Nurhikmah Hakiki
Facebook: Nurhikmah Hakiki

Cerpen Akibat Bercanda Di Jalan merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Kerudung Hijau Umi

Oleh:
Allah akbar… Allah akbar… Suara adzan subuh menggema di pelosok desa. Sang muadzin tengah melantunkan kalimat-kalimat suci penuh makna. Mataku terbuka dengan perlahan. kepalaku sedikit pusing. Telingaku menangkap suara

Tiga Burung Yang Pintar

Oleh:
Dikisahkan pada suatu hutan, hiduplah burung Beo, Cucakrawa dan Perkutut, mereka hidup dengan damai, aman dan bahagia. Namun pada suatu hari, pada saat mereka terbang menjelajahi hutan tiba-tiba mereka

Bukan Aku

Oleh:
Suasana ketegangan, hati yang cemas dan gelisah serta perasaan takut seolah-olah sedang bersatu untuk menghantuinya. Bahkan semua pasang mata yang ada di ruangan itu tertuju pada gadis kecil usia

Pelita Village

Oleh:
Sore ini, Noevela akan pergi ke Pelita desa bersama keluarganya. Tentu saja Noevela sangat senang. Bulan ini, Noevela dan keluarganya akan menginap di rumah Kakek tepatnya di desa putat

Penyesalan Riana

Oleh:
“Allaahuakbar.. Allahuakbar,” suara adzan subuh berkumandang, sang ibu membangunkan anaknya yang masih tertidur pulas. “Nak… Riana bangun! Salat Nak…” dari bilik kamar terdengar suara menyahut. “Aduh apaan sih Bu!

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *