Kabut Jadi Duit

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Anak
Lolos moderasi pada: 27 June 2014

Waktu itu, Dita dan Lady yang pulang dari Amerika, setelah tiga tahun sekolah disana, tengah berkendaraan di sekitar Danau Toba. Sebelumnya, mereka telah menempuh perjalanan semalaman dari Medan. Tanpa terasa hari sudah pagi, air danau mulai memerah dan kabut mulai muncul, “mengapa banyak asap, nih?” tanya Lady panik. Dita balik mempertanyakan asap yang dimaksudkannya. Sepupuku lantas menunjuk ke arah danau. Dita spontan tertawa keras.

Alhasil, sepanjang perjalanan mereka hanya membahas soal kabut. Mobil keluaran 1970-an milik Paman Denny berjalan tanpa memperhatikan rambu lalu lintas akibat keasyikan mengobrol. Tanpa disadari, sebuah sedan BMW sedang berhenti di lampu merah, tabrakan dari belang pun tak terhindarkan. Gawat urusan ini, Polintas segera datang dan membawa Dita dan Lady beserta pemilik BMW itu ke kantor polintas segera datang dan membawa kami beserta pemilik BWM itu ke kantor polisi.

Namun, anehnya pemilik BMW tadi justru dimasukan ke sel. Lima menit kemudian, datang seorang pria berpakaian necis menghampiri mereka “terimakasih, terimalah ini sebagai imbalan untuk beli minum’, katanya. Mereka kebingungan. Pria itu menjelaskan bahwa kakak-beradik Dita dan Lady telah membantu menemukan mobil BMW miliknya yang hilang sejak tiga minggu yang lalu. Mereka pun menerima imbalannya.

Alangkah terkejutnya, ternyata uang untuk beli minum yang mereka terima sebesar Rp. 20 juta, sebanyak Rp. 12 juta kami gunakan untuk memperbaiki mobil tua Paman Denny dan sisanya dibagi dua. Gara-gara kabut jadi dapat duit

Cerpen Karangan: Neha Rendita Sundari
Facebook: Neha Rendita Sundari

Cerpen Kabut Jadi Duit merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Tragedi Teh Obeng

Oleh:
Pada liburan semester, Jenifa, Bu Jenna (Ibunya Jenifa), Ayah Jeffry (Ayahnya Jenifa), dan Jenita (kakak kandung Jenifa), Berlibur ke Malang, Jawa timur. Mereka Pertama naik pesawat menuju bandara Juanda,

Menjebak Pencopet

Oleh:
“Kring…” Suara bel di sekolahahku telah berbunyi. Itu tandanya Bobby harus segera pulang ke rumah. Sesampai di rumah Bobby meletakkan tasnya dan tertidur pulas di sofa ruang tamu. Tak

Indonesiaku

Oleh:
Di bawah kibaran merah putih, kami berbakti. Di bawag kibaran merah putih, kami mengabdi. Di bawah kibaran merah putih, kami berjanji. Merah putihku, jayalah bangsaku. Kami akan selalu mengabdi

Membagikan Telur

Oleh:
Siang itu, rumah si kembar Delancey (Dela) dan Stacey (Aci) yang sibuk dikejutkan oleh seseorang. “Halo, anak-anak! sibuk sekali kalian sampai pamanmu ini tidak dibukakan pintu,” kata sosok misterius

Amazing Ice Cream

Oleh:
Tania adalah anak yang sangat menyukai es krim. Nama akun facebooknya saja “Tania Fransiska Ice Cream.” Unik kan? Tania ini mempunyai sahabat karib sejak kelas satu SD. Namanya Adelina,

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *