Bermain Salju

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Anak, Cerpen Liburan
Lolos moderasi pada: 13 October 2018

Bagaimana rasanya memegang salju? Aku ingin bermain salju, ingin berbaring di atas salju, bahkan ingin membuat boneka salju. Aku menginginkan semuanya.

“Ma, Nesya mau main saljuu!!!” rengeku pada mama.
“Di Indonesia tidak ada salju, sayang” ujar mama sambil tertawa.
“Mau main salju” rengekku lagi.
“Besok selesai UKK kita liburan ke Jepang, dan kamu bisa bermain salju” ujar papa yang membuat hati Nesya sangat girang.
“Yeyyyyy!!!”

Selesai UKK, Nesya melihat nilai rapotnya. Ia mendapat ranking 4. “Pintar sekali, besok ini kita ke Jepangnya lho, sayang” mama membelai rambut Nesya.
“Oke!” jawab Nesya.
Malamnya, Nesya menyiapkan semuanya. Pakaian pakaian dan barang barang yang akan ia bawa ke Jepang.

Di Jepang…
“udaranya dingin ya!… yeee ada salju!!!” Hari itu Nesya sangat senang. Ia memakai 3 baju dan sweater, lalu jaket tebal, topi dan sepatu. Dengan gembira, Nesya pun tiduran di atas salju dan bermain main. Mama dan papa Nesya menyewa selancar yang ditarik oleh anjing husky. Pengalaman bermain salju yang tidak akan terlupakan.

Cerpen Karangan: Yacinta Artha Prasanti
Blog / Facebook: Santi Artha
Hi!
Ig: @yacintaartha_
Line: yacinta23_

Cerpen Bermain Salju merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Kucing dan Monyet

Oleh:
Pada suatu hari di hutan yang sunyi terdapat seekor kucing yang bernama Komo. Komo hidup sendiri di hutan itu, dia yang dekil, bau, dan kotor sehingga hewan-hewan di hutan

Cerita Kami

Oleh:
Pagi hari yang begitu sangat cerah. Hari itu adalah hari senin, aku berangkat pagi sekali karena di sekolahku ada les untuk kelas 6. Sampai sekolah aku langsung menuju kelas

Geometri

Oleh:
“Yang jelas, geometri itu bentuk!” Ujar salah satu temanku ketika aku bertanya pada mereka. “Bukan. Geometri itu permainan. Geometry dash!” Ujar temanku yang lain. Ah, entahlah. Aku tak tahu.

That Doll

Oleh:
Aku memandang boneka itu sekali lagi. Matanya berwana cokelat pekat. Rambutnya hitam panjang dan dikepang. Ia memakai gaun yang indah berbunga-bunga. Tetapi, satu hal yang mengganjal, senyumnya tidak mengembang

Cindera Mata Dari Vania

Oleh:
Malam itu Isha sedang melamun karena dia bersedih tentang penyakit kankernya yang semakin menyebar ke seluruh tubuhnya. “Sha… kenapa kamu melamun nak” tanya Mama. “Gak papa kok ma, oh

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *