Holiday In Grandma House (Part 1)

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Anak, Cerpen Liburan
Lolos moderasi pada: 26 September 2015

Namaku Amira Putri Kaisarah. Biasa dipanggil Mira. Hari ini aku dan keluargaku, -aku, adikku (Tira), Ayah, Bunda akan berlibur ke rumah Nenek yang asri. Kami menuju ke sana selama 2 jam dengan kereta.

“Bangun, Kak, sudah siang tahu!” ucap Tira sambil menggoncang-goncang tubuhku dan GEDEBUKK!
“Tira! Aduh, kepala Kakak kejedut jendela kereta tahu!” tukasku kesal.
“Maaf, Kak. Habis Kakak nggak mau bangun-bangun,” kata Tira.
“Tapi jangan sampai caranya kasar begitu, dong!” aku mengelus-elus kepalaku yang lumayan benjol.
“Sudah sudah ayo dimakan rotinya!” lerai Bunda sambil memberikan 2 piring yang di atasnya sudah ada roti 2 lapis berselai cokelat susu. Nyamm!

Sekitar setengah jam kemudian, kereta yang kami tumpangi berhenti di stasiun kecil. Aku sekeluarga turun. Aku memasang muka “Wow!” meihat pemandangan yang asri, indah, keren dan sejuk.
“Mira, ayo jalan!” kata Ayah yang melihatku bengong. Muka Wow-ku langsung buyar.
Untuk sampai ke rumah Nenek, kami hanya berjalan kaki sekitar 1 kilometer dari stasiun. Jauh, ya? Tapi kami berjalan sambil melihat pemandangan indah. Jadi tak terasa cape.

Tak lama kemudian, aku berdiri di sebuah rumah kayu kokoh yang cukup besar. Ada seorang Nenek yang sedang duduk di kursi. Aku menatap muka nenek itu, nggak asing.
“Nenek!” aku dan Tira berlari-lari menuju Nenek dan memeluknya.
“Aduh, cucu-cucu Nenek sudah besar dan semakin cantik saja!” puji Nenek sambil tersenyum.
Lalu Nenek mengajak kami untuk masuk ke rumahnya. Ternyata ada 2 kamar kosong. Pas! 1 kamar untuk orangtuaku dan 1 kamar lagi untuk aku dan Tira.
“Nek, di mana Kakek?” tanyaku celinguk-celingukkan.
“Ohh, Kakek masih ada di sawah, masih menanam padi,” jawab Nenek.
“Eh, Mira suka masak nggak?” tanya Nenek lagi.
“Suka, dong, Nek. Di rumah, kan, sering bantu Bunda masak!” kataku sambil tertawa kecil.
“Oh, mau nggak Mira bantu Nenek masak buat makan malam nanti?” ajak Nenek.
“Mau, ayo, Nek! Siapa takut!” kataku cekikikan.

Aku, Tira, dan Nenek pergi ke dapur. Dapur cukup sederhana, tidak seperti di kota. Nenek mempersiapkan alat-alat dapurnya dan bumbu-bumbu masak. Setelah itu, Nenek mengajak Aku dan Tira ke kebun sayur.
“Mira, Tira. Bantu Nenek petik jamur payung, yuk!” kata Nenek dengan wajah senang.
“Yuk,” aku mengambil keranjang di pojok kebun dan mengayun-ayunkan keranjang itu agar debu tak menempel. Aduh! Mataku perih terkena debu.
Aku kemudian memetik jamur-jamur payung. Hmm segar sekali jamurnya. Kayaknya enak, ya iyalah.

“Nek, apakah ini sudah cukup?” tanyaku yang kewalahan memetik jamur payung.
“Sudah, sudah cukup. Ayo kita ke dapur kembali,” jawab Nenek. Kami kembali ke dapur.
“Mira dan Tira cape, ya? Ya, sudah, Mira sama Tira istirahat saja. Nenek akan mencuci jamur payung ini. Setelah dicuci, Mira dan Tira bisa bantu Nenek lagi,” kata Nenek.
“Ah, nggak usah, Nek. Mira akan bantu Nenek mencuci jamur payung,” kataku sambil bangkit.
“Tira juga akan bantu!” kata Tira dengan semangat, agar Nenek yakin dia tidak kewalahan.
“Baiklah. Jadi, Tira memberikan satu persatu jamur payung kepada Nenek. Nenek akan mencucinya, lalu Nenek memberikan jamur payung yang bersih kepada Mira. Dan Mira menaruhnya di baskom sedang ini, oke?” kata Nenek.
Aku dan Tira mengangguk dan mulai membantu Nenek. Wah, cukup meguras tenaga kita, ya?

Tik-tik-tik, dreeeesss!! Tiba-tiba hujan turun tanpa bilang permisi. Wah, hawanya menjadi dingin. Brrr! dinginnya.
“Ehmm jamur payung ini dibuat sup jamur payung saja, ya? Makan yang berkuah enak saat dingin-dingin seperti ini,” ujar Nenek.
“Boleh, ayo Nek.” Kami kembali sibuk memasak. Dari ruang tamu, Bunda hanya geleng-geleng saja. Ayah sedang menyeruput kopi panasnya sambil membaca koran.

Setengah jam kemudian, sup jamur yang hangat sudah jadi. Hmm sedap!

Bersambung

Cerpen Karangan: Sharifa Hasna Mahira
Halo! Namaku Sharifa Hasna Mahira. Ini adalah cerpenku yang kedua. Semoga saja terbit dan Teman-Teman menyukainya. Aku akan menulis Part keduanya nanti, see you! Thanks!

Cerpen Holiday In Grandma House (Part 1) merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Miggy

Oleh:
Suatu hari, Miza, Ayah, Ibu pergi ke warung. Setelah selesai makan, mereka nongkrong di warung sebentar. Kebetulan hari itu hujan. “Meong.. Meong..” terdengar suara kucing mengaungkecil. Tampaknya ia kedinginan.

Salju Persahabatan

Oleh:
“Aku punya polly pocket, dong!” pamer Lidya kepada Serin, Nata dan Ina. Lidya senang sekali. Kemarin, sehari sebelum ayahnya pulang, Lidya menelepon ayahnya yang sedang berada di inggris untuk

Kisah Hidup Berlina

Oleh:
Berlina adalah anak orang kaya. Di sekolahnya ia adalah anak terpandang dan populer. Ayahnya adalah seorang pengusaha dan direktur sukses di kotanya. Dan ibunya menjadi desainer terkenal. Suatu hari,

Prestasi Nina

Oleh:
Dahulu kala, ada seorang anak perempuan yang bernama Nina. Dia adalah anak yang terkena penyakit autis. Dia tidak dapat berkonsentrasi. Anaknya sangat aktif, tetapi anak anak normal tidak ada

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *