Biar Aku

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Anak
Lolos moderasi pada: 1 January 2019

Haii, aku Liza Adelia Lestar. Sekarang aku kelas VII di SMPN 44 Jakarta. Aku bercita-cita menjadi penulis. Hm, walaupun sangat sempit harapan itu akan terjadi. Karena aku memiliki kelainan mata. Aku juga terlahir di keluarga yang sederhana. Aku anak kelima dari lima bersaudara.

Hanya saja aku yang seperti dibedakan di keluarga ini. Terkadang aku iri kepada kakak kakakku. Tapi, aku harus menerima dan mensyukuri semuanya.

“Liza!!” Panggil beberapa orang dengan serempak saat aku sedang berjalan menyusuri koridor sekolah. Suara itu tak asing lagi.
Ya, itu Santi, Delia, Tari, Rahma, Caca. Mereka adalah sahabatku. Hanya mereka yang bisa menerima kekuranganku. Aku sangat beruntung memiliki mereka.

“Yuk ke kelas bareng” ajak Santi.

Saat pulang sekolah aku diberitahukan bahwa aku diusulkan mewakili sekolah untuk mengikuti lomba menulis seprovinsi.
Saatnya aku membuktikan bahwa orang yang memiliki kekurangan juga bisa membanggakan.

Dan akhirnya perlombaan dimulai. Dengan semangat dan dukungan orang yang kusayangi aku mendapat juara 1. Tepukan tangan yang gemuruh menyertaiku. Semua memberi selamat padaku. Dan aku merasa bahagia karena aku telah membuktikan bahwa orang yang memiliki kekurangan juga bisa membanggakan.

Cerpen Karangan: Nuruliza
Blog / Facebook: Nurul AnSn
Hallo, aku Nuruliza.
Umurku 12 tahun. Aku lahir di Palembang, 02-04-2005.
Cita-citaku jadi penulis.
Dan sekarang aku masih AMATIR.

Cerpen Biar Aku merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Little Teddy Bear

Oleh:
“Wah, besarnya teddy bear milikmu Pi…” aku meraih dan memeluk boneka Teddy bear berbulu putih lembut bermata cokelat tua milik Pika yang amat menggemaskan. Aku teringat akan boneka Teddy

Hutan yang Angker

Oleh:
Pada suatu hari aku dan teman-teman sedang bermain di hutan di sana aku melihat seorang Kakek-Kakek tua. “teman-teman lihat Kakek itu kasihan sekali ya Kakek itu” Kataku, saat itu

Butterfly

Oleh:
Pagi itu… terdengar sayup sayup suara burung yang berkicau di luar jendela, ditambah suara tetesan embun pagi dan kepakan sayap kupu kupu. Namaku Sherlin Putri Maendra, aku terlahir di

Pertunjukkan Sunset

Oleh:
Hai Teman-Teman! Namaku Fira Linanty. Kalian boleh memanggilku Fira. Sore nanti akan ada matahari tenggelam. Karena aku sedang menginap di rumah nenekku. Kalau di rumahku tidak ada matahari tenggelam.

Hadiah Spesial Untuk Bunda

Oleh:
Sinta bingung apa yang mau diberikannya kepada bunda esok. Hmm apa ya yang mau aku berikan kepada bunda di waktu ulang tahunnya yang ke-33, gumam Sinta yang masih berumur

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *