Daun Perak

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Anak, Cerpen Dongeng (Cerita Rakyat)
Lolos moderasi pada: 13 March 2014

Pada suatu hari di kerajaan Bahatera hidup seorang raja Nicolas dan ratu Alina, mereka mempunyai anak yang bernama Nick. Pangeran Nick dikenal sangat baik, suka menolong, ramah. Pada suatu hari, saat pangeran berumur 10 tahun ibundanya atau sang ratu Alina sakit-sakitan. Lalu dipanggilkan seorang dokter kerajaan, katanya “sang ratu bisa sembuh asalkan meminum air daun perak yang berada di hutan kegelapan”. hutan kegelapan terkenal sangat gelap, banyak hewan buas, dan suara-suara yang misterius.

Pangeran merasa sedih, gelisah dengan keadaan sang ibundanya. lalu diam-diam saat malam tiba ia kabur dari istana untuk mencarikan daun perak untuk sang bunda. Sampailah ia di sebuah desa yang sangat terpencil yang berada di tengah-tengah hutan sumber dan hutan kegelapan. Sebelum sampai di sebuah desa kecil atau yang disebut desa litel, ia di hutan sumber mencari bahan makanan untuk bekalnya. Hutan sumber dan hutan kegelapan sangat beda hutan sumber berisi sumber-sumber makanan untuk manusia.

Sesampainya ia di desa litel semua warga menyambut sang pangeran tetapi sang pangeran melarang warga untuk melaporkan bahwa pangeran kabur dari istana. Tanya salah satu warga litel “Pangeran Nick, kenapa pangeran kabur dari istana?” pangeran Nick menjawab “saya ingin pergi ke hutan kegelapan untuk mencari daun perak, karena ratu Alina sakit” jelas pangeran Nick yang kecil itu. Hingga salah satu warga yang umurnya kira-kira setara dengan pangeran Nick mengacungkan jari “maaf pangeran saya akan membantu pangeran mencarikan daun perak, Cuma hanya saya dari warga sini yang pernah mengunjungi hutan kegelapan” tawar anak itu yang bernama Liko. Seorang warga lain membenarkan “iya pangeran Cuma Liko satu-satunya anak kecil yang berani masuk ke hutan kegelapan” terang warga itu “biarkan kami bertiga juga ikut untuk menjaga kalian” tawar pemuda yang bernama, John, Now dan Stev. Pangeran pun menerima tawaran mereka “baiklah kalian boleh ikut, saya suka sekali dengan warga litel sangat suka menolong”. Semua warga berterimakasih.

Esoknya pangeran dan Liko, John, Now, Stev bersiap-siap untuk berangkat menuju hutan kegelapan. Pangeran dan kawan-kawannya berpamitan.

“Di tengah hutan sungguh gelap, pohon-pohon besar nan rimbun menghalangi cahaya matahari masuk ke hutan sehingga tanah yang berada dihutan terlihat lembab” jelas Liko yang pernah masuk ke hutan ini.
Tiba-tiba ada suara kreessek.. kreessekk… di balik alang-alang semua bersiap-siap jika itu binatang buas. Dan ternyata benar 3 buah macan menghadang mereka, mereka semua ketakutan.

Jhon, Now dan Stev mengambil ranting untuk melawan macan itu, tetapi mereka kalah cepat dengan seorang 2 perempuan yang memanah macan itu dengan cepat semua kaget. “yes dapaat..” kata salah satu gadis itu, dan yang satunya ikut senang “kau hebat Nila” dan gadis yang benama Nila berkata “pergi kau macan pergi” macan itu pun lari “hebat kan Lil, terimakasih kalian sudah mendiamkan macan ini dan aku bisa leluasa memanahnya” pangeran Nick berbicara “2 orang perempuan ada di dalam hutan kegelapan apa kalian tidak takut?” Lil berkata “tidak kami tenggal bertiga bersama nenek kami, nila lihat lelaki itu” Lil menunjuk Liko “dia kan yang kita selamatkan dari singa” “iya” kata nila. Liko pun berkata “jadi kalian?, terimakasih ya..? terimakasih” Nila menjawab ucapan liko “tak apa, apa kau terluka waktu itu?” liko menjawab “hanya cakaran” hingga john berkata kepada nila dan lil “apa kalian tau daun perak? Kami membutuhkanya” lil menjawab pertanyaan john “untuk apa?” john pun berkata “untuk ratu Alina dan ini pangeran Nick” nila dan lil pun bersujud dengan pangeran nick “maafkan kami kami tak tahu” pangeran Nick berkata “tak apa jadi kalian tau daun perak?” nila berkata “mari di rumah kami ada banyak kami menanam tumbuhan itu”. Dan mereka semua menuju rumah nila dan lil.

Sesampainya di rumahnya “lihat ini banyak sekali kan daun perak itu” pamer nila. “wah warnanya bagus boleh kita minta benihnya untuk ditanam” kata Stev “wahh kau pintar stev jadi kita nggak perlu ke hutan kegelapan” sergap now. Begitu juga dengan liko “yah.. pintar”. “silahkan ambil saja” kata lil.

Menjelang sore mereka berlima berpamitan. Dan pangeran menuju ke istana semua warga istana panik. “ayah aku mendapatkan daun perak” kata pangeran kepada raja. Beberapa hari kemudian keadaan ratu sangat membaik dan warga-warga istana semua menanam daun perak untuk menghiasi rumah mereka. Pemerintah istana memberi jalan antara desa istana dan desa litel. Istana Bahatera semakin jaya, dan rakyat hidup senang.

Cerpen Karangan: Agnes Sekar
Facebook: Agnes Sekar

Cerpen Daun Perak merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Tinggal Kenangan

Oleh:
“Kring kring kring!” Jam dering sudah berbunyi. Saatnya aku mandi bersiap siap untuk Sekolah. Di ruang makan… “Zikha kamu jangan nakal ya sayang!” Nasehat Ibu “Baik bu,” jawab Zhika.

Mimpi Si Anak Kambing

Oleh:
Abil adalah bocah laki-laki berusia 7 tahun yang duduk di kelas II sekolah dasar. Abil tidak seperti anak kebanyakan yang menghabiskan waktu pulang sekolah dengan bermain. Dari kecil Abil

Usaha Sahabat

Oleh:
Agatha Mutiara Serly atau biasa dipanggil Tiara adalah siswa kelas 5 A di SDN Pelangi. Di sekolah Tiara mempunyai sahabat, yaitu Keysha, Cindy, dan Fania. Mereka semua sangat rajin

Kedana dan Kedini

Oleh:
Di sebuah desa yang indah, hiduplah sebuah keluarga. Keluarga itu terdiri dari 3 orang, Ibu, Kedana dan Kedini. Kedana dan Kedini itu anak yang nakal. Pada suatu hari Ibu

Rumah Baru

Oleh:
Di sebuah hutan ada dua ekor kelinci yang bersaudara namanya Aka dan Ifi. Aka adalah kakak laki-laki Ifi, mereka tinggal di dekat sungai di hutan. Suatu hari ratu hutan

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *