Hidup Saling Bersaudara Tanpa Bully

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Anak
Lolos moderasi pada: 2 January 2018

Langkah kaki terasa berat. Pulang terasa sedih. Itulah yang dirasakan oleh Rita. Setiap hari ia mengadu pulang dalam keadaan sedih dan menangis. Rita bergumul dalam hatinya “Tuhan kenapa setiap hari selalu datang cobaan yang berat bagiku” hatinya bercampur marah dan sedih ia tidak tahu harus buat apa. (Rita anaknya pintar di kelas).

Akhirnya Rita pulang ke rumah. Tanpa memberi salam ia langsung ke kamar dengan memalingkan muka ibunya. Ibu Rita merasa kaget apa yang dilakukan anaknya. Ibunya berkata “Kenapa kamu sedih Rita, sayang?”. Ibu Rita sebenarnya tahu tetapi ibunya sengaja tidak tahu untuk menceritakan kejujuran hati Rita. “Ibuuuuuu” tangis Rita. “Itu ibu aku lagi-lagi dibully oleh si Wishnu dari gank Tio, gimana gak mau marah bu? Dia bilang kita ini miskin, rumah kumuh di dekat bantaran kali terus dibilang liat dong aku kaya punya segalanya memangnya kamu orang miskin Cuma bisa buat makan doang kadang numpang sama orang” tangis Rita sambil menceritakan semua kepada Ibunya.
“Sabar ya nak ini ujian dari Allah, Kita sabar sebagai manusia lemah ciptaan Allah, niscaya Allah akan menyelamatkan orang-orang yang sholeh! Perbanyaklah sholat 5 waktu, malam, dan beristiqfhar. Allah akan memberikan ujian kepada kita bedasarkan kemampuan kita dan tidak ujian di luar kemampuan kita dan ingat Rita setiap masalah ada jalan keluarnya” jawab Ibu sambil menitihkan air Mata, Rita selain pintar rajin shalat 5 waktu, rajin sholat malah, dan suka bersedakah walaupun dia juga lebih membutuhkan.

Hari demi hari berlalu, Bulan demi bulan berlalu, Tahun demi Tahun berlalu sekarang Rita sudah memasuki bangku kelas 6 SD, Tetapi Rita tetap mendapat perlakuan yang keras dari Genk Tio ia selalu sabar dan tidak menghadapinya dengan kejahatan melainkan kebaikan. Akhirnya, suatu istirahat (waktu itu tidak ada Pak Rino) tanpa sepengatahuan Rita, jam Wishnu diambil untuk dimasukkan ke laci meja Rita (sudah mendapat persetujuan dari Wishnu) jadi mereka mengerjai Rita dengan berpura-pura jam tanganya dicuri oleh Rita. Selepas bel sekolah usai Wishnu berkata “Di mana jam tanganku?” tanya Wishnu, akhirnya tidak ada yang mengaku akhirnya Pak Guru yang memutuskan “Buka Tas kalian dan laci kalian”, ternyata ada di laci Rita, “pak Guru jam tanganku ada meja Rita” akhirnya Pak Guru menghukum Rita dengan membersihkan toilet. Mereka berharap Pak Guru selalu menyalahkan Rita atas perbuatanya. Mereka berpikir rencana pertamanya berhasil.

Akhirnya pada suatu hari (pak guru sedang berada di kelas dalam keadaaam pura pura tidur), mereka menjalankan aksinya dengan mencuri jam tangan milik Wishu lagi. Akhirnya Pak Guru terbangun dan tiba-tiba berkata “Oh sepertinya kalian ya saat istirahat menuduh Rita sebagai maling”, pak guru sengaja memperhatikan dengan berpura-pura tidur agar bisa monitoring kalian.. Kalian tau kan di sekolah dilarang membuat gank sejenisnya. Oleh karena itu Wishnu sebagai provokatornya dilaporkan oleh kepala sekolah dan mereka dihukum diskorsing 2 minggu.

Akhirnya Rita pulang dengan hati gembira dan riang dan berkata “Ibu, akhirnya bu Wishnu dihukum 2 minggu diskorsing aku senang banget walaupun aku juga iba sama Wishnu kasihan dihukum pak guru”. Ibu menjawab “Wah Rita walaupun kamu sudah disakiti beberapa kali kamu masih saja baik kepada teman, ibu bangga sama kamu.”

Akhirnya tiba perpisahan dan penguguman kelulusan SD, ternyata Rita mendapatkan nilai tertinggi dalam Ujian akhirnya oleh Kepala Sekolah untuk memberikan sepatah dua patah dan Rita berkata “Teman-teman walaupun aku sudah disakiti, tapi aku selalu memafkaanmu terutama Wishnu, teman-teman ingatlah walaupun sudah berbeda sekolah tetaplah kalian berkomunikasi dengan sesama teman kalian” akhirnya setelah Rita berbicara panjang lebar akhirnya Wishnu dan bekas genk tio merintihkan airmata karena sedih. Akhirnya Wishnu berkata “Aku ingin satu sekolah SMP bersamamu” jawab Rita “Baiklah tetapi jangan kamu menyakiti hatiku lagi”

Akhirnya mereka berdua pun satu sekolah bersama Rita dan Wishnu bisa berubah ke arah lebih baik dan sama pintarnya dengan Rita bahkan mereka jika mereka sakit/tidak masuk mereka saling mendoakan. Rita dan Wishnu mendapatkan peringkat tertinggi setiap tahun. Tetapi Wishnu peringkat 2 dan Rita peringkat 1, wishnu suka mengajari teman-temanya yang cowok sementara, Rita suka mengajari teman-temanya yang perempuan.

Inilah kasih akhir dari Cerpen (THE END)

Cerpen Karangan: Steven Tjahjadi Sanjaya
Facebook: Steven

Cerpen Hidup Saling Bersaudara Tanpa Bully merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Hantu Palsu

Oleh:
Halo namaku ajeng aku bersekolah di SDK Sang Timur. Hobiku membaca, cita-citaku adalah penulis terkenal. Sepulang sekolah aku melihat toko buku di seberang sekolahku, toko buku itu sudah sangat

Tas Lara

Oleh:
Aku menatap Kak Kirana dengan tatapan iri, Kak Kirana baru saja pulang dari belanja dengan mama dan memamerkan tas barunya. Ih.. mama nggak adil kenapa hanya Kak Kirana yang

Music

Oleh:
Rika membaca buku di sofanya untuk menghilangkan rasa bosannya. Biasanya Rika menghilangkan rasa bosannya dengan cara mendengarkan music atau mungkin membaca. Akan tetapi, yang paling sering dia lakukan untuk

Squishy

Oleh:
Alkisah, ada seorang anak yang miskin. Namanya Ellamadani Aryiesta Anggreikni atau Ella. Ia tinggal bersama mamanya, papanya, dan kakaknya, Zubair Elstafa Mutiara atau Kak Zubair. Ia berumur 7 tahun.

Kehidupan Si Beruang Kecil

Oleh:
Di sebuah hutan, hiduplah seekor beruang kecil bernama Beru yang amat lucu dan baik hati, tak heran ia mempunyai banyak teman. Namun, semua itu kini berubah, semenjak kejadian yang

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *