Berkemah di Perkemahan Flofara

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Anak, Cerpen Liburan
Lolos moderasi pada: 19 July 2017

Aku sudah siap. Tas memang khusus untuk berkemah sudah kugendong di belakang punggungku. Aku dan ketiga sahabatku, Raura, Qirla dan Maysha akan berkemah di Hutan Flofara. Memang tempat khusus untuk berkemah. Aku tinggal menunggu temanku di rumah. Kulihat ada 3 cewek sebaya denganku. Yang satu berpakaian santai dengan topi yang membuatnya tambah tomboy, itu Raura, satu lagi memakai pakaian feminin dan serba pink, itu Qirla, dan satunya lagi ia menggunakan pakaian dengan corak batik, dan tahulah siapa. Yups! itu Maysha. Aku sendiri berpakaian gaun selutut lengan panjang, celana jeans putih semata kaki, sepatu kets warna cokelat, dan tak lupa kerudung segiempat.

“Hai! Sudah semua?” tanyaku pada mereka. “Sudah dong Des!” sorak semua. Desvina Putri Deshitya adalah namaku. Aku biasa dipanggil Desvin. Liburan semester, kami berkemah 3 hari. “Lah May, Mbak Mawla mana?” tanyaku. Mbak Mawla adalah kakak kandung Maysha. “Harus menyelesaikan tugas sekolahnya yang menumpuk. Nggak bisa ikut deh,” jawab Maysha.
Setelah pamit pada kedua orangtuaku, kami segera berangkat dengan berjalan kaki. Lumayan jauh, namun kami menikmatinya. Semua terbayar dengan pemandangan yang mengiringi kami menuju Hutan Perkemahan Flofara.

Sesampai di Hutan Perkemahan Flofara, kami mencari tempat nyaman untuk mendirikan tenda. Sebelumnya, kami mendaftar dulu. “Desvina Putri Deshitya, Aqirla Auvia, Nuraura Aprila, dan Maysharo Aniditha Yutriasa.” Akhirnya, kami memutuskan untuk mendirikan tenda di dekat danau agak besar yang saaanggaaat indah. “Ok! Kita kan, 1 tenda dua orang. Aku tidur di tendaku bersama Maysha. Dan Raura bersama Qirla,” ucapku. Memang sengaja Raura dan Maysha kusuruh tidak usah bawa tenda. “Desvin dan aku mendirikan tenda. Kalian berdua, cari kayu bakar. Ingat, kayu yang jatuh-jatuh saja…,” perintah Raura. Qirla dan Maysha mencari kayu bakar, sedangkan aku dan Raura mendirikan tenda.

Setelah mendirikan tenda dan mencari kayu bakar, kami istirahat di dalam tenda. Karena hari masih siang, jadi belum menyalakan api unggun. Aku dan Maysha memakan camilan ringan yang aku bawa, sedangkan Qirla dan Raura mendengar MP3 dari Ipod Qirla. Akhirnya, kami keluar tenda sembari membawa kamera, buku tulis kosong, dan pulpen. Kami akan mengerjakan tugas sekolah. Yaitu disuruh membuat kliping tentang hewan langka beserta keterangannya. Kebetulan ada ‘Kebun binatang dan cagar alam Flofara’. Kami lantas menuju kebun binatang Flofara. Sebelumnya kami membayar tiket masuk. Aku melihat berbagai macam hewan langka. Aku mendengar penjelasan tour guide, lalu kucatat. Memang ada sih, papan keterangannya. Namun lebih lengkap penjelasannya Tour Guidenya.

Siang sudah tiba. Kami shalat Zuhur di Mushola Kebun Binatang Flofara. Usai Shalat, kami melanjutkan perjalanan. “Qir, Des, Ra!aku lapar. Makan dulu yuk,” pinta Maysha. “Huh dasar hobinya makan melulu!” cetus Raura. Ya! memang Maysha hobinya makan. Namun, bentuk badannya tetap ideal, lo… Maysha hanya menyengir. “Sudah sudah! mending cari makan yuk! aku juga laper nih,” leraiku.

Akhirnya kami makan di salah satu tempat makan di KBF (Kebun Binatang Flofara). Usai makan, kami melanjutkan mencatat. Setelah semua hewan dan keterangan dicatat, kami segera ke tenda. Fotonya nanti kami cetak. “Huh! i’am very tired!” seru Raura. Tomboy-tomboy tapi Raura jago bahasa Inggris lo…
“Mari tidur,” ucap Qirla. Kami tidur di tenda masing-masing.

Pukul 14.00 WIB. Aku terbangun. Tetapi Semua belum bangun. Akhirnya aku diam-diam keluar, dan berfoto di dekar danau. Aku menggunakan kamera B612. Kalian pasti tahu kan. “Kok selfie nggak bilang sih, Desvin?” ucap seseorang. Ternyata Maysha. “Maaf aku membangunkan kamu, Maysha,” ucapku. “Oh nggak. Aku kebangun sendiri kok,” hibur Maysha. Aku berselfie bersama Maysha. Aku dan Maysha duduk di pinggir danau sembari mencelupkan kaki ke dalam danau. Raura dan Qirla ikut-ikutan. “Eh kalian dah bangun toh?” tanya Maysha. “Eh sebaiknya kita shalat Ashar,” ucapku seraya melihat ke jam tanganku. Kami segera wudhu dan melaksanakan shalat Ashar.

Usai shalat, kami ingin mandi di sungai. “Jangan!!” seru Maysha tiba-tiba. Raura yang sudah mau jatuh, ia tahan agar tidak jatuh ke Danau. “Kenapa sih, May!?” seru marah Raura. “Sorry Rau. Mbak Mwla pernah ke sini, katanya nggak boleh mandi di Danau,” tegas Maysha. “Lah jadi mandi di mana?” tanya Raura sedikit kesal. “Ada sungai kok di sini. Ayo ikut aku,” ucap Maysha. Kami mengikuti Maysha.

Aku, Raura, Maysha dan Qirla menganga sesampai di sana. Sungainya jernih dan bersih, masih banyak bebatuan, alami, dan ada air terjun. “Subhanallah!” decak kami berempat. “Eh kapan mandinya?” tanyaku. “Siap bos Desvin!!” jawab mereka. Kami segera mandi.

Usai mandi dan mengeringkan badan menggunakan handuk, kami menuju tenda. Aku mengenakan manset warna merah lengan panjang, baju dress tanpa lengan semata kaki berwarna pink berhias bunga imitasi, celana selutut motif batik, dan tak lupa kerudung segiempat warna pink-merah berhias manik-manik. Maysha mengenakan kaos lengan panjang batik, rok putih mengembang selutut putih polos, stoking putih tidak tembus pandang, dan sepatu mirip sepatu balet warna pink muda. Rambutnya disanggul dan diberi jepit topi kecil pink berhias glitter dan bulu pink. Lalu aku dan Maysha keluar tenda.

Setelah semua siap, kami keliling perkemahan Flofara. Sungguh sejuk. Aku sempat memotret pemandangannya. Kami pun ke Cagar Alam Flofara. Aku memfoto berbagai tumbuhan. Usai puas di Cagar Alam, kami segera ke tenda. Nanti malam ada acara Milky Way yang tak jauh dari tempat kami berkemah. Senja tiba. Usai melihat SunSet, kami segera Shalat Maghrib. Usia shalat, Kami segera membakar kayu untuk membuat api unggun. Kami memasak bubur, lalu taruh di wadah mangkuk. Yang bawa mangkuk, sendok, dan gelas adalah Qirla.

“Aku rindu Quinta,” ucap Qirla sendu. Quinta adalah adik semata wayang dari Qirla. Ia sudah meninggal. “Sabar ya Qir, adik kamu pasti bahagia di Surga…” hiburku. “Iya!” ucap Raura dan Maysha. Acara Milky Way pun mulai. Usai melihat Milky way, kami Shalat Isya’lalu tidur.

Tak terasa, hari ini kami akan pulang. Usai Shalat Subuh, kami mandi di Sungai. Usai mandi, kami berpakaian. Aku mengenakan kaos lengan pendek warna abu-abu, mantel lengan panjang warna krim berkantung, celana jeans semata kaki, kerudung pasmina warna putih, jam tangan bergambar bunga, kaos kaki, dan tak lupa sepatu kets cokelat. Maysha mengenakan baju kaos lengan panjang warna merah berkancing, celana panjang semata kaki warna putih, rambutnya yang panjang digerai, diberi bando ungu polos. Sandal berbunga juga tak lupa. Kami pun kemas-kemas. Kami segera pulang.

Sesampai di rumah, aku membuat tugas kliping sekolah dibantu oleh ayah. Usai mengerjakan tugas, aku menempelkan foto kami di Perkemahan Flofara dibuku yang kuberi nama ‘Adventure Friends’. Di sana terkumpul foto kami saat berpetualang. Aku takkan melupakan pengalaman ini, batinku dalam hati.

Cerpen Karangan: Alyaniza Nur Adelawina
Facebook: Alya Aniza (poto profil memakai kerudung ungu)
Seru tidak. Maaf jika nama penulis/pembaca tertulis di sini. Jangan lupa Add facebook Alya. Alya Aniza namanya. Memakai kerudung Ungu segiempat ya… Maaf ganti foto profil terus hehehe… Add juga fb kak Pratiwi Nur Zamzani. Alya sudah berteman lo sama kak Tiwi… Kalian? Emailku: alyaniza2006[-at-]gmail.com. Pin BB: 5A2915C6
Sekian dadah… BTW sudah baca cerpenku sebelumnya belum..? Sekian ya semua… Dadah!!!

Cerpen Berkemah di Perkemahan Flofara merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Kado Untuk Ika

Oleh:
Teet! Teet! bunyi bel tanda jam pelajaran di mulai, semua siswa siswi MTS. AL-AZHAR masuk ke kelas masing-masing pelajaran segera dimulai. Tak terasa hari berlalu begitu cepat, bel tanda

Kancil yang Cerdik

Oleh:
Pada suatu hari, Kancil merasa sangat lapar. Dia berjalan kesana-kemari, tetapi tidak mendapatkan makanan. Ketika hari sudah sore, Kancil melihat Kera sedang asyik makan pisang di atas pohon. Nikmat

Si Tomboy

Oleh:
Ini ceritaku saat aku masih kelas 6 SD. Sinar matahari menyinari duniaku. Saatnya aku ke sekolah pukul 7.00. Sebelum ke sekolah, aku sisiran merapikan rambut pendekku seperti laki-laki. Memakai

Dia Meninggalkanku

Oleh:
Pada suatu hari, dimana hari itu aku pertama kali duduk di bangku Sekolah Dasar (SD). Pada saat pengumuman penentuan kelas, aku masuk ke kelas 1A. Di kelas, aku bertemu

Ajal Yang Datang Seketika

Oleh:
Halloo… Namaku “Rania Natasyha”. Yah biasanya sih di panggil Nia Aku memiliki sebuah penyakit Kanker Hati. Suatu hari. Kanker ku kambuh, Sehingga aku harus rawat inap di sebuah Rumah

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *