Cobaan

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Anak, Cerpen Pengalaman Pribadi
Lolos moderasi pada: 14 December 2015

Namaku Clara Jennefy, umurku 11 tahun aku tinggal di Tasikmalaya. Aku sekolah di SD Gombyong 3, kelas 6. Di kelas aku dipilih sebagai wakil ketua kelas, aku sudah menjadi wakil ketua kelas selama 4 tahun dari kelas 3 sampai sekarang. Setiap kali ketua kelas tidak masuk, dan ada suatu masalah aku jarang sekali marah. Sekarang, pelajaran Matematika gurunya tidak masuk jadi, memberikan tugas pada kami. Seperti biasa, yang lain tidak pernah mengerjakannya dan aku selalu selesai mengerjakannya di awal waktu. Setelah mengerjakan, terkadang aku membuat cerita atau menggambar. Kalau sekarang, aku memilih untuk menggambar.

“Clara! marahin dong si Gipul, ngeganggu terus!” Luna menggoyang-goyangkan tubuhku.
“Gipuu! jangan ganggu cewek!” Teriakku, lalu Luna meninggalkanku tanpa berkata apapun bahkan terima kasih.

Setelah mengadu padaku, biasanya anak cewek maupun cowok langsung main atau mengobrol lagi. Beberapa menit berlalu, guru yang sedang megajar di kelas lain mungkin merasa terganggu sehingga mereka datang ke kelas kami dan minta untuk tidak berisik. Tapi tetap saja kelasku berisik. Awalnya, aku diam saja melihat kelasku berantakan. Tap karena lama kelamaan, itu membuatku terganggu sehingga sesuatu terjadi. BRUK!!! semua diam, hening, tak ada suara.

“Bisa gak sih kalian diem?! kalian itu bukan anak-anak lagi, udah mau lulus SD tapi kok sifatnya masih kayak gitu terus sih?!” Aku berbicara sekeras-kerasnya.
“Ya karena kita mau lulus kan kita harus membuat kenangan, seperti bermain sepuasya!” Bantah Nita, lalu semuanya mengiyakan.
“hhh… harusnya kalian jadi contoh yang baik buat adik kelas kalian, karena sebentar lagi kalian lulus SD, mikir dong! masa kayak gitu aja harus diceramahin? ya udah deh, kalian boleh ngapain aja, tapi jangan sampai ganggu aku!” Jelasku panjang lebar, semuanya langsung kembali pada kesibukannya masing-masing, namun kini tidak terlalu berisik.

Karena aku tidak bisa apa-apa lagi, aku tulis semua orang yang tidak mengerjakan tugas. Tentu saja, 98% murid di kelas ini dapat hukuman. Dan mungkin setelah itu, mereka akan kapok. Keesokanya. Hari ini guru Matematikanya masuk, aku memberikan catatan yang kemarin ku tulis. Ketika Pak Sudorsuyonoti melihatnya, wajahnya tampak merah seperti tomat matang. Dia menghukum sebagian besar murid kelasku membersihkan satu sekolah ini.

The End

Cerpen Karangan: Syifani Abdillah Alghifari
Suka menggambar, suka baca komik dan lainnya. Sebenarnya ini cerita asli hidupku saat aku kelas… 5 atau 4 hehe, aku lupa. Tapi aku mengubah beberapa adeganya. Oh iya, kalian jangan seperti itu ya! mara-marah mulu. Hidup ini pasti ada cobaan setiap hari dan setiap waktu, tapi untuk para pembaca harus sabar ya!

Cerpen Cobaan merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

WhatsApp


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Aku Menyesal

Oleh:
Hai namaku eka, aku punya sahabat namanya nia, nia adalah sahabat terbaikku dari kelas 5 SD sekarang, aku dan dia beda sekolah dan jarang bertemu, tapi jarak tak memisahkanku

Field Trip Seru

Oleh:
“Assalamualaikum anak anak…” terdengar salam tegas yang membuat kelas yang tadinya ricuh menjadi sunyi “Waalaikum salam bu…” terlihat ada Bu Susi yang berada di pintu, Bu Susi itu termasuk

Rose Mary

Oleh:
“Dan peri-peri itu akhirnya bebas dari kejaran ratu yang jahat. Tamat.” Ibu mengakhiri dongeng itu, kemudian mengecup dahi dan pipi Mary sebelum tidur. “Ibu, apakah Ibu juga percaya peri

Membuat Kue Pancake Bersama

Oleh:
Halloo, namaku Rayna Salsabila biasanya dipanggil salsa. Aku mempunyai 2 sahabat, dan juga mempunyai teman dekat diantaranya adalah Anisa, Haya, Zila, Lita, Zahra dan Yani. Pada suatu hari seusai

Liliana Story

Oleh:
Liliana Roxel adalah gadis sederhana yang tinggal di tepi hutan. Umurnya kini sudah mulai menginjak 10 tahun. Liliana diurus oleh neneknya, Neneknya bercerita bahwa orangtua Liliana sudah meninggal. Tetapi

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

4 responses to “Cobaan”

  1. Nayla ^v^ says:

    Udh bgus, tpi konflikny kurng keliatan, dipanjangin lagi y.
    Good Job
    Yoroshiku

  2. ai sopiatul says:

    hai kak syifani, udah bagus cerpen-cerpennya.
    aku juga dari tasikmalaya,
    good job ka.

  3. kanamaka says:

    belajar terus ya ka syifani…salam keren

  4. Tsania Zahirah Almas says:

    Bagian yg marah marah dibanyakin dong! Aku suka baca cerpen yg marah marah…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *