Chazy yang Malang

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Anak
Lolos moderasi pada: 29 August 2018

Beberapa hari yang lalu, ada seekor ibu kucing yang baru melahirkan tiga ekor kucing kecil. Beberapa jam kemudian, ia pergi dengan kedua anaknya saja, yang satu ditinggalkan.

Aku sering melihat anak kucing yang ditinggalkan induknya itu mencari makan sendiri di tong-tong sampah milik tetanggaku. Ia juga sering dipukul, ditendang, bahkan disiram oleh mereka. Padahal ia hanya meminta ‘sisa’ makanan mereka. Aku sangat kasihan melihatnya.

Pada suatu sore, saat hujan deras mengguyur, aku melihat kucing itu sedang berteduh di garasi rumah tetanggaku. Rupanya ia kedinginan. Aku bergegas mengambil payung dan keluar untuk mengambil kucing itu, dan kubawa pulang ke rumah. Lalu aku bertanya pada ibu apakah aku boleh memelihara kucing itu. Ibu membolehkanku, asalkan kotorannya tidak di sembarang tempat. Aku pun mengangguk.

Aku mengambil kardus dan handuk tidak terpakai untuk alas kucing itu agar tidak kedinginan. Aku meletakkannya di kolong tempat tidurku. Aku juga menyiapkan baskom berisi pasir untuk kotorannya. Aku memanggil kucing itu dengan sebutan ‘Chazy’. Sekarang kucing itu tidak tersiksa lagi, dan aman bersamaku.

Cerpen Karangan: Cicilia Rohmawati
Blog / Facebook: Cici Chuy
Hai… Kenalin namaku Cicilia Rohmawati, panggil saja Cici.
Aku tinggal di Batu, Malang, Jawa Timur.
Sekarang aku duduk di kelas 1 SMP di SMP MA’ARIF 03 Kota Batu.
Aku memiliki hobi menggambar, menari, dan menulis cerita.
Saat besar nanti, cita-cita ku ingin menjadi arsitek atau penulis cerita. Cukup disini saja ya info tentang aku… Selebihnya bisa dilihat di Facebook pribadiku Cici Chuy.

Cerpen Chazy yang Malang merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Benarkah Kak?

Oleh:
Di tepi hati nan lara, terusik kata tajam yang menusuk, layaknya angin mencekam yang menembus pori-pori jiwa. Walau usia semuda pucuk daun teh, angin yang merajam tetap dirasa, bahkan

Penyesalan Kesombongannya

Oleh:
Feliza anak yang sombong, kaya, pintar, jutek dan kasar. Ia sekolah di SD Darma Agung 2. Semua anak enggan berteman dengannya. Hampir satu sekolah sangat membencinya. Suatu hari, teman-teman

Piala Untuk Riska

Oleh:
Aku mempunyai saudara kembar. Namanya Riska. Wajah kami sama. Dan, hobi kami juga sama, yaitu bermain basket. Sore hari, kami sedang bermain basket. Tiba tiba bola basket yang aku

Luki Mencuri Jambu

Oleh:
Hari itu hari minggu. Langit mendung dan hujan mulai turun. Semakin lama, hujan turun semakin deras. Luki yang sedari tadi hendak pergi bersama teman-temannya terlihat kesal. Ia memajukan bibir

Intan Dan Peri Maya

Oleh:
“Kukutuk kau menjadi kucing” kutuk ibu peri kepada peri maya Peri maya dikutuk kerena kesalahannya yang tidak sengaja membunuh kucing kesayangan ibu peri. “Maafkan saya ibu peri saya tidak

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *