Diary kecilku

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Anak
Lolos moderasi pada: 28 January 2013

“Maaaa, mama… !” panggilku.
“Iya sayang, ada apa, kok pagi begini kamu sudah teriak-teriak.” Saut mama.
“Ini ma, buku diarynya Tisya hilang.” Tanyaku khawatir.
“Kan bisa beli lain Tisya.” Jawab mama singkat.
“Yah mama” Jawabku kesal.

Tak ku pasang raut wajahku dengan senyuman, karna ku kesal dengan kehilangan buku diaryku. Selesai siap sarapan ku langsung masuk ke mobil CR-V milik papaku. Mamaku yang dari tadi memanggilku tak pun ku sautnya. Di perjalanan ku tak mengeluarkan satu kata pun. Yang dari tadi papaku menanyakkan ku tapi ku tak menyautnya. Tak lama kemudian, ku pun sampai di sekolah. Ku keluar dari mobil tanpa berpamitan. Saat ku berjalan menuju ke kelas, Veren yang sibuk mengejarku. Tapi ku tak sedikit pun peduli kepadanya.
“Sya, kamu kenapa sih, gak biasanya kamu seperti ini.” Tanya Veren heran.
Ku tak memerdulikannya, ku tak sedikit pun menatap wajahnya. Ia heran kepadaku, pertanyaan itu terus di ulang-ulang.
“Sya, jawab donk, kamu udah kayak orang bisu aja.” Gumamnya yang masih penasaran.
“Oke, aku akan cerita, kenapa aku seperti ini.” Jawabku yang masih agak kesal.
“Gitu donk.”
Tisya pun meceritakan kisahnya.
“Begini ceritanya, waktu aku ingin menulis sesuatu di buku diaryku, tiba-tiba mamaku mengambil buku itu, katanya sih Cuma sebentar, eh pas aku minta buku itu gak ada lagi. Aku kesal sama mamaku, karna buku itu buku kesayanganku, kalau tidak ada buku itu aku sedih, karna buku itulah penyemangatku. Begitu ceritanya.” Gumamnya panjang lebar.
“Oh, hahahaha.” Jawab veren.
“Lhoh, kok kamu malah ketawa ?” tanyaku bingung.
“Hahaha, Cuma karna buku aja, kamu marahnya segitu, apalagi kehilangan lainnya, mungkin lebih parah ni.” Jawabnya.
“Ih biarin.” Jawabnya kesal dan langsung meninggalkan veren.
Tak lama kemudian, Bu Seisa masuk ke kelas kami. Dan langsung memberikan kami tugas.
“Anak-anak hari ini ibu tidak bisa masuk ke kelas kalian, karna hari ini ada rapat guru, waktu bel bunyi tugas kalian harus semua selesai.” Pesan bu Seisa.
“Baik bu.” Jawab kami serentak.
Kami semua langsung membuka buku dan mengerjakan tugas yang diberikan oleh bu Seisa. Suasana di kelas sangat sunyi. Tak biasanya kelas kami seperti ini. Waktu sudah menunjukkan pukul 12.00. bel sudah berbunyi, dan kami pun langsung ke ruangan bu Seisa untuk mengumpulkan tugas yang diberikannya.

“Sya, ke kantin yuk ?” ajak Veren.
“Ah, gak mau.” Jawabku ketus.

“teeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeettttttttttttttttt.”
Bel sudah berbunyi, anak-anak sudah tidak ada yang berkeliaran lagi.
“Anak-anak, hari ini kalian pulang cepat, karena hari ini ada rapat guru, jadi kalian semua boleh pulang.” Gumam bu Regi.
“Horeeee.” Teriak kami.
Semua murid SMP Global interial school, sudah tidak terlihat lagi. Ku pun sudah dijemput oleh papaku. Sesampai di rumah, ku berteriak sekencang—kencangnya, tapi tak ada orang satupun menyautnya. Ku pun langsung masuk ke kamarku. Ku sangat takut karna tidak ada seorang pun di rumah. tiba-tiba terdengar suara aneh di balik pintu kamarku. Ku buka pintu kamarku, ternyata mamaku.
“Ihhh.. mama, bikin aku takut aja.” Gumamku sedikit kesal.
“Hahaha.. Tisya mama punya hadiah loh buat kamu.”
“Hah, yang benar ma?” tanyaku heran.
“Iya, ni hadiahnya.” Jawab mama dan memperlihatkan hadiahnya.
“Wah, buku diary ku, makasih ya ma.” Jawabku dan langsung memeluk mamaku.
“Iya Tisya.”
Malam itu ku asyik dengan buku diary ku itu. Ku menulis sesuatu di buku diary itu.
Terima kasih mama
Pertama, aku agak kesal sih sama mama. Karena mama yang hilangin buku diaryku. Tapi pas mama berikan buku itu, aku senang banget ma. Maafin Tisya ya ma. Tisya tadi gak tau kalau mama yang menyimpan buku itu. Tisya udah bikin salah sama mama. Sekali lagi Tisya minta maaf ya ma.

Cerpen Karangan: Atisya Qaulani
Dikirim Oleh: Alifia Zahra

Cerpen Diary kecilku merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Perkemahan Yang Asik

Oleh:
“Hai namaku Marina syawira nur fahmawati” Itulah yang dikatakan marina saat masuk ke kelas barunya. Dia pun duduk di sebelah riha anak paling pintar di kelas 4 A. Dia

Ruang Bawah Tanah

Oleh:
Amel dan keluarganya barusan pindah di rumah baru. Rumah barunya lebih besar dan memiliki ruang bawah tanah. “Kak, ke ruang bawah tanah yuk!” ajak Imel, adik Amel. “Ke ruang

Pesan Terakhir

Oleh:
Namaku Lea Maureen Zafira. Panggilanku Lea. Aku berumur 9 tahun. Aku bersekolah di SD Green Village National School. Kelas 4 SD. Aku adalah anak kedua dari tiga bersaudara. Kakakku

Dunia Susu Dan Permen

Oleh:
Pada suatu hari. Reni dan teman-teman sedang bermain petak umpet, Tyna menjadi kucingnya, dan Dimas, Mujizah, Reni, Angga, Deny mengumpat, “1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9,

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

One response to “Diary kecilku”

  1. lia'Z says:

    Haha..cukup seruu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *