Janji Andine

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Anak
Lolos moderasi pada: 26 September 2016

Suatu pagi yang cerah, mama Andine membolehkan Chica untuk menginap di rumahnya. Chica adalah saudara sepupu Andine yang masih berumur 6 tahun.

Mama Andine mengijinkan Chica untuk menginap di rumahnya karena selain kakak Andine, Brenda sedang menginap di rumah temannya, ayah Andine juga lagi ke luar pulau karena urusan kerjanya. Sama mama Andine sedang mengandung anak jadi Andine disuruh mamanya untuk latihan jadi kakak dengan Chica. Jadi di rumah Andine sekarang hanya tiga orang yaitu Andine sendiri, Mama Andine, dan Chica.

Saat ke luar bersepeda Andine membonceng Chica mereka akan pergi ke taman angsa.

“Taman angsa itu dimana kak ndine?” tanya Chica
“Di sebelah kafetaria dekat rumah bibi Sally” jawab Andine
“Apa kita nanti juga ke kafetaria?” tanya Chica lagi
“Em.. Nggak.. Kakak nggak bawa uang” jawab Andine lagi
“Apa kita akan ke bibi Sally?” tanya Chica lagi
“Nggak. Nah sekarang diem dulu ya! Nanti kalo udah sampai taman angsa baru boleh ngomong” jawab Andine yang merasa bosan ditanyai.
Chica mengangguk.

Sampai taman angsa dan memarkir sepedanya Chica langsung turun dan menuju angsa-angsa.

Belum sempat Andine berkata Chica langsung menangis dengan keras,

“huaaa… Huaaa… Kak ndine… Huaa… Sa…sa…kit… Huaaa” Andine langsung berlari menghampiri Chica yang ternyata digigit angsa. Andine kebingungan dan malu karena dilihat oleh orang-orang.
“Chica jangan nangis, yaa… Cup.. cup.. cup.. Nanti malu, lho…” hibur Andine yang menggendong Chica
“Huaaa… Sakit kak… Chica nggak mau lagi ke sinii” kata Chica yang lagi lagi berteriak
Andine membonceng Chica dengan pelan karena takut Chica jatuh nanti nangis lagi…

Huh repot sekali jadi kakak! Gimana nanti kalo adik lahir? Pikiran Andine langsung terbayang mengingat-ingat teman Andine, Lily yang punya adik selalu mengurus adiknya ketika ditinggal orangtuanya pergi. Sampai sampai Lily pernah lupa mengerjakan PR dan akhirnya dihukum Bu guru gara-gara lupa mengerjakan PR! Andine tidak mau seperti itu.

Saat tiba di rumah ternyata mama Andine sedang ke luar ke rumah temannya, dan menitipkan kunci rumah ke tetangga sebelah.

Akhirnya Andine menggendong Chica dan mendudukannya di kursi, “kakak mau pergi ke tetangga sebelah buat ambil kuncinya. Jadi Chica diem di sini dulu, ya? Cuma sebentar kok!” kata Andine lalu disusul anggukan Chica.

“Permisi tante Heni” kata Andine sambil mengetuk pintu rumah tante Heni lalu anak tante Heni, mbak Karin keluar, “Halo Andine! Mau cari tante Heni ya? Tante Heni lagi keluar, tuh. Sebentar kok.. Ntar juga balik” kata mbak Karin

Ya ampun! Tante Heni keluar! Terus gimana cara masuk ke rumah? Akhirnya Andine pamit dan kembali ke rumah. Saat kembali ke rumah betapa terkejutnya Andine saat Chica tidak ada di tempat duduknya tadi!

“Chica kemana kamu?? Masa ditinggal sebentar udah nggak ada! Chicaaa! Chicaaa, kamu dimanaa?”

Andine memanggil-manggil Chica yang hilang. Andine mencari di kebun belakang, halaman rumah, Chica tidak ada!

Hiks.. Kalo Chica hilang, diculik gimana? Nanti siapa yang tanggung jawab? Kata Andine dalam hati yang sudah mulai menangis memikirkan Chica.

Andine kembali mencari Chica di sudut rumah sambil memanggil namanya. Lalu merasa tidak ada di rumah Andine memutuskan untuk mencari Chica ke luar rumah. Tapi Chica tetap tidak ditemukan. Bahkan sampai pukul lima sore Chica belum pulang. Andine nggak berani pulang ke rumah kalo belum nemukan Chica.

Akhirnya Andine memutuskan untuk ke rumah temannya yang dekat dari rumahnya.

“Permisi…” Andine mengetuk pintu rumah temannya, Lily

Tak lama kemudian Lily membuka pintu dan mempersilahkan masuk. Ternyata mama, papa Lily dan adik-adik Lily sedang tidak ada di rumah. Lalu Lily membuatkan makan malam untuk Andine yang sedang lapar.

“Aduh makasih banget ya, ly. Aku lapar banget” kata Andine sambil memegang perutnya.
“Iya, sama-sama. Nah, sekarang kamu cerita kenapa kok kamu nggak mau pulang ke rumah?” tanya Lily
Akhirnya Andine menjelaskan semuanya. Lily memangut-mangut.

“Terus kamu mau sampai kapan nggak pulang ke rumah?” tanya Lily sambil makan kentang goreng bikinannya
“Entahlah, ly. Aku nggak berani pulang kalo Chica belum ketemu…” jawab Andine memelas
“Gini ya, ndine. Dulu aku juga pernah kaya kamu. Adikku, Lina itu hilang di supermarket pas belanja sama aku. Aku nggak berani pulang dan ngomong ke orangtuaku. Akhirnya orang tuaku curiga dan menemukan aku menangis di pos. Mama dan papaku nggak marah sama aku! Bahkan mama dan papa membantu mencari Lina, adikku itu yang ternyata ke rumah tante Isa, adik mamaku yang rumahnya deket supermarket” jelas Lily

Andine mengangguk-angguk. Lalu dia dapat ide! Bagaimana jika Chica ke rumah bibi Sally?
Akhirnya Andine meminta Lily menemaninya mencari adik sepupunya itu. Lily tidak keberatan.

Saat sampai di rumah bibi Sally, kami dipersilahkan masuk sama pembantunya. Kata pembantunya bibi Sally belum pulang kerja.
“Apa disini tadi kedatangan anak yang berambut sebahu memakai bandana berwarna hitam dan memakasi baju terusan berwarna hijau?” tanya Andine yang menjelaskan ciri-ciri Chica
Pembantunya menggeleng dan berkata, “tidak ada anak-anak yang datang kesini kecuali kalian berdua”

Deg! Jantung Andine berdegup kencang. Dia sangat kawatir. Bagaimana jika Chica tidak ditemukan? Atau bahkan hilang selamanya? Ah tidak! Andine cepat-cepat membersihkan pikiran negatif dan memutuskan untuk mencari Chica lagi.

“Terima kasih, mbak. Kami permisi dulu” kata Andine yang langsung pamit dan segera mengayuh sepedanya.

Di perjalanan Lily bertanya, “sekarang kita mau cari di mana lagi ndine?”
“Aku nggak tau. Apa aku harus pulang dan menceritakan semuanya kepada mama?” Andine bertanya balik ke Lily
“Sepertinya iya. Kalau kamu mau aku bisa mengantarmu pulang ndine” jawab Lily
“Tidak usah, ly. Makasih ya kamu sudah ikut aku cari Chica… Kalo nanti Chica ketemu aku bakal ngasih tau kamu, oke?” kata Andine sambil tersenyum kepada Lily.
Lily mengangguk, “sama-sama. Semoga Chica ketemu! Bye!”
Andine melambaikan tangannya ke Lily sambil tersenyum. Lalu Andine melanjutkan mengayuh sepeda menuju rumahnya.

Ternyata di rumahnya tidak ada seorang pun! Pintunya juga terkunci! Andine kembali menangis dia telungkup di halaman rumahnya sambil memikirkan Cicha. Apa mamanya belum kembali? Atau mamanya kembali tapi menyadari dirinya dan Cicha tidak ada? Andine sudah pasrah. Dan tidak tau harus apa saat mamanya kembali.

Diin.. Diin.. Deg! Mamanya kembali! Andine segera menghapus air matanya dan membuka pagar rumah. Lalu Andine terkejut saat mama keluar dari mobil disana juga ada Chica!
Andine hanya bisa melongo.

Lalu mama menjelaskan semuanya, “Saat kamu meminta kunci ke tante Heni, Chica ada di mushola sedang mencuci tangannya dan mama kebetulan melihat Chica lalu turun dari mobil. Chica menceritakan semuanya. Lalu mama membawa Chica ke apotik untuk membeli obat”

Setelah itu, Chica meminta maaf ke Andine karena sudah menghilang. Andine juga meminta maaf ke mama dan berjanji menjaga adik nanti kalau lahir. Dan Andine menepati janjinya.

Cerpen Karangan: Deesya Lovely Susanto
Blog: lovelydeesya.blogspot.com
Trims udah baca cerpenku ya! Jangan lupa follow Instagramku @deesyyaa yang mau ngobrol bisa ‘direct massage’ atau add Id line : deesya04 :))

Cerpen Janji Andine merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Sahabat Baruku, Sahabat Lamaku

Oleh:
Kampung Beringin beberapa hari belakangan ini tampak ramai. Pak Surya -penduduk baru pindahan dari kota Jakarta- menempati Kampung Beringin hari Rabu, kemarin lusa pagi. Banyak mobil bak terbuka yang

Jam Pengubah Waktu

Oleh:
Kring… jam weker berbunyi sekarang pukul 06.00 Adit bangun dan langsung mandi setelah itu salat dan pergi ke dapur “Bu sarapanya apa?” kata adit “ikan sarden pedes” “hore sarden

Perubahan Key

Oleh:
Tinggalah dua orang gadis kembar bernama Rey dan Key namun mereka berbeda sifat. Rey memiliki sifat yang ramah sedangkan Key tidak. Orangtuanya meninggal satu tahun yang lalu, sejak saat

Petualangan di Masa Depan

Oleh:
Lala dan Novi adalah dua sahabat, mereka sedang berlibur di rumah Novi. Setiap sore mereka pasti pergi ke sungai, biasanya hanya untuk mencari angin. Suatu hari Lala melihat sebuah

Istana Kue Putri Brownies

Oleh:
Pada suatu hari ada seorang anak perempuan yang mengumpulkan kayu bakar. Ia bernama Lila. Ia hanya tinggal bersama neneknya yang sakit di rumah. Karena neneknya tak bisa bekerja maka,

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *