Cita Citaku

Judul Cerpen Cita Citaku
Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Anak, Cerpen Penyesalan
Lolos moderasi pada: 20 April 2013

Namaku Naura Elizabeth, aku terlahir diantara keluarga yang berkecukupan. Aku mempunyai dua adik laki laki. Mereka kembar, namanya Marco dan Marvel. Kedua adik kembarku sekarang kelas 1 SMP. Sedangkan aku kelas 3 SMP. Ayah, sudah lama pergi meninggalkan kami, sekarang aku hanya punya ibu dan adik kembarku. Sejak kecil Ku bercita cita ingin menjadi seorang dokter.

“Naura, cita cita kamu apa?” tanya guruku kepadaku saat pelajaran berlangsung
“cita cita saya dokter bu!” seruku kepada Bu Ani
“Naura mau jadi dokter? Dokter apa? Paling dokter jadi jadian” ejek Kevin teman sekelasku
“eeh Naura aku yakin cita citamu enggak akan tercapai! Kamu kan orang miskin. Mana mampu ibu mu membiayaimu sekolah. Hahaha” ejek Kevin lagi
Semua teman temanku menertawakan ku.

Bell pulang sekolahpun berbunyi. Saatnya pulang sekolah.
“Naura… Tunggu!” seru anak laki laki yang dari tadi mengejakku.
“eeh Rio. Apa apa?” tanyaku
“aku tau, betapa sakitnya perasaanmu tadi” kata Rio
“uumm, nggak pa-pa kok” jawabku sambil tersenyum
“maafin perkataan sepupuku ya, Kevin memang begitu. Nanti akan ku beritahu papanya, biar dia dimarahin” kata Rio
“enggak usah. Perkataan Kevin tadi memang bener kok” jawabku sambil meninggalkan Rio.

Sampai dirumah Marco dan Marvel sedang mengerjakan Pe-eR.
“kak Naura kenapa? Kok kaya habis nangis?” tanya Marvel yang penuh perhatian
“enggak pa-pa kok” jawabku meyakinkan mereka.
Akupun masuk ke kamarku dan Mengganti baju.
“kak minggu depan kakak UN ya? Belajar ya kak, supaya kakak bisa mencapai cita cita kakak” kata Marco
“iya Marco. Makasih atas semangatnya” jawabku.

Seminggu kemudian…
“hari ini aku UN. Tuhan bantu aku. Semoga apa yang aku pelajari selama ini bermanfaat” permohonanku dalam hati.
Selama 4 hari aku mengikuti UN. Bagiku itu tidak terlalu sulit. Karena itu sudah ku pelajarkan.

Dua bulan kemudian…
Akhirnya, hari yang ku tunggu tunggu datang juga. Hasil UN pun keluar.
“ibu, Naura bisa masuk SMA favorit bu, dengan beasiswa!” seru ku kepada ibu. Ibupun memelukku sambil meneteskan air mata.

10 tahun kemudian…
Kini aku sudah menjadi seorang dokter.
“Dok, ada pasien yang datang. Kebetulan dia tidak mampu. Gimana dok?” tanya seorang suster kepadaku
“siapa nama pasien itu sus?” tanyaku
“Kevin Andersson Dok!” kata suster itu
“Haah? Kevin Andersson? Dirawat saja dia. Dan segala bayarannya saya yang tanggung!” jawabku kepada suster itu.
Suster itu sangat terkejut.

Saat suster datang ke kamar dimana Kevin dirawat, dia memberitahu bahwa bayaran rumah sakit dan segala pengobatan telah dibayar lunas oleh Dokter. Naura Elizabeth. Betapa terkejutnya Kevin.
“suster bisa kah saya bertemu dokter itu?” tanya Kevin kepada suster itu.
“ooh bisa Pak!” kata suster.

Saat aku bertemu dengan Kevin. Ia langsung meneteskan air mata. Terima kasih Dok, maafkan aku jika dulu telah mengejekmu. Saat ini, aku butuh bantuanmu, tolong lah aku” kata Kevin
aku hanya tersenyum dan menolong Kevin dalam pengobatannya.

Cerpen Karangan: Natalia Melati
Blog: nataliamelati.blogspot.com
Facebook: https://www.facebook.com/natalia.pangaribuan1
Namaku Natalia Melati, Aku kelas 7, aku sekolah di SMP NEGERI 259 Jakarta. follow twitterku ys @Natalia_Pangrib. bye

Cerita Cita Citaku merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Misteri Pencuri Buku

Oleh:
Hai! Namaku Priska. Aku bersahabat dengan Angelia. Dialah temanku dari dulu. Dia yang baik denganku. Aku punya perpustakaan. Biasanya ia membantuku menjaga perpustakaan. Di sekolah… Aku membaca buku baru

Musyawarah Untuk Mufakat

Oleh:
“Aku harus belajar untuk ujian nanti”, kata Andri. Seminggu lagi akan diadakan ujian, jadi Andri harus belajar giat. Teman-teman Andri banyak yang sudah mempersiapkan catatan kecil untuk menyontek. Lain

Vivin yang Humoris

Oleh:
Kriing… kriing..!!! Bel tanda masuk sekolah telah berbunyi. Aku dan teman-temanku segera berbaris di depan kelas. “Siiaaappp… grak!” atur Julio, ketua kelas 6 B. Aku melirik sejenak salah seorang

Amarylis

Oleh:
“Hei, kenapa kamu marah kubilang cantik?” Galih menarik tanganku. “Jangan merayuku lagi! Aku nggak suka!” “Tapi aku suka.” “Galih..!!!” Buku yang kupegang spontan melayang padanya. Itu lima tahun lalu.

Aku dan Keegoisanku

Oleh:
“Aku hanya ingin berdiri saja disini, jangan ganggu aku!.” Kalimat itu aku berikan untuk Kak Gee yang setengah jam yang lalu mengajakku beranjak pergi dari tempat ini, tempat yang

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply