Hadiah Istimewa

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Anak
Lolos moderasi pada: 10 April 2013

Aku sungguh bahagia hari ini. Hari ini aku mendapat hadiah istimewa dari Papa dan Mama. Ingin tahu hadiahnya? Aku dapat hadiah jam tangan merek baru, yang berwarna putih. Sudah lama aku menginginkan punya jam tangan. Tapi, hadiah kudapat secara cuma-cuma.

Hadiah itu aku dapat setelah aku menunjukkan pada orangtuaku bahwa aku bisa berprestasi seperti sekarang ini. Ceritanya, minggu kemarin aku mengikuti lomba Matematika. Soalnya cukup sulit, tapi aku mengerjakannya dengan bersungguh-sungguh. Satu malam aku menghafal rumus-rumus matematika, sambil memakan camilan, berupa ciki kentang gurih.

“Hmm.. enak,”

Ketika aku memencet tombol kipas angin, dingin rasanya. Perlahan-lahan aku tertidur pulas, ciki kentang gurih masih berserakan di ranjangku. Mama masuk ke kamarku, kayak kapal pecah nih kamar. Aku dibangunkan oleh Mamaku, di tengah-tengah malam yang gelap dan sunyi.

“Kotor banget, bil! Bersihkan,” perintah Mama agak galak.

“Baik Mama!” sahutku tampang malas. Membereskan, tempat tidurku yang ancur berantakkan. Aku diomelin habis-habisan, tapi tetap kasih sayang.
Masa, anak kecil dimarahin! Kan enggak baik… betul enggak? Nanti ditiru lagi.

Setelah membereskan kasurku, aku segera tidur kembali dan bermimpi indah. Paginya, aku bangun setelah itu mandi, biasanya aku mandi sambil nyanyi lho! Kalau nyanyi dikamar mandi, nanti besar jadi penyanyi terkenal! Hihihi … benar enggak ya?

Aku menuju ruang makan, mengambil segala makanan yang lezat disantap dan pastinya bergizi. Supaya tubuhku kuat dan juga pintar, otakku bekerja cepat. Karena nanti kan menghitung, otaknya biar enggak pusing.

Aku menaiki mobil avanza, bersama kedua orangtuaku. Sesampainya di gedung olimpiade matematika, aku segera memasuki kelas lomba matematika demi sebuah jam tangan impianku itu. Kertas berwarna putih tebal dibagikan kepadaku, isinya berjumlah-jumlah angka yang sulit dan rumit.
Matematika, lumayan mudah bagiku. Karena itu aku santai mengerjakannya, ada anak yang pusing dibuatnya, aku begitu santai dan ringan.

Waktu tiga jam begitu cepat rasanya, soal yang begitu banyak telah ku habiskan semua. Kayak di makan aja! Aku segera keluar kelas dan kembali menelpon kedua orangtuaku. Sebelum di jemput aku berkenalan dengan salah satu seorang laki-laki cacat, tapi ia sebayaku.

Ia sangat pintar, dibandingkan aku. Itulah rahasia tuhan, yang selalu memberikan kekurangan dan kelebiahan. Aku di jemput deh, dan segera masuk ke dalam mobil pribadiku itu. Aku masih memikirkan tentang soal matematika, karena banyak yang aku tidak dimengerti. Katanya gampang?!

Pagi harinya, aku kembali ke kelas itu lagi menunggu pengumuman lomba matematika. Ketika pengumuman telah dibacakan, juara pertama adalah anak cacat itu. Ia bernama Alex Husein anak tunggal yang pernah tinggal di New York.

“Apakah aku bisa menang,” batinku was-was.

Ketika juara kedua dibacakan aku semakin risau, dan yah… aku juara kedua. Asyiik… dapat jam tangan terbaru deh. Kedua orangtuaku memelukku, dengan rasa sangat-sangat bangga. Kuraih piala, piagam dan sertifikat. Aku segera ke toko jam tangan ternama itu, aku memilih yang paling unik dan bagus. Papa membayar ke kasir, setelah itu aku pulang. Ku pakai jam tangan itu dengan gembira.

Cerpen Karangan: Tifa Raisandra
Facebook: Tifa Raisandra
Hai! Nama saya Tifa Raisandra. Saya dari tiga bersaudara, Kakak saya bernama Tefan Gilang M.Y dan Adik saya Tegar Intifalda. Sekarang saya bertempat tinggal di Serang, Banten.

Cerpen Hadiah Istimewa merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Peri Roselsa

Oleh:
Pagi ini hujan deras sekali, untung saja aku sedang liburan seminggu. Aku nyaman sekali tinggal di rumah ini, aku sedih ketika dengar kabar dari ibu “Bel, ayo bantu ibu

Sepatu Untuk Tina

Oleh:
Di kelasku, ada anak yang bernama Tina. Tina tidak memiliki teman karena kondisi ekonominya. Aku merasa kasihan terhadapnya. “Hai Tina, tidak bermain?” sapaku saat jam istirahat. “Halo juga, tidak”

Dibalik Senyuman Desi

Oleh:
Di sebuah Komplek yang dikenal dengan Komplek Permata Jaya, hiduplah seorang anak bernama Hasan. Di sekolahnya, dia terkenal paling nakal karena setiap hari ada saja keluh kesah setiap guru

Tidak Akan Berbohong Lagi

Oleh:
“ Rima, sudah jam 9 malam, saatnya tidur nak! Besokkan kamu sekolah,” kata Mama didepan pintu, “ Tanggung ma, sebentar lagi!” balas Rima. “ 15 menit lagi ya Rima,

Diary kecilku

Oleh:
“Maaaa, mama… !” panggilku. “Iya sayang, ada apa, kok pagi begini kamu sudah teriak-teriak.” Saut mama. “Ini ma, buku diarynya Tisya hilang.” Tanyaku khawatir. “Kan bisa beli lain Tisya.”

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

One response to “Hadiah Istimewa”

  1. Dangstars says:

    Cerpen yang sangat menggugah hati saya sebagai orang tua

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *