Buku Lovers

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Anak
Lolos moderasi pada: 9 May 2013

“Kak! Aku mau ke Buku Lovers dulu, ya!” ujar Lily kepada Kakaknya, Kak Milla.
“Iya, jangan lama-lama!” jawab Kak Milla. Lily pun tersenyum senang dan segera berjalan menuju Buku Lovers karena letaknya tak jauh dari rumahnya. Oh ya, pasti kalian bertanya-tanya Buku Lovers itu apa? Buku Lovers itu adalah sebuah klub yang anggotanya adalah para pecinta buku. Buku Lovers ini sudah mempunyai perpustakaan pribadi lho. Perpustakaan ini juga digunakan sebagai tempat berkumpul para anggota. Tentang acara yang ada di sini beberapa diantaranya adalah, pertama, setiap bulannya para anggota diharuskan menyumbangkan maksimal 5 buah buku untuk di simpan di perpustakaan Buku Lovers dan sebagiannya akan disumbangkan. Kedua, Buku Lovers selalu mengadakan pertemuan sesama anggota, tujuannya adalah agar bisa saling mengenal lebih dekat lagi. Ketiga, di sini juga diadakan kuis-kuis menarik melalui email dan pemenangnya bisa mendapatkan hadiah. Keempat, setiap minggunya selalu diadakan pengarahan dalam memilih buku dan memahami isi buku dengan baik. Dan yang terakhir, selalu ada souvenir menarik setiap minggu.

“Lily! Mau ke Buku Lovers ya?” ujar seseorang yang tiba-tiba menghampiri Lily, ternyata Neyla, sahabat Lily yang juga anggota Buku Lovers.
“Eh, Neyla! Iya, kamu juga mau ke sana, kan?” jawab Lily.
“Tentu… bareng, yuk!” ajak Neyla, Lily hanya mengangguk tanda setuju. Lalu, mereka berdua pun berjalan santai menuju Buku Lovers yang letaknya sudah dekat.

Tak lama kemudian, mereka pun sampai di Buku Lovers dan mereka bergegas menuju lantai dua, tempat di mana para anggota berkumpul.
“Assalamualaikum!” ucap Lily dan Neyla sesampainya mereka di lantai dua.
“Waalaikumsalam!” jawab para teman mereka di Buku Lovers.
“Hai! Lagi pada ngapain nih? Acaranya belum di mulai kan?” tanya Lily seraya menghampiri salah satu temannya, Bella. Hari ini memang akan ada acara yang sangat penting bagi Buku Lovers, karena klub ini akan kedatangan tamu spesial, yaitu Menteri Pendidikkan. Beliau tertarik dengan klub Buku Lovers karena dapat meningkatkan sikap gemar membaca bagi para remaja.
“Hai! Acaranya belum di mulai kok! Tapi… kita di suruh Kak Bill untuk beres-beres ruangan saja! Bantu, lho…” jelas Bella diselingi tawa.
“Ya, tentu…” jawab Lily seraya memanggil Neyla.
“Neyla! Ayo kita beres-beres! Aku ambil sapunya ya” ujarku kepada Neyla yang masih menyapa teman-teman Buku Lovers.
“Iya, terima kasih…” jawab Neyla. Lily pun segera mengambil dua buah sapu, satu untuknya dan satu lagi untuk Neyla.
“Lily! Mudah-mudahan dengan datangnya Menteri Pendidikkan ke sini… Buku Lovers jadi tembah terkenal ya” gumam Neyla.
“Ya, semuanya mengharapkan itu,” jawab Lily. Mereka berdua pun sibuk menyapu dan berbincang-bincang.
Setelah semua ruangan bersih dan rapi, para anggota Buku Lovers beserta para Senior segera berkumpul di lantai 2.

Sekitar 15 menit lagi sang Menteri pendidikkan akan datang. Hati para anggota Buku Lovers sangat senang tidak terhingga, ini adalah harapan mereka selama ini, harapan mereka adalah Buku Lovers dapat berkembang pesat dan bisa go international.

Buku Lovers sudah berdiri sejak 20 tahun yang lalu. Organisasi ini didirikan oleh sekelompok remaja muda yang sangat menggemari berbagai kegiatan yang berhubungan dengan Buku. Awalnya hanya ada 3 orang anak yang berpatisipasi masuk ke dalam Buku Lovers, tapi akhirnya, berkat kerja keras semua pihak, anggota Buku Lovers mulai bertambah. Setelah anggota Buku Lovers mencapai 95 orang, Senior yang mendirikan Buku Lovers berencana untuk membuat tujuan dan misi dalam organisasi Buku Lovers. Mereka semua pun berunding setiap seminggu sekali untuk mendapatkan tujuan dan misi yang tepat. Sampai akhirnya, mereka semua mendapatkannya. Suatu hal yang menyenangkan memang, tapi… tidak saat itu, salah seorang penggagas Buku Lovers meninggal akibat penyakit ginjalnya. Sejak saat itulah, tujuan dan misi yang baru saja di buat tidak mempunyai suatu arahan yang baik, semuanya mulai tidak terkendali. Sampai akhirnya, anggota Buku Lovers berkurang menjadi 40 orang.

Banyak sekali ujian yang terjadi di organisasi Buku Lovers ini, mulai dari meninggalnya salah satu penggagas, kegagalan dalam berbagai kegiatan, korupsi uang kas oleh bendahara, sampai minimnya anggota yang ingin berpartisipasi. Akhirnya, untuk mengurangi masalah-masalah tersebut, generasi ke sepuluh yang memimpin Buku Lovers berencana untuk membangun dan membenahi kembali Buku Lovers. Caranya adalah dengan memilih anggota yang benar-benar setia dengan buku, jujur, bijaksana dan mempunyai rasa ingin tahu yang besar. Sejak cara itu diterapkan, Buku Lovers mengadakan berbagai tes untuk dapat masuk ke Buku Lovers. Dan ternyata, usaha itu tidak sia-sia, banyak anggota yang masuk ke Buku Lovers, dan ternyata mereka bukan tidak ingin masuk ke organisasi Buku Lovers sejak dulu, melainkan mereka di ancam oleh seseorang yang melarang keras mereka agar tidak masuk ke Buku Lovers. Orang yang mengancam itu adalah sang mantan Bendahara Buku Lovers. Ternyata ia menyimpan dendam kepada salah satu penggagas Buku Lovers yang meninggal dan ternyata ‘penggagas’ Buku Lovers itu meninggal bukan karena penyakit ginjal, melainkan karena ulah jahat sang mantan Bendahara. Semalam sebelum ‘penggagas’ itu meninggal, sang mantan Bendahara mendatanginya di rumah sakit, saat itu ia memang sedang di rawat inap karena penyakit ginjalnya.

“Selamat malam, Putri…” ujar sang mantan Bendahara. Di tangannya, terlihat sebuah botol kecil yang berisi cairan putih mengilap.
“Syll?! Ada apa kau kesini! Kau pengkhianat Syll…” ucap si ‘penggagas’ dengan nada suara yang agak serak dan sesak.
“Pengkhianat? Ya… Aku memang pengkhianat! Tapi Aku bukan hanya sekedar Pengkhianat… Aku juga seorang pendendam yang sangat amat dendam kepadamu! Sekarang adalah saatnya…” ujar sang mantan Bendahara, saat itu pula ia memaksa si ‘penggagas’ untuk membuka mulutnya. Karena si ‘penggagas’ itu menolak, akhirnya ia pun di paksa, saat mulut si korban sudah terbuka, dengan leluasa pelaku menuangkan cairan yang berada di dalam botol kecil tadi. Seketika itu pula, si korban mengeluarkan busa dari mulutnya, dan… si pelaku lari entah kemana. Dan sampai saat ini kajadian itu masih sangat tertutup rapat, sangat rahasia.

Setelah 15 menit berlalu, sang Menteri Pendidikkan datang dengan beberapa orang pendampingnya. Saat itu acara berjalan sangat meriah, sampai akhir acara, semua berjalan dengan lancar. Dan di akhir acara, terjadi kejadian yang sangat membahagiakan, ternyata sang Menteri memberikan sejumlah beasiswa kepada beberapa anggota yang berprestasi. Dan bukan hanya itu, beliau juga berjanji untuk membuat organisasi Buku Lovers menjadi organisasi yang go international, semua yang ada di acara itu tersenyum bahagia penuh dengan kebahagiaan yang sangat, tapi… tidak dengan seseorang! Dia adalah… Syll! Sang Mantan Bendahara.

Cerpen Karangan: Fadillah Amalia

Cerpen Buku Lovers merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Arti Yang Sesungguhnya

Oleh:
Pada suatu hari ada lima sahabat. Mereka slalu bersama. Mereka memang cantik-cantik, mapan (kaya) dan sangat populer di sekolahnya tapi sayangnya mereka sombong dan angkuh. Saat mereka pergi ke

Liburan Ke Telaga Sarangan

Oleh:
“Huft! mana sih Yuvita?!” gumam Savila seraya menatap jam tangan yang melingkar pergelangan tangannya. Savila Finsya Zalita dan Yuvita Naifah Rafsya adalah sepasang sahabat. Mereka tinggal di dusun Banyumeneng,

Diary Ellen

Oleh:
Aku Audrey. Audrey Yisha Anggata tepatnya. Aku tergabung dalam sebuah geng. Geng persahabatan. Namanya GAC. G: Lisha Givha Ulna (Givha) A: Audrey Yisha Anggata (Aku) C: Alina Cila Hisya

Pemilihan Ketua Kelas

Oleh:
Di kelas tiga akan diadakan pemilihan ketua kelas. Pemilihan dipimpin oleh ibu Guru. Calon ketua kelas ada tiga orang. Yaitu anddry, mira dan anton. “Bagaimana anak anak kalian setuju

Ibuku Sayangku

Oleh:
Aku kesal sama mama. Mama tak mengajakku jalan ke mall. Alasannya nilaiku jelek! “Huuh, sebel deh!” Gerutuku. “Uph, kasihan deh lo!” Ejek riri, adikku yang habis diajak jalan sama

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *