Cerpenmu

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Anak
Lolos moderasi pada: 17 February 2018

“Aurel!” Panggil seseorang. Aku menoleh, ternyata Andin, sahabatku.
“Ada apa, Ndin?” Tanyaku. Oh, ya namaku Aurellia Princess Detya biasa dipanggil, Aurel atau Detya aku kelas 6 International Plus School (IPS).

“Rel, aku lagi bad-mood nih, bisa tolong kasih saran gak? Biar, aku gak bad-mood.” Katanya.
“Ehmm.. menurut, aku sih buka saja situs cerpenmu.com itu bagus kok!” Seruku.
“OK!” Jawabnya.

“Ehh.. hari ini ada pelajaran Kimia berarti, kamu bawa laptop dong?” Tanyaku.
“Yupp, memang buat apa?” Andin, balik bertanya.
“Buat buka Cerpenmu, lahh.” Kataku.
“Oh, ya!…” Ucapannya, terpotong karena bel masuk berbunyi.

Aku, dan Andin masuk kelas masing-masing, aku 6-B, dan Andin 6-C, bagi kita berbeda kelas tidak masalah untuk bersahabat, hehehe. Jadwalku, dan Andin juga sama. Pelajaran pertama Matematika, gurunya, guru paling killer di sekolah, Mr. George biasa dipanggil Mr. Gege, kedua Kimia, yang ini guru yang paling baik di sekolah Ms. Lyly, lalu istirahat.

“Andin, bawa laptop ke kantin ya.” Kataku.
“OK!” Jawab, Andin.

Di, kantin Andin membuka situs Cerpenmu.
“Hahaha, thanks ya Rel karena kamu aku jadi gak bad-mood lagi.” Kata, Andin.
“Your welcome!” Seruku, sembari tersenyum.

THE END

Cerpen Karangan: Aurellia Shalom S.
Facebook: Aurellia Shalom Salman
My Instagram: @shalomsalman

Cerpen Cerpenmu merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

WhatsApp


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Perahu Pelangi

Oleh:
Di tengah hutan terdapat rumah mungil, di rumah itu tercium bau kue wangi dan enak, ternyata si warak sedang memasak kue lumpia kesukaannya sambil bernyanyi, di tempat warak memasak

Kisah Sendal Jepit

Oleh:
Iin berjalan sendirian. Dari kedua matanya tampak bekas air mata yang sudah mengering. Di tangannya memegang sebuah bungkusan tas plastik warna hitam, entah apa isinya. Hari sudah siang, matahari

Uang Bukan Segalanya

Oleh:
Kekesalanku pada Donna masih terasa. Dia menganggap semua bisa dibeli dengan uang. Dia pikir membuat cerpen itu gampang? Seenaknya merobek dan menginjak ceroen orang. “Zena!” Seseorang memanggilku. “Lina? Ada

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *