Jangan Biarkan Indonesia Pecah

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Anak, Cerpen Nasionalisme, Cerpen Penyesalan
Lolos moderasi pada: 13 December 2016

“Lihat deh teman-teman aku baru saja membeli tas. Langsung dari London lo.” Pamer Sisylia.
Yup, dia paling senang pamer segala barang-barangnya. Mulai dari pensil lah, buku lah, penghapus lah, sampai sendal pun dia pameri kepada kami. Kami memang sudah terbiasa dengan sikap Sisylia seperti itu. Tidak banyak yang menyukai Sisylia. Dia memang sangat suka pamer dan sombong, hanya gengnya saja yang suka dengan dia nama gengnya adalah Girl’s Beatiful.

“Eh, Sisy sudah deh kamu pamer barang-barangmu. Kalau mau pamer sana pamer saja pameran. Sesuka hatimu mau pamer apa. Asal yang penting jangan di sini ini itu sekolah bukan tempat pamer barang,” Nelly angkat bicara.
“Kenapa? Kamu iri ya aku bisa kesana kemari tidak sepertimu hanya berkeliling di kebun binatang saja. Tidak sepertiku yang bisa ke luar negeri. Sudah kalau kamu iri sana kembali ke kursimu tidak usah mengurusiku!” Marah Sisy kepada Nelly. “Sudahlah yang penting aku sudah menasehatimu.” Ujar Nelly.
“Aku tidak perlu nasehatmu mengerti!” Bentak Sisy.
“Dasar anak sombong,” Gumam Nelly. Untungnya Sisy tidak mendengar sampai dia mendengar wah gawat dia bisa-bisa marah.

Teng, Teng, Teng, Bel masuk berbunyi nyaring memekakkan telinga.
“Selamat pagi anak-anak,” Sapa Miss Gloria ceria dan semangat.
“Selamat pagi juga Miss Gloria,” Sahut semua anak-anak.
“Baiklah kita mulai pelajaran PPKN kita bla bla bla.

Akhirnya, bel istirahat pun berbunyi anak-anak berebut ke luar kelas. Terutama Sisy dia memaksa untuk ke luar ruangan. Sisy menuju ke perpustakaan dia tertarik untuk membaca buku sejarah Indonesia.
Sisy mengambil buku itu. Sisy menitikkan air mata ketika membaca halaman pertama. Nelly melihat kejadian itu.
“Sisy kamu kenapa?” Tanya Nelly lembut. Sisy terkejut ketika Nelly menepuk pundaknya.
“Ah itu, aku terharu ketika membaca buku Sejarah Indonesia ini. Aku baru tahu pahlawan Indonesia berjuang melawan penjajah. Maafkan aku selalu mengejek Indonesia maafkan aku ya Nelly tadi aku membentak kamu di kelas. Maafkan aku sungguh aku menyesal,” Tangis Sisy semakin keras. Sampai mengundang perhatian anak-anak.
“Iya tidak apa-apa kok. Sekarang kita sahabatan oke,” Kata Nelly.
“Hidup Indonesia!” Seru Nelly dan Sisy.

Tamat

Cerpen Karangan: Elsa Puspita Ronald
Blog: kampungmarindu.KM.blgspot.com
Thanks telah membaca Cerpenku.
Hidup Indonesia! Jaya Indonesia, Selamat HUT Indonesia yang ke-71 tahun.

Nama Lengkap: Elsa Puspita Ronald.
Nama Panggilan: Elsa.
Kelas: VII F/7 F.
Sekolah: SMPN 1 Murung Raya.
Alamat: Jl. Tumenggung Silam, Puruk Cahu Murung Raya, Kalimantan Tengah.
Tempat Lahir: Puruk Cahu Murung Raya, Kalimantan Tengah.
Tanggal Lahir: 15-03-2005.
Nama Ayah: Ronaldi.
Nama Ibu: Elsiana.
Umur: 11 Tahun.

Cerpen Jangan Biarkan Indonesia Pecah merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Sayap Malaikat Surga

Oleh:
Aku adalah seorang photographer sebut saja namaku Bagus, ini cerita sebelum aku masuk penjara. Aku pemuda yang sudah beristri, istri saya bernama Widia, aku dan dia menikah muda pernikahan

Pena Biru Laut

Oleh:
Langit yang semula gelap, perlahan terang karena matahari mulai menampakkan sinarnya. Udara pagi yang masih bersih dari polusi udara terasa segar di tubuh. Cuaca hari ini sangat bersahabat, dan

Sahabat Bidadari

Oleh:
Ada seorang gadis cilik yang bernama nadia, ia cantik seperti bidadari yang muslimah, dia sekarang duduk di kelas 1 SD, ia sekolah di sd ta’mirul islam surakarta, dia adalah

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *