Eksperimen Saat Libur Sekolah


Share

Cerpen Karangan:
Lolos moderasi pada: 4 May 2013

Waktu yang ditunggu-tunggu pun datang. Yap libur telah tiba. Libur kali ini Sari dan teman-teman dekatnya tak pergi kemana-mana. Libur dua minggu untuk porsi liburan di rumah saja sangatlah membosankan, apa lagi bagi anak remaja seperti Sari.
“Teman-teman liburan pada kemana nih?” tanya Sari
“Halah… enggak kemana-mana. Di rumah aja.” jawab Vino
“Apa lagi aku. Liburan dua minggu enaknya ya bengong di rumah.” balas Dana
“Halah dari pada diem di rumah gak ada kerjaan, mendingan kita main bareng! Sekalian kumpul-kumpul.” ajak Aliya
“Beh benar kali kau. Gimana kalau kita kumpulnya besok kamis aja? Sekalian gitu PU (Pajak Ultah) nya Rahma. Iya kan?” balas Sari
“Wah, bisa sih. Tapi mau di traktir apa nih..? Yang penting jangan yang mahal-mahal ya..” sahut Rahma
“Sip deh..” ujar mereka, kompak

Hari kamis tiba. Seperti perkataan mereka beberapa hari yang lalu, bahwa Rahma ingin mentraktir teman-temannya. Karena mencari yang murah meriah dan pastinya enak, Rahma memutuskan untuk mentraktir temannya segelas es buble. Dan anak-anak juga sepakat, kalau kumpulnya di rumah Aliya. Seperti biasa, di antara teman-teman yang lain, Sari lah yang datang terlambat.
“Hy..teman-teman sebangsa dan setanah air.” ucap Sari dengan lantang.
Sedangkan teman-temannya tertawa bahkan ada yang menahan tawa dengan tampang tak bersalah. Bagaimana tidak? Mereka merasa ada yang baru dari Sari. Setiap harinya Sari terlihat biasa, dewasa, dan natural. Tapi kali ini terlihat berbeda dengan dandanan Sari, yaitu memakai celana jeans pendek, baju kaos oblong, berkaca mata dengan frame ungu, rambut di poni, dan di ikat 2.
“Kenapa sih pada ngelihatin gitu? Maaf ya aku telat. Oh ya, sekarang siapa nih yang belum dateng..?” tanya Sari
“Enggak apa-apa. Ngerasa beda aja gitu! Yang belum dateng sih cuma Widi. Tau deh itu anak ke mana?” jawab Allebrin
“Tadi sih aku sms katanya dateng.” tambah Sari. Sedangkan Allebrin hanya menggelengkan kepala.

Vino pun mencoba menelepon Widi. Karena enggak afdol rasanya kalau kumpul bareng, tapi orangnya kurang satu.
“Gimana, bisa…?” tanya Sari.
“Enggak di angkat. Ya udahlah tunggu aja 5 menit lagi. Kalau enggak dateng ya udah, tinggal aja.” jawab Vino
Sambil menunggu Widi datang, Sari dan kawan-kawannya asyik bersenda gurau. Namun, ada yang aneh dengan tingkah Aliya dan Dana. Ya memang mereka itu punya hubungan deket (pacaran), tapi yang ini terlihat berbeda. Dana tiba-tiba berkata
“Eh ya, jangan lupa rencana A ya?”
“Oke… oke…!” jawab Aliya
Mulai dari situ Sari merasa ada yang enggak beres. Di antara yang lain, yang paling enggak beres adalah Dana dan Aliya. Karena mereka selalu mempunyai rencana sendiri. Sedangkan Sari dan Putri hanya saling berpandangan, mengerutkan dahi, dan mengangkat bahu, tanda tak mengerti.

Tak terasa 10 menit berlalu, akhirnya Sari dan kawan-kawan memutuskan untuk pergi membeli es buble. Kebetulan tempat membeli es nya berada di belakang rumah Aliya, jadi Sari dan yang lainnya hanya perlu berjalan kaki.
Sayang, setibanya di sana, ternyata tempatnya sedang tutup. Alhasil Sari dan yang lainnya harus kembali ke rumah Aliya. Di perjalanan mereka berpikir, jadinya mau di traktir apa. Lalu Rahma berkata, “Gimana kalau beli mie ayam aja.”
“Terserah sih. Tapi belinya di mana?” tanya Allebrin
“Ada kok. Warung mie ayam di deket gerbang perumahan ini. Aku tau tempatnya kok. Tapi ya itu, ke sananya harus naik sepeda.”
“Ya udah terserah. Terus yang beli siapa?” tanya Putri
“Hehehe… Alleb kamu temenin aku beli mie ya?” ajak Rahma
“He aku? Ya udah. Vino aku pinjem sepeda ya?”
“Yao..!” jawab Vino
“Oh iya, aku juga pinjem sepeda ya Aliya?” tanya Rahma
“Oke..oke…!”

Setelah sampai di rumah Aliya, Rahma dan Allebrin langsung bergegas pergi membeli mie ayam. Sedangkan yang lainnya sedang asyik berbincang-bincang dan duduk di ayunan taman depan rumah Aliya. Setelah beberapa menit berlalu, Rahma dan Allebrin datang. Sari dan yang lain langsung bergegas masuk ke rumah Aliya dan menyiapkan mangkuk. Seperti yang sudah di susun tadi, Dana mengajak ngobrol Vino. Sedangkan yang perempuan menutupi Sari dan Allebrin. Mereka semua berniat untuk mengerjai Vino. Yaitu dengan menambahkan kacap saus tiram dan sambal satu plastik ke dalam mie kepunyaan Vino. Setelah selesai mencampurnya dan menyiapkan yang lain, mereka makan bersama-sama sambil melihat ekspresi wajah dan tanggapan dari Vino.
“Kok mie ayamku pedes? Terus agak asin gini?” tanya Vino. Sedangkan yang lain hanya mengangkat bahu.

Penjebakan kedua mulai di susun. Aliya membisikan suatu ide pada Dana yang berada di sebelah kirinya dan sebaliknya. Lalu Aliya membisikan ke telinga Sari dan menjalar secara estafet sampai pada Rahma yang berada di sebelah kiri Vino. Sedangkan Vino yang tak diberi tau merasa santai-santai saja. Bahkan ia terus melahap mie ayam yang berada di depannya.

Setelah selesai makan rencana ke dua di mulai. Dana mengajak Vino keluar dengan alasan ingin curhat. Dan dengan merasa tak curiga sedikit pun Vino langsung menuruti apa kata Dana. Sedangkan yang perempuan tetap berada di dalam rumah. Di atas meja terdapat sebotol air putih yang tadi bekas di minum Vino. Lalu air putih tersebut di campur oleh setengah sendok makan garam dan setengah sendok teh campuran bumbu dapur instan. Lalu di kocok hingga tercampur rata.
Dana pun mengajak Vino berjalan-jalan sebentar. Dan kembali duduk untuk bercerita. Hingga akhirnya Vino berkata bahwa “Haus nih. Masuk yuk…”
“Nanti aja. Aku masih mau cerita nih. Masih panjang.” Jawab Dana

Dana dan anak-anak perempuan yang lain saling kerja sama lewat sms. Setelah semua beres, Dana dan Vino masuk ke dalam rumah. Dan tanpa basa-basi lagi, sesuai dengan yang diduga. Vino langsung mengambil botol air putih tersebut. Sedangkan yang lain hanya bisa menahan tawa agar tidak ketahuan. Vino langsung meminumnya. Saat akan di telan, Vino terdiam. Spontan la langsung berlari ke kamar mandi dan memuntahkannya. Anak-anak peremuan dan Dana pun langsung tertawa terbahak-bahak.
“Ini apa sih? Rasanya kok enggak enak banget?” tanya Vino
“Itu tadi air campuran garam dan bumbu dapur instan.” jawab Putri
“Ha? Bumbu dapur instan. Kalau garam doang sih masih enggak apa-apa, ini campuran bumbu dapur segala. Tapi enak sih. Aku coba lagi ya? Terus aku telan?”
“Oke silahkan.. silahkan.. tapi beneran di telan ya…?” ujar anak-anak perempuan dan Dana, kompak.
Lalu Vino meminum kembali. Tapi masih belum tertelan. Ia masih merasakan bagaimana rasanya, bahkan ia berniat untuk mengeluarkannya lagi.
“Eits enggak boleh di buang. Janjinya di telan loh!” kata Sari
“Telan… telan.. telan…!” seru yang lain
Akhirnya Vino mampu menelannya. Dan langsung di imbangi dengan meminum segelas air putih.

Cerpen Karangan: Risma Ayu
Facebook: Risma Ayu
Yang mau nyapa atau ngasih saran,kritik, atau ide-ide baru, boleh..
risma.ayu25@yahoo.com
@Rismananta

Ini merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya di: untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatan penulis, jangan lupa juga untuk menandai Penulis cerpen Favoritmu di Cerpenmu.com!
Cerpen ini masuk dalam kategori: Cerpen Anak Cerpen Liburan

Baca Juga Cerpen Lainnya!



“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Ribuan penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply