Jingga Pahlawanku

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Anak
Lolos moderasi pada: 26 December 2012

Semenjak Jingga ada di rumah, Lili menjadi tidak bebas bermain seperti biasanya. Lili manjadi serba salah karena Sindy dan Karla tidak menyukai Jingga, bahkan takut padanya. Jingga adalah seekor Anjing lucu yang di berikan oleh Ayah Sewaktu Lili berulang tahun. Jingga Anjing yang sangat pintar dan pandai menangkap bola. Bulunya sangat panjang, halus dan lebat berwarna coklat keemasan. Sebenarnya Lili sangat suka dan menyayangi Jingga, tetapi akhir-akhir ini Jingga agak merepotkan dirinya. Jingga selalu mengikuti kemana saja Lili pergi, bak seorang pengawal Jingga selalu membuntuti Lili dari belakang.

Bila Lili ingin bermain dengan teman-temannya, Lili harus mengumpat-ngumpat jika hendak keluar rumah karena takut ketahuan oleh Jingga. Tetapi usaha Lili untuk pergi keluar diam-diam tidak pernah berhasil, Jingga selalu saja mengetahuinya dan mau tidak mau Lili pun harus mengajak Jingga bermain bersama teman-temannya itu. Seperti siang ini, teman-teman Lili cemberut ketika Lili datang bersama dengan Anjingnya. Lili menyuruh Jingga untuk duduk diam di bawah pohon yang rindang, sementara itu Lili bersama Sindy dan Karla bermain lompat tali. Sebenarnya Jingga tidak pernah mengganggu Lili dan teman-temannya jika sedang bermain, Jingga hanya duduk diam dan mengamati mereka. Tetapi Sindy dan Karla tetap saja tidak menyukai Jingga, karena mereka takut jika suatu saat Jingga akan mengejar dan mengigitnya.

Keesokan harinya setelah pulang sekolah, diam-diam Lili mengeluarkan sepeda dari garasi rumahnya. Lili lalu mengendap-ngendap pergi keluar pagar ketika jingga sedang tertidur. Lili tersenyum senang akhirnya ia bisa pergi bermain sepeda bersama teman-temannya tampak sepengetahuan Jingga. Lili pun cepat-cepat mengayuh sepedanya menuju tanah lapang.
“Hai teman-teman…., Lihatlah kali ini aku berhasil pergi bermain tampak harus membawa Jingga teriak Lili kegirangan”.
Guk……Gukkkk……Gukkkk….. tiba-tiba saja terdengar gonggongan Jingga dari belakang. Lili pun terkejut lalu ia menengok kearah belakangnya. Hmmmm….. ternyata Jingga lebih pintar, Jingga berhasil mengikuti Lili tampak sepengetahuan dirinya. Dengan lemas akhinya Lili terpaksa membawa Jingga ikut bermain sepeda dengan teman-temannya. Jingga berlari mengikuti Lili, Sindy dan Karla dari belakang yang sedang asyik mengendarai sepeda menggelilingi komplek.

Di temgah jalan yang sepi tiba-tiba Lili dan teman-temannya di hadang oleh dua orang pemuda nakal yang hendak merampas sepeda milik mereka. Lili dan teman-temannya pun sangat ketakutan.
“GUK…GUK….GUKKKK……. Jingga menggonggong sangat kencang, kedua orang pemuda itu pun panic melihat Jingga, lalu mereka lari terbirit-birit ketakutan ketika Jingga hendak mengejarnya. Uhhh lega sekali hati Lili dan teman-temannya saat itu, untung saja ada Jingga yang telah menolong mereka. Tidak lama kemudian Jingga kembali, Lili dan teman-temannya pun langsung memeluk Jingga.
“Waahhhhh…… ternyata Jingga telah menjadi pahlawan kita sekarang kata Sindy sambil tersenyum”.
“ Anjing kamu sangat pintar sekali Li, Puji Karla sambil mengelus-ngelus Bulu Jingga”
“Aku sayang sekali pada mu Jingga bisik Lili yang masih saja memeluk Anjingnya”.

Sejak saat itu teman-teman Lili pun mulai menyukai Jingga. Hati Lili menjadi lega karena mulai sekarang ia tidak perlu repot mengumpat-ngumpat lagi jika ingin bermain. Mereka sangat menyayangi Jingga, Anjing yang pintar dan lucu itu.

Cerpen Karangan: Ayu Soesman
Facebook: Hikari_gemintang[-at-]yahoo.com

Cerpen Jingga Pahlawanku merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Oh Ternyata

Oleh:
Pagi hari ku lari pagi di taman begitu segar rasanya, udaranya sejuk membuat hatiku tenang seperti air yang ada di bak mandi. Akhirnya aku pun pulang dan aku bersantai

Octo, Gurita Merah yang Pelit

Oleh:
Hoaaammm… Octo masih mengantuk ketika Ibu membangunkan Octo dari tidurnya, “ayo Octo, bangun. Kamu tidak mau terlambat kan di hari pertamamu ke sekolah?” Octo, gurita merah kecil itu hanya

Banjir Melanda Kampungku

Oleh:
Indah adalah saudara sepupu Dimas. ia tinggal di kampung dekat pantai. jarak antara rumahnya dengan laut hanya sekitar satu kilometer. daerah ini rawan banjir. selain banjir karena hujan, kampung

Trio Coklat

Oleh:
Auldey mempunyai sahabat. Yaitu Aida dan Amaris. Auldey sangat menyukai coklat. Tidak hanya Auldey yang menyukai coklat. Dua sahabatnya itu juga menyukai makanan batangan itu. Mereka bersekolah di SDN

Best Friend in Asrama

Oleh:
Hari ini Novita sedih sekali, tidak ada siapa-siapa selain bibinya. Tapi Novita ingin sekali pergi bersama Ayah, Bunda dan yang lain. Sayangnya mereka sibuk sekali. Mereka tidak pernah mengajak-nya

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *