Jatuh

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Anak
Lolos moderasi pada: 7 November 2018

“Lalaaaa!!!” aku memeluk Lala, anak paman dan bibiku yang tinggal di desa. Aku dan adikku, Clara akan menginap di desa.
“Hai Chika!!!” kami melepas rindu.

“Gimana? Seneng gak di kota?” tanya Lala saat kami sedang mengobrol di kamar.
“Ya biasa aja sih!” jawab adikku.
“Banyak polusi, macet lagi. Kalau di desa kan masih alami” tambahku.
“Ohh gitu!” kami pun melanjutkan mengobrol.

Pagi pagi, kami bersepeda keliling desa. Aku menggoncengkan Clara, sedangkan, Lala bersepeda sendiri. Saat itu, jalan di desa Lala banyak batu batu dan jalannya menurun.
“Kak, aku pengen nyepeda di tempat kayak gini. Kayaknya seru gitu!” kata Clara.
“Kalau kamu jatuh nanti gimana dong?!” aku sudah panik terlebih dahulu.
“udah deh aku hati hati kok!” Clara merebut sepedanya dariku.
“Hati hati lho, aku pernah jatuh di situ” tambah Lala.

BRAKKKK!!! Tuh kan bener! Clara terjatuh.
“Claraa!” kami menyetandarkan sepeda dan menolong Clara.
“Uwaaaaa!!!” Clara pun menangis. Lutut Clara terluka, banyak darah keluar. Sikunya tergores panjang.
“Tuh kan apa kata kakak?!” marahku.
“Uwaaa!!” yach, Clada jatuh deh. Makannya jangan ngeyel ya Clara.

Cerpen Karangan: Yacinta Artha Prasanti
Blog / Facebook: santi artha

Cerpen Jatuh merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Sahabat Terbaikku, Dita

Oleh:
Namaku Kasuki Siska Maharani. Aku punya sahabat bernama Dita Silia Margaretha. Dia adalah anak yang mengidap penyakit kanker. Sedangkan aku, aku adalah anak yang sehat. Setiap hari, Dita selalu

Dua Sahabat (Part 2)

Oleh:
“Apa Bel?” Tanya Enna dan Ella berbarengan. “Kompak amat!, Oh ya! Aku punya rencana, kalian setuju ngak?” Tanya Amabel. “Gimana mau setuju Bel, kamu belum kasih tau rencananya!” Ucap

Pai Berry Itzel

Oleh:
Di terik yang panas itu, masih sempatnya Itzel pergi memetik berry Amberblaze. Ia masuk ke dalam hutan Dinamond yang sangat lebat. Mustahil ia bisa mendapatkan semak berry yang bagaikan

Marah Karena Sayang

Oleh:
Aku menunduk kesal setiap kali Mama memarahiku karena hal yang sepele. Itu semua karena ulah adikku yang membuatku dimarahi oleh Mama. Ada saja ulah adikku yang membuatku dimarahi setiap

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *