IV Siti Fatimah Is The Best

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Anak, Cerpen Pengalaman Pribadi
Lolos moderasi pada: 7 December 2016

Sekarang aku duduk di bangku kelas V. Harus lebih dewasa, tegar dan pintar. Banyak hal baru di kelas baru. Bisa memilih mana yang benar dan mana yang salah.

Dulu, kelas IV, aku masih belum bisa memahami apa itu lebih dewasa. Tapi itu dulu. Aku mulai belajar dari mereka. Mereka yang selalu setia dan menyemangatiku. Selalu support. Tak kenal apa itu lelah. Kelas Siti Fatimah. Kelas yang selalu terngiang di kepala. Kenangan mereka yang tak terlupakan. Kutahu mereka. Ialah bu Dewi Sri Martina. Temanku. Semua temanku. Kadang sering terjadi permusuhan antara kita. Namun itu terasa sebentar.

Perjalanan kita masih jauh. Aku ingat saat saat kita bersama. Tuk selalu bersama selamanya. Aku ingat saat kita berjuang melawan musuh ketika bermain voli. Aku ingat saat kita bersorak kegirangan meraih kemenangan. Aku ingat saat kita tertawa bersama. Aku ingat saat kalian mendengar candaanku. Aku ingat semua. Sungguh aku sangat terharu mengenang kalian yang perlahan tak lagi ramai. Karena kita yang dulu terpisah pecah belah. Kini hanya ada harapan untuk bersatu paut kembali.

I love you,
IV Siti Fatimah dan bu Dewi Sri Martina. Guru dan teman yang kusayang.
Nayla, Amira, Ismi, Keysha, Nur Aulia dan kalian semua.

Cerpen Karangan: Fathiya Hasna Khairunisa
Boleh minta kritikan dan saran.
Halo sobat cerpenku, Amira Sayyidatunisa Firdaus

Cerpen IV Siti Fatimah Is The Best merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Kebersamaan Yang Tenggelam

Oleh:
“Terimakasih kuucapkan…” usai sudah kelompok paduan suara menyanyikan lagu dalam acara perpisahan sekolah. Kami langsung pergi ke kelas masing-masing untuk mengganti kostum yang tadi dipakai. Sesudahnya kami mengganti pakaian,

Patriot Kecil

Oleh:
Rima melihat adiknya yang termenung di dekat jendela. Mengentikkan jarinya dari tadi. Sinar matahari yang sudah mulai kelihatan menyinari kepalanya. Muka sang adik tampak sedih. Rima segan bertanya kepada

Prestasi Vindy

Oleh:
Vindy sangat suka menggambar. Hasil gambarannya dipajang di kamarnya. Bahkan, di sekolah ia dikenal dengan ratu lukis. Suatu hari saat pulang sekolah, ia terserempet motor hingga tangannya patah. Vindy

Dunia Lain

Oleh:
Namaku dicky, aku hanya seorang bocah yang sangat pemalas, tapi kehidupan malasku akan berakhir, karena aku sedang sekarat. Aku dengan malas berjalan keluar rumah, karena desakan ibuku. “Jangan di

Prestasi Murni

Oleh:
Anna selalu belajar kala hari telah gelap. Tidak seperti Anni, kakaknya. Walaupun Anni kakaknya, mereka tetap satu kelas. Sebenarnya, Anna dan Anni berbeda waktu selisih tiga menit saja. Anna

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *