Belajar Berhemat

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Anak
Lolos moderasi pada: 5 January 2018

Aah, Ariz jadi bingung. Sepatu, atau tas baru, ya?
Lusa kemarin, ia melihat tas yang sedang tren di sekolahnya. Akan tetapi, sepatunya sudah benar-benar butut, sudah bolong-bolong. Ariz pun bicara pada Nenek. Katanya, dahulukan kebutuhan, baru keinginan. Akhirnya Ariz memilih sepatu.

Eits, tapi Ariz menjadi teringat perkataan Umi. Kalau Ariz mau sesuatu, harus menabung dulu. Ia pun mengurungkan niatnya meminta pada Umi. Mulai besok, aku akan mulai menabung, tekad Ariz dalam hati.

Setelah dirasa cukup banyak, ia memecahkan celengannya.
Aha! Muncul ide di benak Ariz. Besok, Ariz akan ke toko sepatu milik Bunda Alice. Lagi pula, uangnya telah terkumpul sekitar Rp. 200.000,-, sementara harga di toko Bunda Alice bisa terbilang cukup murah.

Rupanya, Alice setuju. Bahkan ia bersedia mengantarkan Ariz. Bunda Alice menyambut hangat. Setelah mengerti maksud Ariz, Bunda Alice memberikan diskon. Ariz memilih sepatu, lalu membayar. Totalnya hanya Rp. 88.000,-. Ariz berterima kasih lalu pulang dengan hati riang gembira.

Cerpen Karangan: Naysha Alifa
Facebook: Naysha Putri Alifa

Cerpen Belajar Berhemat merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Sepatu Kaca

Oleh:
“Hoammm” aku menguap ketika aku bagun tidur. Oh iya aku hampir lupa namaku salsa aulia putri. Hari ini adalah hari ulang tahunku tepat nya tanggal 27 agustus. “Salsa ayo

Ini Main Atau Belajar

Oleh:
Namaku Raisa syifa Rahmania. Aku mempunyai teman akrab bernama Hilda Azkia Ananda. Hilda itu selalu aku ajak bermain, kalau aku main tanpa Hilda rasanya tidak seru. “Kring.” suara jam

Buku Lovers

Oleh:
“Kak! Aku mau ke Buku Lovers dulu, ya!” ujar Lily kepada Kakaknya, Kak Milla. “Iya, jangan lama-lama!” jawab Kak Milla. Lily pun tersenyum senang dan segera berjalan menuju Buku

Di Dunia Mana Aku Sekarang?

Oleh:
Tiba-tiba, aku sudah berada di sebuah lapangan yang sangat luas tetapi gersang. Di sana ada beberapa gerombol kupu-kupu yang menyembunyikan kesan kering lapangan itu. Kakiku melangkah mendekati salah satu

Pembuktian Senja

Oleh:
Senja adalah seorang gadis yang bertubuh mungil, berkulit hitam, dan selalu berpenampilan kumel. Pantas saja, ia adalah anak seorang pemulung yang tak punya apa-apa, rumahnya pun berada di kolong

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *