Asyiknya Jadi Reporter Cilik

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Anak
Lolos moderasi pada: 8 April 2013

Setiap bulannya, SD Permata memilih reporter cilik dari kelas 1 sampai kelas 4. Setiap kelas akan dipilih 1 anak untuk menjadi reporter cilik. Tugas reporter cilik adalah mencari informasi sesuai tema. Informasi harus dibentuk menjadi sebuah artikel. Hasil artikel kemudian ditempel di Majalah Dinding (Mading) sekolah. Artikel yang paling bagus akan diberi uang Rp100.000. Lumayan kan?

Pada suatu hari, Bu Nilla, Kepala Sekolah SD Permata memilih reporter cilik yang akan mewakili kelasnya.
“Bu Nilla akan memilih reporter cilik yang akan mewakili kelasnya. Dari kelas 1 yang terpilih adalah Annisa Rizky, kelas 2 yang terpilih adalah Happy Sabrina, kelas 3 yang terpilih adalah Giga Fajar dan kelas 4 yang terpilih adalah Nabilla Ayu,” kata Bu Nilla panjang lebar. Nabilla yang mendengar dirinya akan mewakili kelasnya sangat terkejut. Nabilla lalu bertanya pada Bu Nilla, “Bu, apa tema bulan ini?”.
“Oh, iya anak-anak tema bulan ini adalah menyanyi,” jelas Bu Nilla yang tadinya lupa.
“Kira-kira aku akan mewawancarai siapa ya? Oh, iya ayahku suka menyanyi, jadi tidak perlu jauh-jauh mencari informasinya,” kata Nabilla kegirangan mendapat ide.

Ketika di rumah, Nabilla menghampiri ayahnya. Nabilla mulai mewawancarai ayahnya.
“Sejak kapan ayah suka menyanyi?” tanya Nabilla mewawancarai.
“Ayah suka menyanyi sejak masih SD,” jawab ayah Nabilla. Nabilla mencatat jawaban ayahnya.
“Mengapa ayah suka menyanyi?” tanya Nabilla lagi.
“Karena menyanyi itu hobi ayah. Menyanyi bisa menghilangkan stress di kepala,” jawab ayah Nabilla. Nabilla mencatat jawaban ayahnya. Begitulah seterusnya sampai pertanyaan selesai.

Setelah selesai mewawancari ayahnya, Nabilla masuk kamarnya. Ia membuat artikel tentang ayahnya yang suka menyanyi. Artikel karangannya berjudul, “Menyanyi Hilangkan Stress”. Hmm, tak lama kemudian artikel Nabilla sudah selesai dan sudah diprint. Ia hanya bisa membuat 2 halaman artikel.
Keesokan harinya, Nabilla menempelkan artikel Reporter Ciliknya di mading. Ia berharap artikelnya bagus sekali.
“Cie..cie.. Jadi reporter cilik nih. Artikel kamu judulnya apa?” tanya Tasya pada Nabilla.
“Menyanyi Hilangkan Stress,” jawab Nabilla sambil tersenyum lebar.
“Bagus judulnya. Aku baca artikel kamu dulu ya di mading!” kata Tasya.
“Ya” jawab Nabilla pendek, simple banget dan mudah dimengerti oleh seluruh dunia. Hehe…
“Wah, artikel kamu bagus banget! Kayaknya jadi artikel favorit guru-guru nih. Kalau dapat uang bagi-bagi ya! Hehe.. Cuma bercanda kok,” puji Tasya sambil menggoda Nabilla.

“Yippiii… Artikel aku ternyata bagus,” kata Nabilla senang.
“Kan yang baca baru aku. Jangan bangga,” kata Tasya agak jutek.
“Ya.. ya.. Jangan jutek dong. Please my princess,” kata Nabilla agak memohon.
“Ok.. Tapi aku bukan princess. Bilang aja kalau aku kayak Mbak Princa, kelas 6 yang rambutnya kribo,”
“Apa bedanya sih Princess sama Mbak Princa? Kan sama aja,”
“Princess kan cantik, kalau Mbak Princa kribo dan jelek banget,”
Tiba-tiba datang Mbak Princa yang ternyata tadi mendengar Tasya mengejeknya.
“Apa kamu bilang aku kribo ? Aku jelek?” marah Mbak Princa.
“Maafin aku dong. Aku enggak bermaksud gitu,” kata Tasya memohon.
“Ok. Eh, itu artikel siapa?” kata Mbak Princa sambil melihat artikel di mading.
“Itu artikel aku,” kata Nabilla.
“Bagus banget. Keren!” puji Mbak Princa
Nabilla sangat senang pada hari itu. Karena ternyata artikelnya disukai banyak orang karena bagus dan keren banget.

Cerpen Karangan: Dhila Nurul
Facebook: Fadhila Nurul dan Dia
Halo teman-teman semua! Namaku Dhila. Aku mulai suka menulis cerita sejak Januari lalu sewaktu aku menulis cerita pertama kalinya di Bobo Online.. Baca ceritaku ini ya!!!

Cerpen Asyiknya Jadi Reporter Cilik merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Selalu Kompak!

Oleh:
Aku dan kak sony saudara kembarku selalu kompak! itulah yang selalu orang lain katakan padaku dan kak sony, sehingga pernah terjadi kekompakan yang paling berkesan buat kita berdua. Gini

My Earth

Oleh:
Nila termenung sedih di depan tenda pengungsian. Tak lama kemudian, Camelia datang untuk menghiburnya. Hati Nila sedang gundah-gulana Karena ditinggal mati keluarganya. Ia tak punya lagi sanak saudara yang

Musuh Jadi Sahabat

Oleh:
Ada cerita sedih tentang kehidupan Afifah, dia ditinggal Ibunya sejak dia kelas 3 sekolah dasar. Ibunya sakit keras, ia pun tidak tahu harus berbuat apa pada saat itu. Ia

Hantu Pagi Buta

Oleh:
Pagi itu aku berangkat sekolah lebih awal, karena biasanya aku selalu telat. Tapi, entah kenapa. Apakah tadi malam aku bermimpi indah? Jarak rumah dan sekolah lumayan jauh, tapi aku

Kisah Monyet Menjadi Raja

Oleh:
Pada hari itu, penghuni hutan sedang bersedih. Karena mereka telah kehilangan sang pemimpin raja Singa. Sang raja Singa mati karena dibunuh oleh pemburu, Mereka pun segera bermusyawarah tentang siapakah

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *