Buah Buahan

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Anak
Lolos moderasi pada: 22 August 2020

“Grisel!! Grisel!! Grisella!” teriakan khas kakakku, membuat kaca rumah hampir pecah. Dengan ogah-ogahan, aku offline dan menutup netbook-ku. Aku segera turun ke lantai bawah, menghampiri Kak Jelitha. Sesuai namanya, kak Jelitha memang cantik jelita. Aku juga mengaku, dia sangat cantik! Dia juga idola di sekolah, lho… Sayang, suaranya cukup cempreng, salam damai Kak!

“Apa, kak?” tanyaku malas. Dia tidak menjawab. Dia malah mengajakku (baca: menyeretku) menuju kebun di belakang rumah. Kebun tersebut sangat dirawat baik sama Kak Jelitha dan Bunda. Ada buah, sayuran, beberapa pohon beringin dan bunga. Kak Jelitha menyerahkanku keranjang rotan. “Kamu memetik apel disitu, Sell!” suruh Kak Jelitha seraya menunjuk pohon apel yang berbuah lebat.

Aku memetik apel yang merah menyegarkan. Pohonnya tidak terlalu tinggi, jadi gampang memetiknya. Aku meletakkan sekeranjang apel di bawah pohon beringin. Kami sibuk memetik banyak buah. Apel, jeruk, jambu, mangga, semangka, timun, dll.

Setelah membantu Bunda dan Kak Jelitha mengangkut keranjang buah ke dapur, aku merebahkan diri di kasur. Tanpa sadar, aku tertidur saking kelelahan.

Bau harum dari dapur, membuat perutku sudah berdisko. Sehabis menyisir rambutku yang agak basah dan mengikatnya, aku bergegas menuju dapur. Ternyata, Bunda membuat makanan dari buah yang kupetik bersama Kak Jelitha. Pai apel, puding yang di dalamnya ada jeruk, es krim dengan irisan semangka, es jus jambu, irisan mangga manis dan nasi goreng dengan potongan timun. Semua tersaji di meja makan. Kak Jelitha juga datang. “Eh, dik Grissel, Litha! Silakan makan…” sapa Bunda hangat.

Kami segera menikmati makanan buatan Bunda. Enak…!!! Kami bercanda ria tanpa Papa. Eitzzz… Jangan salah! Papa sedang dinas ke Sulawesi selama 1 bulan setengah.

“Apa ini, Bun?” tanyaku saat bunda memberiku sekantong kresek besar. “Isinya ada Mangga, jambu biji, jambu air, semangka, dan jeruk. Semua sudah dipotong dan terpisah, diwadahin! Nanti… Makan sama-sama teman sekelas, pas istirahat, ya, Grisell!” ujar Bunda.

Sesampai di sekolah, tepatnya di kelas, semua yang berada di kelas menoleh ke arah kresek yang kutenteng. “Apa itu, Sell?” tanya Qinta. “Ini ada macam buah-buahan!” jawabku. “Nanti dimakan bareng-bareng, pas istirahat!”
“Aku bawa se-termos jus stroberi!”
“Aku bawa pai apel banyak banget!
“Aku juga bawa puding mangga, melon dan sirsak! Ada 3 bungkus!
“Aku cuma bawa kripik pisang, tapi ada 7 bungkus besar!”
Wah, banyak yang membawa olahan buah.

Saat istirahat, kami berpesta makanan dari olahan buah. Bahkan saking banyaknya, kami juga memberikannya pada wali kelasku dan anak kelas 5 & 4. Pesta yang menyenangkan.

Cerpen Karangan: Alyaniza Nur Adelawina
Facebook: Alya Aniza
maaf jelek. lagi gak banyak ide. maaf juga terlalu singkat, batrei sekarat. Jaa ne!

Cerpen Buah Buahan merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Guruku Inspirasiku

Oleh:
Inilah aku seorang gadis berumur 12 tahun yang mengejar mimpi. Namaku Aisyah, aku adalah salah satu siswi di SMP yang ada di Magelang. SMP-ku termasuk ke dalam SMP yang

Pelangi untuk Mia

Oleh:
Hari ini Mia sangat bersemangat. Dia telah menyelesaikan tugas melukis yang diberikan minggu lalu. Mia juga tidak sabar melihat hasil karya Anna. Anna adalah teman dekat dan juga saingan

Pikir

Oleh:
Siang itu, Miao Li mengajak Adito membeli barang keinginan mereka. “Kita akan beli barang favorit kita,” kata Miao Li. “Benarkah?” tanya Adito. “Tentu, benda di sana pasti bagus,” jawab

Hantu Bawah Tangga

Oleh:
Waktu itu saya masih berumur 9 tahun, waktu itu ada sebuah tulisan di mading sekolah SD saya yang mengatakan bahwa dulu ada alumni sekolah saya ini, mempunyai dendam kepada

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *