Hadiah Istimewaku

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Anak
Lolos moderasi pada: 10 April 2019

“Besok Minggu balai desa mengadakan jalan sehat dan lomba anak. Kita harus ikut ada hadiah dan doorprize, lho” kata ibuku. Ya. Seperti tahun kemarin, aku ikut jalan sehat dan lomba yaitu, lomba makan kerupuk.
“Besok aku ikut lomba balap karung” kataku. Malam ini juga aku sudah menyiapkan perlengkapan untuk besok.
“Baju putih, celana training, topi, tas, tiket, sepatu, kaos kaki” aku sudah bersemangat sekali.

Keesokan harinya…
“Ayo, cepetan nanti terlambat!” kami pun berangkat bersama. Di balai desa sudah ramai sekali orang berkumpul.
“Nanti kita akan lebih jauh dari sebelumnya. Anak-anak di depan orang tua di belakang. Di depan SMP PGRI nanti akan dibagikan minum dan sobek sebelah tiket atau kupingnya ya” kata Bapak Panitia. Bapakku di belakangku. Huff… perjalanan yang melelahkan. Sesekali aku minum. Ya memang aku membawa minum dari rumah.

Sekitar dua jam kemudian kami pun sampai di balai desa.
“Bagi anak yang mau ikut lomba, silahkan mendaftar di dalam dengan kakak panitia lomba. Dan untuk kupon hadiah nanti kita kocok kupon yang ada di kardus ini lalu, kita ambil satu dan akan kita panggil nomornya. Bagi yang merasa dipanggil silahkan maju untuk menerima doorprizenya” kata panitia.

Aku berlari untuk mendaftar lomba balap karung. Aku tidak menang tapi, masih ada doorprizenya. Setelah lomba, aku duduk. Aku makan sosis bakar, tempura, dan beberapa nugget goreng pedas untuk mengganjal perut lapar. Oya, aku punya empat kupon no. 1905, 1235, 345, 7768. Dua kupon dipegang adikku sisanya aku yang memegangnya.

“Hemmmm… yummy tapi, pedaaasss” kataku. Beberapa kupon dipanggil namun, belum ada yang menyebut nomorku. Sesekali, kupon berhadiah dijeda dengan lagu dangdut yang dinyanyikan oleh Mbak Hanin.

“Yang jogetnya paling heboh dan kocak bakal dapat hadiah” kata panitia. Anak-anak pun pada berjoget bersama ibu atau ayahnya. Aku juga ikut berjoget dengan teman-temanku.

“Duduk yuk. Capek” aku pun duduk.
“Baiklah. Kita lanjutkan. Wahh… hadiahnya besar. Oke. Kupon nomor…” Aku hanya berharap.
“1905!!!” aku pun maju dengan senangnya. Aku menerima hadiah itu.
Adikku juga sudah mendapat hadiah.

Di rumah…
“Ayo kita buka!”
“Punya ku handuk” kata adikku.
“Wow… jam dinding. Kita pasang di kamar belakang ya. Kan di situ belum ada jamnya” kataku.

Itulah hadiah pertamaku. Di tahun-tahun sebelumnya aku belum pernah dapat hadiah. Inilah hadiah istimewaku. Kalau kamu?

FINISH

Cerpen Karangan: Dian Kalila Sumbogo

Cerpen Hadiah Istimewaku merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Bazar Buku

Oleh:
Syahla adalah Anak yang baik hati dan tutur kata lembut. Tak pernah sekalipun ia mengatakan hal kasar kepada teman-temannya, karena itu Syahla diejek teman-temannya ‘Sok Alim’. Syahla anak yang

Penjual Koran Yang Malang

Oleh:
Siang itu, pada waktu pulang sekolah, cuaca sangat panas menyengat. Aku melangkah menuju gerbang sekolah. Ku lihat seseorang sedang membawa lembaran-lembaran koran. Sebelah kakinya juga pincang. Bajunya lusuh. Aku

Jejak Kaki Bapak

Oleh:
Adzan Shubuh telah berkumandang. Merdu sekali suaranya. Membuat para kaum muslimin menikmati merdunya suara dari Masjid. Ya, Masjid. Masjid adalah tempat beribadah kaum muslim. Termasuk aku. Aku mengikuti langkah

Ulang Tahun Bunda

Oleh:
Pagi yang cerah… “Kring… Kring… Kring…” seperti biasa bel alarm Niki berbunyi keras tepat pada pukul 05.00. Niki langsung terbangun dari tidurnya dan berfikir sejenak. “Ini tanggal berapa yaa?”

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *