Hazel dan Grettel

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Anak
Lolos moderasi pada: 18 November 2017

Di timur kota London. Tepatnya di Desa Frangipani, hiduplah sebuah keluarga. Keluarga tersebut terdiri dari Ayah, Ibu dan dua anak. Anak tersebut kembar. Yang perempuan bernama Hazel, yang laki-laki bernama Grettel.

Ibu Hazel dan Grettel bernama Mrs. Stacey. Mrs. Stacey mengurus rumah, dan membuka toko kue kecil di depan rumah. Ayah mereka bernama Mr. Robert. Kadang-kadang, Mr. Robert bekerja sebagai petani, ataupun karyawan di pabrik.

“Selamat pagi Ibu..” sapa Grettel malas. Dia baru bangun tidur. “Oh, selamat pagi juga Grettel!” balas Mrs. Stacey. “Di mana Ayah dan Hazel?” tanya Grettel. “Ayahmu sudah berangkat bekerja dari tadi pagi. Hazel, dia sedang mandi” jelas Mrs. Stacey. Grettel mengangguk. “Sudah. Cepat mandi!” perintah Mrs. Stacey.

Di ruang makan…
“Mau sarapan apa Grettel?” tanya Mrs. Stacey. “Sereal coklat dan buah saja,” jawab Grettel. “Kalau Hazel?” tanya Mrs. Stacey lagi. “Seperti biasa, roti panas dan selai cokelat kacang hazelnut” ucap Hazel. “Uh, anak Ibu yang satu ini sangat suka sekali kacang hazelnut. Sesuai namamu!” ucap Mrs. Stacey gemas.

Kringg.. Kringg.. Kringg..
Bel masuk berbunyi. Para murid segera berlarian masuk kelas. Termasuk Hazel dan Grettel.

Hazel memiliki skill dalam pelajaran Matematika dan Sains. Sementara Grettel, dia pandai dalam bidang non-akademik. Seperti pramuka dan olahraga.

Sepulang sekolah…
“Ayo main Hazel!” ajak Grettel. “Tidak bisa Grettel. Lagipula, Ibu tidak mengizinkan kita kan?” tolak Hazel. Dia sedang melukis. “Hazel!, Grettel!, ayo ke sini!” panggil Mrs. Stacey dan Mr. Robert. “Ada apa Ayah?, Ibu?” tanya Grettel. “Grettel, kamu bantu Ayah dan Hazel, bantu Ibu!” jelas Mrs. Stacey. Hazel dan Grettel mengangguk.

Grettel membantu Mr. Robert di kebun belakang rumah. “Apa yang bisa kubantu Ayah?” tanya Grettel. “Kamu bisa membantu Ayah memetik sayuran dan buah” ucap Mr. Robert. “Baik Ayah” balas Grettel seraya mengambil keranjang.

Sedangkan Hazel membantu Mrs. Stacey membuat kue di dapur. “Kita akan membuat kue apa Bu?” tanya Hazel. “Hm, bagaimana kalau membuat pai dan croissant?” usul Mrs. Stacey. “Ide yang bagus Bu!. Pai rasa strawberry dan blueberry, lalu Croissant rasa cokelat hazelnut” jerit Hazel. “Dasar!, penyuka hazelnut!” ucap Mrs. Stacey gemas.

Satu jam kemudian…
“Fyuh, selesai juga!” ujar Hazel seraya mengusap peluh di dahinya. “Memangnya, kue sebanyak ini untuk apa Bu?, Apakah untuk dijual?, mm, tapi mana mungkin sebanyak ini” tanya Hazel. “Tidak Hazel. Ini untuk kedatangan Bibi March, Bibi Farah, Kakek, dan Nenek nanti malam” jelas Mrs. Stacey. “Waahh, jadi nanti malam ada Fiona dan Sandra?” tanya Hazel. Mrs. Stacey mengangguk. “Yeaayyy!!, Aku bisa bermain boneka dan stiker bersama mereka!” sorak Hazel.

Yap!. Bibi March adalah Kakak dari Mrs. Stacey. Bibi Farah adalah adik dari Mrs. Stacey. Suami Bibi March adalah Paman Ludwig. Suami Bibi Farah adalah Paman Anthony. Fiona adalah anak dari Bibi Farah dan Paman Anthony. Sandra dan David adalah anak dari Bibi March dan Paman Ludwig. Tak juga itu, Nenek mereka bernama Nyonya Van Diana. Kakek mereka bernama Tuan Charles Van Tracy. Asyik!, pasti rumah Hazel dan Grettel akan ramai malam nanti.

Pukul 18.00 waktu London
Tinn.. Tin.. Tin..
Suara klakson mobil. Itu pasti suara klakson mobil Paman Ludwig!. Hazel dan Grettel berlari menuju teras rumah. Benar!, itu adalah mobil silver milik Paman Ludwig.

Seorang anak perempuan dengan rambut bob sebahu dan penampilan modis keluar dari mobil. Itu adalah Fiona. Tak lama kemudian, muncul juga seorang anak perempuan dengan rambut dikuncir kuda dan tampilan sederhana. Itu adalah Sandra. Dan tak lama setelah itu, disusul juga David, Bibi Farah, Bibi March, Kakek, Nenek, Paman Anthony, dan Paman Ludwig.

“Hai Sandra!, Fiona!, lama tidak bertemu!” sapa Hazel. “Hai juga Hazel” balas Sandra ramah. “Hey, kamu sekarang lebih tinggi dariku ya” canda Fiona. “Ya iya dong” balas Hazel. “Nanti, aku pinjami komik Detektif Conan, mau nggak?” tawar Grettel pada David. “Ya ya. Aku pasti mau” jawab David. “Anak-anak, ayo masuk!” ajak Mr. Robert.

“Kalian akan menginap di sini?” tanya Hazel. “Kalau kata Ayahku sih, kita menginap di sini dua hari” jawab Sandra. “Kalau begitu, ayo menata barang-barang kalian. Ke kamarku yuk!” ajak Hazel seraya menarik tangan Fiona dan Sandra.

“Hmm, kamarmu penuh dengan buku ya?” tanya Fiona. “Iya Fiona. Aku kan penggemar buku” jawab Hazel. “Sama seperti aku. Nanti pinjam ya” pinta Sandra. “Oke!”. “Ya sudah. Kalian cepat menata baju dan barang-barang kalian. Setelah itu, kita bermain!” celoteh Hazel. “Uuuhhh, makin kayak Bos saja sepupu kita ini Sandra” ujar Fiona gemas. Sandra tertawa geli.

“Grettel, kau punya komik Detektif Conan seri apa saja?” tanya David. “Wah, banyak sekali. Lengkap deh, kamu tinggal pilih saja” ucap Grettel seraya membuka kamarnya. Kamar Hazel dan Grettel saling bersebelahan. Kamar Hazel bernuansa hijau muda. Dan Kamar Grettel bernuansa biru awan.

“Stikermu banyak juga ya?” Fiona membuka obrolan. “Iya, banyak banget. Eh, tadi kayaknya aku bawa oleh-oleh stiker deh” celetuk Sandra. Sandra segera berlari mengecek tasnya. “Iya. Aku bawa stiker banyak nih. Macam-macam” ujar Sandra. “Eh, kebetulan. Aku punya satu buku koleksi stiker yang belum ke pake. Kita bisa tempelin stiker-stiker yang imut dan girly ini sama-sama” balas Hazel tak mau kalah. “Ya sudah, ayo menempel stiker!” sorak Fiona seperti anak kecil.

Sementara di kamar Grettel..
David sibuk membaca komik Detektif Conan dengan tumpukan buku komik di sampingnya. Sambil sesekali membenarkan kacamatanya. Dan Grettel, sibuk dengan PSP baru yang diberikan oleh Paman Ludwig.

“Hey, ngomong-ngomong, di mana anak-anak ya?” tanya Bibi March. “Pasti mereka ada di kamar Hazel dan Grettel” ujar Mrs. Stacey yakin. “Ayo panggil mereka”. “Eehh, jangan!, nanti mereka berisik!, mengganggu kita ngobrol” cegah Nenek. “Mm, Kak March, Farah, bagaimana kalau kita memasak lalu baru kita panggil anak-anak?” usul Mrs. Stacey dengan nada berbisik. “Ide yang bagus Kak, ayo cepat!” ajak Bibi Farah. “Hey tunggu!, apakah tidak memakan waktu yang lama?” tanya Bibi March. “Tidak. Tadi siang, Aku sudah membuat pai dan croissant” jelas Mrs. Stacey. “Baiklah, ayo!”

“Anak-anak!, ayo turun!” panggil Mr. Robert. Dalam sekejap, suasana rumah Hazel dan Grettel menjadi sangat berisik. Tentu saja, karena lantai rumah Hazel dan Grettel terbuat dari kayu wood. “Apakah kalian lapar?” tanya Paman Ludwig. “Ya, kami sangat lapar!”. “Kalau begitu, ayo, lihatlah ke meja makan!”.

“Waaahhh, ada macam-macam makanan!” jerit David. Dia kan memang gemuk, tapi dia pintar lho. “Ya, ada banyak sekali makanan” tambah Sandra. “Silahkan dipilih. Ada Pasta Udang, Steak Balado, Pai Strawberry, Pai Blueberry, Croissant Choco Hazelnut, Jus Blueberry, dan Teh hangat” jelas Bibi March panjang lebar. “Aku mau pasta udang!”. “Aku juga mau!”. “Aku mau pasta udang, pai blueberry, dan jus blueberry!”.

Semuanya berebutan mengambil makanan yang lezat. Sampai-sampai, Paman Ludwig nggak kebagian. Waduh!!.

END

Cerpen Karangan: Arifah Kaifah Yasak
Facebook: Arifahyasak Arifahyasak
Hi!, namaku Arifah Kaifa Yasak. Panggil saja Rifa. Cita-citaku ingin masuk surga dan menjadi penulis. Minta sarannya ya semua..
Mau kenal lebih dekat, di add ya..
Facebook: Arifahyasak Arifahyasak
Instagram: Arifayasak14
Email: arifayung14[-at-]gmail.com
Salken dariku..

Cerpen Hazel dan Grettel merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Detektif Cilik

Oleh:
Hari itu Vino Cristhanio atau yang lebih sering dipanggil vino, sedang menyelesaikan suatu perkara, ya anak berumur 11 tahun itu sudah pandai menjadi Detektif, Masalah yang harus ia selesaikan

Guruku Inspirasiku

Oleh:
Inilah aku seorang gadis berumur 12 tahun yang mengejar mimpi. Namaku Aisyah, aku adalah salah satu siswi di SMP yang ada di Magelang. SMP-ku termasuk ke dalam SMP yang

Persahabatan Singa dan Zebra

Oleh:
Di sebuah hutan, hiduplah seekor singa dan zebra. Mereka telah bersahabat sejak lama. Akan tetapi, zebra tidak pernah menganggap bahwa singa adalah sahabatnya. Sang zebra selalu menganggap dirinya paling

Ulang Tahun Aninda

Oleh:
Bruk! Aninda menghempaskan tubuhnya ke kursi sambil mendesah. Lewat jendela, ia melihat tetes-tetes hujan di luar dengan pandangan kosong. Sepinya! Dipandangnya foto yang terletak di meja kamarnya. Foto yang

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *