Gunung Bromo

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Anak, Cerpen Liburan
Lolos moderasi pada: 27 September 2017

Felysha terlihat sedang mengepak kopernya. dia memasukkan beberapa baju ganti, baju tidur, jaket, topi, dan kaus kaki. dia juga memasukkan smartphonenya, earphone, kamera tisu, dan sarung tangan ke dalam tas ransel pendamping kopernya. besok, keluarga Felysha akan pergi ke Batu, Malang. dan tujuan utamanya, Gunung Bromo.

setelah mengepak barang, ia menuju ke luar kamarnya. terlihat Kak Visha dan Dek Freya sedang menonton TV.
“Kak, mama mana?” tanyaku.
“Lagi pergi ngurus tiket untuk berpergian kita besok, Fely!” ujar Kak Visha.
“Oooh… apaan tuuh, dek?” balasku sambil menggoda adikku.
“Ya, bolu pandan, masa kakak gak liat, aku lagi seru nonton niiih, jangan ganggu dooong!!” ujar Dek Freya.
“Ciee… Marah niee..” godaku.
“Iih, KAK FELYYYY!!!” teriak adikku.
“Hehehe…” aku hanya cengengesan.
“Haduuh, Fely, Freya, kalian jangan teriak, teriak, dong!” omel papa yang tiba-tiba muncul.
“Hehehe…” aku dan Freya hanya cengengesan.

Esok harinya, aku sudah rapi. walau masih jam 05.30. aku sudah memakai baju biru lengan panjang polos dan tebal, celana jeans, jaket putih, dan jilbab hitam. karena, eh, karena… aku mau pergi ke Batu, Malang.

Di luar kamar sudah terlihat Kak Vasha dan Freya sedang menyeruput susu coklat hangat buatan bunda.
“Felysha, ini ambil susunya!” panggil mama dari meja makan. aku berlari menuju meja makan. aku segera menyeruput susu itu. tak lama, Pak Harjo, supir kami siap mengantarkan kami menuju bandara.

Setelah sampai di bandara, kami langsung chek-in, dan kami menunggu di ruang tunggu.
tak lama, terdengar…
“Bagi penumpang pesawat Garuda Indonesia yang bertuju ke Malang, dimohon segera memasuki pesawat. Terima kasih”
“Ayo, ma!!” ujarku bersemangat.

Kami berlima pun menuju pintu jalan masuk pesawat. aku menunjukkan tiketku yang bertulis:
PESAWAT GARUDA INDONESIA
Nn. FELYSHA NANDA PUTRI
Kursi: B3
setelah menunjukkan aku langsung memasuki pesawat. aku mencari tempat duduk yang berposisi di samping Freya. juga, tempat dudukku di samping seorang ibu yang menggendong seorang bayi.

Setelah pesawat lepas landas, aku berbincang dengan ibu di sebelahku.
“Siapa namaya, bu?” tanyaku.
“Alfatira Nida Putri” ujar ibu itu.
“Cantik, umur berapa?” tanyaku lagi sambil menghelus-elus kepala bayi itu.
“4 bulan” ujar ibu itu. dan tak ternyata, Freya tertidur di lenganku. dia memang tak terbiasa bangun terlalu pagi.

35 menit kemudian, pesawat mendarat di Malang. Freya juga sudah terbangun.
Setelah turun dari pesawat, kami mengambil barang dari bagasi. setelah itu, kami keluar dari bandara lalu, papa memesan taksi. kami semua menuju hotel.

3 hari sudah aku berada di Batu, Malang. dan hari ini, jam 3 pagi, kami akan pergi ke GUNUNG BROMO!!!
aku memasukkan semua keperluanku. dan tak lupa kamera.
Kami bersiap berangkat. kami menyewa mobil menuju lokasi Gunung Bromo. lalu pada titik ketinggian berapa, kami melanjutkan dengan mobil jip. dan kami meneruskan berjalan kaki.

“Fely, kamu tau, suhu dipuncak Bromo ini berapa?” tanya Kak Vasha.
“Enggak” jawabku.
“2 derajat, Felyy!” terang Kak Vasha. aku hanya memandang kaget. lalu melanjutkan berjalan.

Setelah samapai di puncak Gunung Bromo aku memotret matahari terbit. SANGAAT INDAAAH…
Dan ternyata memang sangat dingin. kami berlima berselfie ria bersama matahari terbit.

MEMANG SANGAT LIBURAN YNG TAKKAN PERNAH KULUPAKAN!!!

Cerpen Karangan: Naira Khansa Nabila
Facebook: Rina Hayati Amril

Cerpen Gunung Bromo merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Tragedi Ayunan Cakar

Oleh:
Aurellia Shalom Salman, itulah namaku, biasa dipanggil Aurel. Aku akan, menceritakan bagaimana pengalamanku saat TK, entah ini cerita humor, misteri atau lain-lain. Aku sekolah di TK SD Cemerlang, tepatnya

Walau Tak Bisa Melihat

Oleh:
Sembilan tahun yang lalu aku dilahirkan sebagai seorang perempuan. Semua orang senang menyambutku. Tetapi aku sedih, karena tidak bisa melihat mereka yang sedang menyambutku. Aku terlahir tanpa bisa melihat.

Kado Untuk Jessica

Oleh:
Bel tanda masuk telah berbunyi sepuluh menit yang lalu. Jessica berlari sekencang-kencangnya menuju kelas. Bunyi derap sepatunya seolah membahana di koridor sekolah yang sepi. Saat tiba di depan kelas,

Menari di Langit Senja

Oleh:
Enam anak itu sudah terduduk di sebuah batu yang amat besar. Senyum cerahnya mengembang ketika melihat langit yang berwarna biru indah. Yusi, Tipa, Uti, Sipa, Inge dan Fira. Mereka

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

One response to “Gunung Bromo”

  1. salsabila_0836 says:

    Keren

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *