Hantu Palsu

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Anak
Lolos moderasi pada: 20 May 2017

Halo namaku ajeng aku bersekolah di SDK Sang Timur. Hobiku membaca, cita-citaku adalah penulis terkenal.

Sepulang sekolah aku melihat toko buku di seberang sekolahku, toko buku itu sudah sangat tua bangunannya, bahkan temboknya pun hampir rubuh. Toko buku itu juga sangat sepi, buku-buku yang dijual pun sangat kuno “ih, toko buku itu seperti rumah hantu” ujarku dalam hati.
Tapi rasa penasaran tak hilang dari pikiranku. Akhirnya dengan rasa takut aku masuk ke toko buku tersebut.

Di situ aku melihat bapak tua, mungkin umurnya sudah sekitar 90 tahun. Ia duduk di pojokan dan diam saja, lalu aku ingin memilih buku novel yang lucu. Tapi aku heran mengapa semua buku di toko buku itu adalah buku yang HOROR. “mungkin ini benar benar rumah hantu” ujar ku dalam hati. Tapi jika aku hanya datang dan tidak membeli apa apa rasanya aku kasihan dengan bapak tua tadi. Akhirnya aku memilih buku yang tidak terlalu seram untukku, dan aku membeli buku itu.

Sampai di rumah aku menceritakan semua hal itu kepada keluargaku tapi, mama hanya berkata “tidak mungkin kak ada hantu” “iya benar kata mama” sambung papa.

Akhirnya aku tidur dan aku memimpikan toko buku itu lagi “tapi di sana benar ada hantu” aku mengigau. lalu tiba-tiba adikku menyiram segayung air ke kepalaku “Byurrr”. “kakak memimpi toko buku horor itu ya?” ujar adikku “iya dek, kenapa ya aku mikirin toko buku itu terus” aku menjawab pertanyaan adikku. “ah munggkin kakak terlalu berimajinasi” ujar adiku.

Ternyata masih malam, akhirnya aku tidur lagi. Tak lama kemudian ada seseorang yang membuka pintuku, ia memakai baju putih berlengan panjang dan tidak memiliki wajah, “hantuuuuuu!!!” teriakku ketakutan
Hantu itu pun menyaut “hihihihihi”
Ternyata hantu itu adalah adikku dan aku berkata pada adikku “jadi adek hantu palsunya?”, “iya” jawab adikku sambil tertawa. Akhirnya hantu itu tidak nyata

Cerpen Karangan: Maria Evangelique Widiawan
umur: 11 tahun
kelas: 6 SD

Cerpen Hantu Palsu merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Sang Pemecah Rekor

Oleh:
Menjadi anak pertama memang tidak enak. Apalagi sulung dari dua adik yang semuanya adik-adiknya. Ia tidak terlalu di sayang (sebab adik nya masih kecil-kecil dan harus punya perhatian lebih),

Nonton Bioskop

Oleh:
Aku dan Aulia sudah lama bersahabat. Sebelumnya, orangtua kamilah yang bersahabat. Entah karena kertertarikan antara kami berdua, membuat kami memiliki persahabatan yang erat. Kami bersekolah di MI Tunas jaya

Musuh Jadi Sahabat

Oleh:
Ada cerita sedih tentang kehidupan Afifah, dia ditinggal Ibunya sejak dia kelas 3 sekolah dasar. Ibunya sakit keras, ia pun tidak tahu harus berbuat apa pada saat itu. Ia

Roti Untuk Peri

Oleh:
Musim dingin tiba di Seal Cottage, sebuah desa kecil yang dikelilingi bukit-bukit tinggi menjulang. Butiran-butiran salju turun perlahan di tengah udara yang dingin. Danau kecil yang membeku terlihat berkilauan

Misteri Pengirim Surat Kaca

Oleh:
DingDong… DingDong… “Hinara, tolong bukakan pintunya! Kaa-san sedang sibuk,” perintah Kaa-san(Ibu). Gadis berambut ungu lavender sepinggang membuka pintu rumah. Tidak ada siapa-siapa. Mata berwarna ungu lavender pucatnya terbelalak, melihat

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *