Di Balik Sebuah Mimpi

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Anak
Lolos moderasi pada: 2 December 2013

Gisella adalah seorang murid SMP kelas 1 yang berasal dari Magelang. Selama dia duduk di bangku SD, dia memiliki 2 orang sahabat sejatinya. Tetapi kini semenjak SMP, Gisella dan kedua sahabatnya sudah berbeda sekolah dan sudah lama tidak berjumpa kembali.

Suatu hari sepulang sekolah, Gisella pergi menuju toko buku di sekitar taman dekat sekolahnya.
“Gisella, Gisella, jangan pergi dulu,” Gisella mendegar seruan suara seseorang dari sekitarnya. Dia menoleh ke samping kanan kiri dan belakangnya. Tetapi tak ada seorang pun yang muncul setelah seruan suara tadi terdengar.
“Heem mungkin hanya perasaanku saja kali ya,” ujar Gisella dalam hati. Gisella pun melanjutkan perjalannya menuju toko buku.

Sesampai di toko buku Gisella mendengar seruan suara seseorang kembali
“Gisella, Gisella, jangan masuk ke dalam toko buku itu. Karena di sana tidak akan aman bagimu,” Gisella pun terdiam mendengar suara itu dan mencari tahu di sekitar toko tersebut siapa yang berbicara tadi. Tetapi setelah sepuluh menit Gisella mencari di sekitar toko tersebut dia pun tidak menemukan seseorang yang tadi berbicara kepadanya.
“Kedua kali nya seruan suara aneh seseorang memanggilku, tetapi darimana asal suara itu? Ya sudahlah dari pada hari semakin sore lebih baik aku membeli buku yang harus kubeli,” pikir pendek dalam hati Gisella.

“Jangan Gisella, Kamu akan terkena bahaya di dalam toko itu. Jangan!” Seruan suara aneh pun muncul kembali di telinga Gisella.
“Ah siapa sih yang terus berbicara aneh itu. Awas saja kalau nanti ketemu, akan ku hajar dia,” ujar Gisella dalam hati dengan kesalnya.
“Jangan Gisella, aku bertujuan baik kepadamu. Jika engkau tak percaya kepada omonganku ya sudahlah. Tapi jangan sampai engkau menyesal,” Seruan itu pun kembali terdengar di telinga Gisella. Tanpa pikir panjang Gisella tetap memasuki toko buku itu dan membeli buku yang harus dibelinya.

“Ada yang bisa dibantu adik manis?” tanya seorang pegawai toko itu.
“Oh ya di toko ini ada jual buku tentang Cara-Cara Membuat Aksesoris tidak?.”
“Oh kalau buku tentang itu di bagian kanan toko ini banyak kok dik,” ujar pegawai toko tersebut sambil menunjukkan sisi kanan tempat buku yang di carinya. “Makasih ya mbak,” Gisella pun langsung menghampiri tempat tersebut dan membeli bukunya.
“Ini saja dik?.”
“Iya mbak, Berapa semuanya?.”
“Rp. 25.000 dik, Terimakasih sudah berbelanja di toko ini ya dik.”
“Sama-sama mbak,”

Setelah Gisella membeli buku yang harus di belinya, Gisella berdiri di depan toko tersebut dan tiba-tiba seseorang anak muda tampan menghampirinya dari jalan.
“Lagi menunggu apa dik? Bagaimana kalau abang antarkan saja adik pulang ini kan sudah mulai gelap nanti kalau di lihat guru kamu bagaimana?,” Tanpa pikir panjang Gisella mau di antar pulang oleh Pemuda itu.
“Hem lumayan ada orang yang baik mau mengantarkan aku pulang, tidak ngabis-ngabisin ongkos aku pulang juga,” tawa Gisella dalam hati.

Di tengah perjalanan Gisella tidak ada berbicara sama sekali dengan lelaki itu. Tetapi semakin jauh perjalanan sepeda motor yang dibawa lelaki itu. Gisella hanya terdiam dan terus melihat ke arah depan jalan. Tiba-tiba seruan suara seseorang pun muncul kembali
“Gisella cepat suruh lelaki itu memberhentikan motornya dan kamu harus lari jauh-jauh dari dia dengan secepat mungkin. Dia itu ingin menculik dan membunuh kamu. Dia itu bukan ingin mengantarkan kamu pulang, kali ini percaya pada omongan ku Gisella” Gisella pun terdiam mendengar perkataan itu dan dengan tegas dia menyuruh lelaki itu memberhentikan kendaraannya dengan alasan dia ingin membeli air minum di sekitar jalan.
“Bang, Stop stop stop. Aku haus sekali, berhenti sebentar di Gang itu ya. Aku mau beli minuman di dekat rumah itu.”
“Oke, tapi kamu jangan lama-lama ya. Nanti semakin gelap, dikira aku ingin mencuri kamu.”
“Sip bang, tunggu disini ya. Aku tidak akan lama kok membelinya.” Gisella pun langsung lari jauh-jauh dari sekitar jalan itu. Dan sudah kurang lebih lima belas menit iya berlari, iya pun mendengar seruan suara aneh kembali
“Terimakasih Gisella sudah mempercayaiku kali ini, dan mungkin kamu tidak tahu bagaimana caranya kembali untuk pulang kan. Sekarang tutuplah matamu dan dalam sekejap kamu akan sampai di depan rumah mu.” Gisella pun berpikir sejenak, akhirnya pun Gisella menutup mata dan dalam sekejap dia sudah sampai di depan rumahnya.

Tiba-tiba Gisella terbangun. Ia mendengar suara kentongan penjaga malam di depan rumahnya. Ia melihat jam, ternyata masih jam tiga pagi. Dan ternyata Gisella menyadari itu tadi ternyata hanya lah sebuah mimpi.

Cerpen Karangan: Yonasari Riaukur Br. Ginting
Facebook: Yonasari R Ginting

Cerpen Di Balik Sebuah Mimpi merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


HK HT dan AT

Oleh:
Ini kisahku dan kedua sahabatku, mereka bernama Hirokawa Tsunji dan Akane Tsugiru. Oh iya perkenalkan, aku Harumi Keijino. Persahabatan kami dimulai dari kelas 4 SD. Persahabatan kami sangatlah erat,

Hadiah Istimewaku

Oleh:
“Besok Minggu balai desa mengadakan jalan sehat dan lomba anak. Kita harus ikut ada hadiah dan doorprize, lho” kata ibuku. Ya. Seperti tahun kemarin, aku ikut jalan sehat dan

Kura Kura yang Menyebalkan

Oleh:
Saat itu Kura-Kura sedang makan di warung makan, masa’ di warung sepatu. Ternyata penjaga warungnya sedang pergi karena kebelet pipis. Penjaga warung itu adalah Kambing. Karena tidak ada siapa-siapa,

Keegoisan Yang Tak Berarti

Oleh:
Dino namanya. Anak yang egois. Saat ia bekerja kelompok ia tidak mau disuruh ketua. Tetapi ia yang menyuruh. Saat ia meminjam uangnya tak dibalikkan. Tapi saat temannya meminjam uangnya,

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *