Arisan Permen Maika

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Anak
Lolos moderasi pada: 14 December 2012

Maika tersenyum, sambil tersipu malu ia menganggukan kepala ketika Bunda mengajak untuk menemaninya pergi kerumah Tante Diana. Sore itu Tante Diana mengadakan acara Arisan di rumahnya. Sesampai disana, Maika segera memberi salam pada teman-teman bunda yang sudah berkumpul sambil bersenda gurau. Di sudut ruangan, teman Bunda yang bernama Tante Marta sibuk mencatat dan menghitung uang yang sudah terkumpul. Sementara yang lainnya tidak sabar untuk menunggu kocokan yang akan keluar. Entah nama siapa yang akan keluar sore itu. Diam-diam Maika pun sangat menyukai permainan ini, ada ide yang terlintas di benaknya untuk mengajak teman-teman sekelasnya di sekolah untuk bermain arisan seperti yang di lakukan oleh Bunda dan Teman-temannya. Sesampai di rumah Maika pun menceritakan idenya itu pada Bunda.

“Aku tertarik dengan permainan arisan tadi Bunda, kata Maika sambil menatap Bundanya”
“Ooooyaaa….. kata Bunda sambil tersenyum”.
“Boleh tidak aku bermain arisan sama seperti Bunda dengan teman-temanku di sekolah nanti, tanya Maika.
“Boleh saja, tapi dengan alat pembayaran yang berbeda, bukan dengan uang jelas Bunda”.
“Lho memangnya kenapa, kok bukan dengan uang?? Lalu dengan apa Tanya Maika sambil mengerutkan keningnya”.
“Anak seusia kamu belum pantas bermain dengan menggunakan uang, apalagi bermain arisan itu memerlukan tanggung jawab yang sangat besar dan resikonya pun juga banyak jelas Bunda”.
“Jadi aku tidak boleh bermain arisan kata Maika dengan lesu”.

Bunda tersenyum melihat Maika yang kecewa dengan penjelasannya.
“Ada cara lain kok, dimana kamu bisa bermain arisan tanpa menggunakan uang kata Bunda”.
“Dengan apa Bunda, Tanya Maika”.
“Dengan permen sebagai alat pembayarannya jawab Bunda”.
Bunda mengajak Maika duduk di sofa, lalu ia pun mulai menjelaskan tentang aturan permainannya pada Maika.
Keesokan harinya dengan penuh semangat Maika menceritakan idenya itu dan mengajak teman-temannya untuk ikut serta bersama-sama bermain Arisan Permen.
“Lucu sekali permainnannya kata Rita”.
“Aku jg mau ikut,kata Fani”
“ kita mulai permainan dan peraturannya mulai hari ini jelas Maika”.
“Waahhhhh berarti nanti yang dapat arisan, bisa makan permen sepuasnya dong teriak Edo, anak laki-laki yang berbadan tambun itu sambil tertawa”.
“Uuuuuuuuhhhhhhhh teriak teman-teman Maika yang ramai-ramai meneriaki Edo sambil tertawa juga”.

Waktu istirahat tiba, Maika dan teman-temannya berkumpul di halaman sekolah membicarakan permainan itu. Maika yang di percaya untuk mengumpulkan permen yang setiap hari akan di setor oleh teman-temannya. Setiap hari mereka harus menyetor dua buah permen jenis apa saja. Dan pada hari sabtu nya akan di kocok permainan itu.

Hari-hari terus berlalu, permen-permen yang Maika kumpulkan pun bertambah banyak. Ada permen rasa buah-buahan, ada yang berasa pedas, bahkan ada yang menggunakan permen karet sebagai alat pembayarannya. Lantas hari yang di tunggu-tunggu pun tiba, Seusai belajar mereka kembali berkumpul, Maika mengeluarkan sekantung plastic yang berisi bermacam-macam jenis permen. Teman-teman Maika pun sangat takjub melihat sekantung permen yang ada diatas meja. Mata mereka berbinar-binar dan sepertinya sangat tidak sabar untuk mengetahui siapa kah yang akan mendapatkan sekantung permen itu diantara mereka. Edo lalu mengambil gelas yang berisikan gulungan nama-nama pemain didalamnya.

“Siaaappppp….semua?? teriak Edo sambil mengocok gelas tersebut”.
“Ayoooo….. cepat-cepat keluarkan kata Nina tidak sabar”.
Akhirnya sebuah gulungan kertas itu keluar dari lubang kecil, sekejap suasana yang ramai pun berubah menjadi hening ketika Tika perlahan-lahan membuka dan membaca gulungan kertas yang di pegangnya.
“Siap semua……????? kata Tika. Sambil teriak ia pun memanggil nama Rita yang namanya tertulis di dalam gulungan itu”.

Teman-teman Maika tertawa dan menyelamati Rita yang tampak gembira saat menerima sekantung permen yang Maika berikan.
“Permennya banyak sekali teriak Rita sambil tertawa”.
“Awas nanti kamu bakalan sakit gigi Rita?? kalau makan semua permennya canda Maika sambil tertawa”.
Mendengar perkataan Maika, yang lain pun ikut tertawa terbahak-bahak. Rita tersenyum lalu ia mambagikan sebagian permen itu pada teman-temannya.
“Kita makan sama-sama yuk permennya, aku tidak mau nanti sampai sakit gigi?? kata Rita yang ikutan tertawa juga”.
Teman-teman Maika mengambil sebagian permen yang di taruh oleh Rita diatas meja, lalu mereka memakannya bersam-sama.
“Waahhhh aku jadi tidak sabar untuk menunggu minggu berikutnya kata Fani”.
“Aku juga jawab Edo yang di dalam mulutnya masih penuh dengan permen”

Maika tersenyum puas melihat teman-teman yang sangat gembira dengan permainan arisan permennya. Ia pun berharap permainan ini akan berakhir dengan baik. Hmmmm alangkah senangnya hati mereka semua.

Cerpen Karangan: Ayu Soesman
Facebook: Hikari_gemintang[-at-]yahoo.com

Cerpen Arisan Permen Maika merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Berlibur Ke Gunung

Oleh:
Halo, namaku Renata Martasari. Panggil aku Rena ya. Oh iya, keluargaku berencana untuk berlibur ke gunung. Pasti bakal seru! “Rena, kemasi barang barangmu! besok pagi kita berangkat!!!” teriak ibu

Kebersihan Nyonya Barnie

Oleh:
Nyonya Barnie adalah wanita paling bersih di desa Global. Ia sangat menyukai kebersihan. Ketika ia melihat sedikit sampah atau daun berguguran, Nyonya Barnie akan langsung marah-marah sambil membersihkannya. Tetangga-tetangga

Trio Pembasmi Hantu

Oleh:
“Coca, kamu jalan di depan ya. Aku dan Sasa jalan di tengah. Zonxa di belakang.” Xixi mengatur posisi. Sabtu malam ini, Xixi dan kedua sepupunya, Coca dan Zonxa menginap

Antara Aku dan 2 Dimensi

Oleh:
Angin berhembus sembari berjalan melalui celah-celah gedung perkantoran di kotaku. Sejuknya angin dan cerahnya mentari membangunkanku dengan lembutnya. Suara kendaraan yang mulai berlalu lalang di depan rumahku seakan-akan memaksaku

Secret Birthday

Oleh:
Siapa bilang jadi anak tunggal itu enak. Pernyataan itu dibuktikan oleh Ailee, kelas 2 di SMP Kastrajaya. Hidupnya hanya dihiasi poster k-pop dan Dvd drama korea di kamarnya. Orang

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

3 responses to “Arisan Permen Maika”

  1. Mofamoro says:

    Cerita yang paling bagus aku temuin nih sampe baca 5× baru bisa comment sekarang bacanya sih dri tahun 2013.

  2. Ayu says:

    Terima kasih mofamoro….

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *