Karena Omonganmu Aku Jadi Seperti ini

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Anak
Lolos moderasi pada: 29 March 2017

Adzan berkumandang aku segera mengambil air whudu setelah itu aku solat magrib lalu aku berdoa
“Ya alah ya tuhan kami, hamba mohon kepadamu ya allah hindarkanlah hamba dari caci makian dan hindarkanlah hamba dari fitnahan atau omongan yang membuat hati hamba terluka, dan apabila hati hamba terluka tolong ya allah tolong jangan ampuni dosa orang yang membuat hati hamba sakit terkecuali keluarga kami ya allah ya qareem. Amin ya robbal alamin” itulah doaku setelah itu aku bermain sepeda saudaraku yang ditinggalkan di rumahku, bannya bocor tapi masih bisa dipakai.

“Kafadiyah dataaang” kata bilqis anak berumur 6 tahun yang cerewet.
Kulihat Hana sedang sholat tapi yang anehnya masa ya solat kok habis sujud enggak duduk di antara dua sujud lagi? Padahal dia sudah rokaat yang kedua loh tapi mungkin sudah tadi. Aku terus memperhatikan Hana dia berdiri tegak dan memasuki rokaat ketiga setelah itu dia langsung sujud, Hah bukannya habis berdiri tegak langsung rukuk tapi kenapa dia malah langsung sujud padahal Hana ini anak Pak ustad loh tapi kok anaknya gej bener ya?

Hanna pun selesai sholat dia melipat mukena berwarna putihnya dan dia menghampiriku “aku bonceng dong” kata Hanna
“Maaf ini bannya bocor” sahutku sembari menggoes sepedaku eh maksudnya sepeda saudaraku hehe. Lalu ada seorang nenek dia pemilik kios, bapakku mengontrak di situ. Dia bersama ibu-ibu teman mamahku dan menggendong anak bayi bernama Shaqila. Aku berhadapan dengan dia lalu dia berkata “Udah gede bukannya Sholat” kata nenek kios itu lalu aku menjawab “sudah tadi” lalu dia bilang kepada ibu ibu teman mamahku “kalo ngekios di tempat gua harus sholat, udah gede gak sholat contoh noh hanna dia masih kelas 3 sd aja udah sholat, nanti di akhirat biar disiksa aja lu sama alloh” kata dia padahal aku sudah sholat tapi. Ya sudahlah dalam hati aku berkata “Nyontoh si Hanna? dia aja solat gak bener malah dia anak pak ustad lagi” kataku dalam hati.

Aku menggoes sepedaku sekencang mungkin lalu ada ibu Warteg dia berkata “bannya pompa dulu gih sono kalo mau maen di sini, kalo gak mau sono pulang aja” rasanya langit mau runtuh, aku segera pulang dan merebahkan badanku di kasur sambil menangis sungguh orang di sini sungguh menyebalkan aku benci orang di sini aku ingin pindah rasanya.

Seminggu kemudian…
aku masih mengingat omongan nenek itu dan mengingat omongan ibu warteg aku tak pernah keluar sampai satu minggu dan seterusnya hatiku hancur-hancur dan hancur “biarlah tuhan yang membalas” gumamku. Aku tak pernah keluar sampai satu tahun kemudian…

Bapakku tetap mengontrak di kios nenek itu, Bapakku Wirausaha dia menjual berbagai kaset. Kehidupanku kini sungguh bahagia daripada 1 tahun lalu, aku hidup dengan banyak teman tidak seperti di kontrakan nenek itu.
“De… Anterin nasi buat bapak nih ke kios” kata mama menyerahkan rantang hijau.
“Iya mah”

Aku menggoes sepedaku aku udah dibeliin sepeda lipat berwarna ungu
“Assalamualaikum pa” ucapku
“Waalaikumsalam, kenapa?” tanya bapa
“Ini nasi dari mamah” jawabku
Kulihat nenek kios itu aku ingat dengan ucapan dia setahun lalu.
“Mamah lu mana?” tanya Nenek itu
“Ada di Komplek” jawabku dengan kebencian
“Bilangin gua minjem duit dong dua juta” jawabnya
“Entar aja, bentar lagi kan bayar kios nek, malahan bayarnya kan 14 juta” jawabku lantang
“Butuhnya kan sekarang” jawabnya
“Minjem aja ama bu Warteg” jawabku sambil pergi ke komplek

Aku sholat asar dan berdoa
“Ya allah ya tuhan kamii, aku mohon kepadamu ya allah, janganlah ampunkan dosa nenek tadi amin…”

Esoknyaa…
“Kenapa kak?” tanyaku kepada kakakku saat ada banyak kaset di rumahku
“Bapa abis beli kaset?” tanyaku lagi
Kakaku menggeleng
“Lalu?” tanyaku
“Bapa akan pindah ke pamulang, kiosnya gede dan harganya hanya 8 juta per tahunnya” kata kakaku
“Ooh” jawabku ber-oh
Aku sangat senang sekali…

Cerpen Karangan: Fadiyah
Facebook: Fadiyah
Bagi yang mau kenalan sama aku silahkan ke facebook ku “Fadiyah” yang tanggal lahirnya 03 06 2002. Lovyuall. Tapi tunggu aku punya 24 kkpk kalian punya berapa? Diantaranya
– blue clue
– chocolate party
– nasi goreng meledak
– sapu tangan mbapucu
– teman chatting misterius
– dunia maya
– Magic Cookies
masih banyak lagi deh pokoknya

Cerpen Karena Omonganmu Aku Jadi Seperti ini merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Sahabat Tanpa Kata

Oleh:
Rambutnya yang hitam legam terurai hingga pundak serta berirama seiring gerak tubuhnya yang lincah, gadis kecil itu sedari tadi mondar mandir seperti setrikaan, semua sudut rumah sudah ia telusuri,

Peri Kecil

Oleh:
Sawah–sawah nan hijau menari–nari dengan tersenyum hangat menyambut hari baru dan burung-burung berterbangan di angkasa dengan kicauan membentuk pola yang memikat hati seorang anak kecil dengan wajah imut yang

Tes IQ

Oleh:
Namanya Shahenda Misha Rafailah Shafana. Panggilannya, bisa Misha, Henda, Failah, Fana dan Shafa. Tapi mereka seringnya memanggilnya Failah. Tapi, kedua orangtuanya dan ketiga kakaknya manggilnya Misha. Ia anak yang

Ternyata Orang Gila

Oleh:
“Sat, aku boleh pinjam VCD narutomu, ya?” rayu Rohim pada Satria. Satria belum menjawab. Dia masih berpikir. “Aku belum punya cukup uang untuk membeli kaset itu. Tapi aku sangat

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *