Hujan Pembawa Berkah

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Anak
Lolos moderasi pada: 5 December 2017

Di siang hari yang panas Adi pulang sekolah dengan senangnya sambil tersenyum sepanjang perjalanan pulang ke rumah, sesampainya di rumah orangtua adi melihat adi dengan herannya.

“Adi kenapa kamu pulang sekolah kok senyum-senyum sendiri apa di sekolah kamu dapet nilai bagus?” tanya Ibu Adi karena bingung melihat Adi yang senyum-senyum sendiri.
“Aku ikut lomba antar Sekolah SMP minggu depan bu, dengan 5 temanku” kata Adi kepada ibunya.

Kepala Sekolah mengatakan hanya 5 nilai tertinggi yang dapat ikut dan diurutkan berdasarkan rangking dari ranking 1 sampai 5 yaitu:
Niang rangking 1, Dani rangking 2, Adi ranking 3, Dewi rangking 4, dan Udin rangking 5

Setelah adi berbicara kepada ibu adi dengan semangat bersiap siap untuk perlombaan “aku akan mempersiapkan semuanya” sahut adi dengan semangat.

Adi menyiapkan baju sekolahnya, dan adi pun membaca banyak sekali buku, seperti buku Ips, Matematika, Ipa, Bahasa Indonesia, dan Bahasa Inggris. Tak lupa ia membersihkan sepatunya yang kotor lalu dijemurnya sepatu itu di jemuran belakang rumah bersama dengan baju sekolahnya yang berwarna putih, dan celana panjang yang berwarna biru.

Setelah 1 minggu melakukan persiapan esok adalah hari penentuan.
“Esok aku akan berlomba aku merasa sangat gugup” kata adi dengan gugupnya. “apakah sekolahku bisa menang atau tidak untuk perlombaan esok”. Adi merasa ragu apakah ia bisa menang atau tidak.
Ibu Adi melihat Adi yang merasa gugup gemetaran, “Adi kenapa kamu gugup rileks saja, lagi pula kamu sudah mempersiapkan semuanya kan” kata ibu yang sedang menenangkan Adi yang merasa gugup sambil mengusap punggung Adi.

Pagi esok cuaca sedang mendung dan angin bertiup kencang, Adi bangun terlambat jam 7 pagi, “waaa. Aku terlambat” kata Adi sambil melihat jam menunjukan jam 7 pagi, itu karena Adi lupa mensetting alarm jam 6 pagi dan Bus Sekolah akan berangkat pada jam 8 pagi.

“masih ada waktu Sampai jam 1 jam lagi, aku harus cepat” kata Adi sambil berkemas.
Dengan tergesa gesa Adi ke luar rumah mengejar bis dan waktu menunjukan jam 7:40 pagi, Adi pergi dengan berlari, belum jauh adi pergi meninggalkan rumah hujan turun dengan deras disertai angin kencang, pakaian dan perlengkapan untuk perjalanan Adi Habis kebasahan, dan sepatu Adi pun kotor karena tanah yang becek, lalu Adi pulang dalam keadaan menangis karena tak bisa ikut dalam lomba antar Sekolah.

Sesampainya di rumah Adi langsung masuk kamarnya yang berada di lantai 2 ia menangis sambil menutupi wajahnya dengan sebuah bantal.

“ADI… ADI.. CEPAT KEMARI!!!” kata ibu adi dengan keras dan terdengar panik.
“ya bu ada apa” sahut Adi
“Cepat lihat ke TV, Bus yang ditumpangi sekolahmu kecelakaan masuk jurang” kata Ibu Adi sambil menatap berita di TV

“Dilaporkan semua penumpang selamat, dan para penumpang menderita patah tulang hingga memear akibat kecelakaan tersebut” dikatakan berita di TV

Adi merasa senang karena tak ikut dan juga merasa sedih, pada awalnya Adi menangis karena Hujan Adi tak bisa ikut berlomba tapi karena hujan Adi bisa terselamatkan dari kecelakaan yang akan menimpanya.
Adi mengucap sukur dan berdoa agar teman temannya cepat sembuh. Dan bisa bersekolah bersama lagi.

Cerpen Karangan: Fardhan
ini cepen pertamaku
maaf kalo ada salah ketik atau semacamnya

Cerpen Hujan Pembawa Berkah merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Maafkan Dela Bunda

Oleh:
“Bunda! Dela mau minum, tolong ambilkan!” Perintah Dela kepada Bundanya. “Tapi kan, Dela bisa ambil sendiri. Bunda lagi cuci piring, nak.” Jawab Bunda lembut. “Argh!” Gerutu Dela kesal lalu

Demi Persahabatan

Oleh:
Aku termenung memikirkan seseorang, aku sangat senang apabila bertemu dengannya. Dia, menghiburku dikala sedih dan menolongku dikala kesusahan. Dia juga cerdas loh, biasanya dia rangking satu ketika menerima rapor,

Sahabat Selamanya

Oleh:
Malam ini sangat dingin. Mungkin karena hujan yang begitu deras di sertai petir yang besar. Melody memeluk mamanya karena kedinginan. Padahal Melody sudah memakai sweater yang tebal. Tetapi, masih

Dongeng Gadis Pemimpi

Oleh:
Namanya Leyra Amartha. Nama indah pemberian ayah dan ibunya. Tahun ini Leyra genap berusia 16 tahun. Kata orang-orang, ia memiliki wajah bulat yang manis, dengan bola mata coklat, dan

Teguran Itu Cahaya Masa Depan

Oleh:
Namanya Tanika, ia sangat malas pergi ke sekolah. Sering ia ditegur Guru BP agar tidak terlambat. Tapi Tanika menghiraukan perkataan Guru BP. Tanika berubah semenjak orangtuanya sering bertengkar pada

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *