BoBoCoK (Bola-Bola Cokelat)

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Anak
Lolos moderasi pada: 7 May 2016

Pagi hari, terdengar kicauan burung nan merdu. Sedikit tetesan embun pagi menempel di dedaunan. Gadis kecil itu, terbangun dari mimpi indahnya. Membuka jendela kamarnya yang masih tertutup. “Hoaamm!” ia menguap sambil menutup mulutnya. Segera ke luar kamar dan pergi untuk berwudhu. Selepas selesai salat, gadis itu pergi ke luar rumah untuk lari pagi sebentar dan mandi. Namanya adalah Zahiyya Ayu Prasti atau yang lebih akrab dipanggil Ayu. Selesai mandi, Ayu pergi sarapan bersama dengan ayah, ibu dan kakak perempuannya yaitu kak Rehna. Ayu berangkat sekolah bersama kak Rehna memakai sepeda agar tidak berpolusi. Ayu segera berlari ke kelas dengan terburu-buru. Untungnya, bel belum berbunyi.

“Yu, kok kamu terengah-engah?” tanya Citra, sahabat Ayu.
“Kamu lihat gak aku habis lari lari?”
“Enggak.” jawab Citra pendek. Aduhh! Ayu menepuk jidat.

KRRINGG!!!

Bel berbunyi sangat nyaring, Ayu dan Citra segera turun ke lapangan untuk berbaris dan membaca doa. Selesai baca doa, Ayu dan Citra pergi ke kelas untuk memulai pelajaran pertama. Tap, Tap, Tap. Terdengar suara langkah kaki seseorang dari luar kelas. Yap! itu adalah suara bu Yerni, guru Matematika.
“Selamat pagi, anak-anak,” salam bu Yerni ramah.
“Selamat pagi, Bu Yerni.” koor semua anak.
“Baik. Tempo hari, Ibu sudah memberi tahu kalau hari ini ada ulangan bab Angka Romawi. Sekarang Ibu akan bagikan kertasnya.” ucap bu Yerni.

Dug! jantung Ayu deg-degan. Tapi, Ayu masih bisa mengatasinya. Setengah jam kemudian, bel istirahat berbunyi. Ayu dan Citra pergi ke kantin untuk jajan. Namun langkah mereka terhenti karena, ada yang menawari mereka makanan seperti bola cokelat.

“Kak, mau beli gak?” tanya anak yang berjualan itu. Ayu dan Citra berhenti dan memalingkan wajah mereka.
“Boleh. Tapi, kakak mau tanya. Ini makanan apa harganya berapa?” tanya Ayu yang bingung dengan makanan itu.
“Oh ini bobocok atau bola-bola cokelat. Yang isinya dua harganya 1.000 aja. Kalau yang isinya empat harganya 2.000. Kakak mau yang mana? ambil aja.” Ayu merogoh sakunya dan mengeluarkan uang 2.000-an.

“Beli yang 2.000 deh!” kata Ayu. Anak kecil itu memberikan bungkus bobocok itu kepada Ayu.
“Kakak gak beli?” tanya anak itu kepada Citra.
“Boleh deh, kakak beli yang 2.000-nya dua ya!” kata Citra sambil memberikan uang dua ribuan dua kepada anak itu.
“Terima kasih,” Ayu dan Citra pergi ke kelas dan segera memakan bobocok itu dengan lahap.
“Enak ya!” kata Citra sambil makan bobocok itu. Besok Ayu akan pergi membeli bobocok itu lagi.

Demi BoBoCoK!

Cerpen Karangan: Fathiya Hasna Khairunisa
Namaku Fathiya Hasna Khairunisa atau akrab disapa Hasna.

Cerpen BoBoCoK (Bola-Bola Cokelat) merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Misteri Piano Tua

Oleh:
“Piano itu berhantu, Shel,” sahut Kenny. Aku tertawa mendengarnya. Apa kata Kenny tadi? Hantu? Hahaha…, di zaman Komputer seperti ini masih ada hantu?? Ada ada saja sepupuku itu. Hay

Indonesiaku

Oleh:
Di bawah kibaran merah putih, kami berbakti. Di bawag kibaran merah putih, kami mengabdi. Di bawah kibaran merah putih, kami berjanji. Merah putihku, jayalah bangsaku. Kami akan selalu mengabdi

Menanam Seribu Pohon

Oleh:
Pagi itu, suara Ibu membuatku terbangun dari tidurku. Tak tahunya, ibu ingin mengajakku pergi ke taman untuk menghadiri acara menanam seribu pohon di desaku jam 08.00 nanti. Aku pun

Kucing Kesayangan Isabel

Oleh:
Isabella Anastasta itulah namaku. Aku kerap disapa Isabel. Nama bundaku adalah Ilena Anastasya. Nama ayahku Ilyasa Ramadhani. Aku juga punya kucing kesayangan. Ia bernama Prety. Prety itu kucing anggora

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *