Keberuntungan Remi

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Anak
Lolos moderasi pada: 8 December 2015

Remi adalah seorang anak yatim yang hidupnya sebatang kara. Dia tidak punya keluarga dan tempat tinggal. Untuk bertahan hidup, Remi dengan ikhlas bekerja mendorong gerobak di pasar. Mengantarkan dagangan orang menuju tempat mereka berjualan. Walaupun upah yang diterima tidak begitu besar, namun cukuplah untuk makan Remi sehari-hari. Di suatu malam yang dingin, Remi duduk sendiri. Menyandarkan lelahnya di sebuah tembok bangunan tua dekat terminal. Jalanan malam itu mulai sepi, dan Remi menghitung uang yang dia dapat setelah seharian bekerja. Diminumnya sebotol air dan dibukanya nasi bungkus yang masih hangat. Setelah berdoa, Remi langsung melahap makanannya tersebut.

Tak lama kemudian di bawah remangnya lampu jalan, mendekatlah seekor anjing shitzu ke arah Remi. Remi kaget bukan kepalang, Remi terdiam, tangannya gemetar memegang nasi bungkus yang sedang dimakan. Anjing berwarna putih itu memiliki bobot tubuh yang lebih besar dari Remi. Remi terus menatapnya ketakutan, nasi yang dikunyah pun masih menggumpal di dalam mulut. Anjing itu kian mendekat dan duduk berhadapan dengan Remi. Sekarang mereka bertatapan. Anjing itu menjulurkan lidah seakan memberi pesan pada Remi. Dengan sedikit gugup, Remi memberikan sedkit makanan pada anjing itu. ‘ini ambillah!’ kata Remi dengan suara parau. Dilemparnya secuil daging ayam ke arah yang tidak begitu jauh, anjing itu kemudian mengejar dan memakan makanan tersebut.

Anjing itu kembali mendekat pada Remi, Remi hanya diam. Anjing itu menjilati Remi dengan manja. Seakan mengajak Remi untuk berteman. Remi mengelus anjing itu dengan lembut dan sekarang mereka berteman. Remi memberikan sisa makanannya untuk sahabat baru nya itu. Malam masih terlalu panjang, Remi mengajak sahabatnya itu untuk berteman. Remi mengelus anjing itu dengan lembut dan sekarang mereka berteman. Remi memberikan sisa makanannya untuk sahabat barunya itu.

Malam masih terlalu panjang, Remi mengajak sahabatnya itu untuk berjalan mengelilingi pasar, dengan penuh semangat, Remi menceritakan segala sesuatu yang terjadi dalam hidupnya. ‘kenapa kamu berkeliaran di sini? Rumahmu di mana?’ Anjing itu menggonggong menanggapi pembicaraan Remi. Mereka berdua jauh dari kata kesepian, meski tak ada yang mengerti apa yang mereka bicarakan. Remi kemudian mengajak sahabatnya itu pulang. Remi dan sahabat barunya itu, tidur di dalam gerobak. Beralaskan kardus dan koran.

Keesokan paginya, Remi dan sahabatnya bangun. Remi kembali bekerja mengangkut segala barang milik siapa pun. Sang anjing ikut menemani Remi. Kemanapun Remi pergi, anjing itu terus mengikutinya. Setelah mengangkut barang seorang pedagang, Remi menyuruh sahabatnya itu menunggu di gerobak. Kemudian Remi membeli dua bungkus nasi dan sebotol air. Sekembalinya dari membeli makanan Remi tersentak kaget, anjing shitzu itu sudah tak ada lagi. Remi mencarinya di sekeliling namun tidak ditemukan. Dari kejauhan, Remi mendengar suara anjing itu menggonggong. Dari seberang jalan terlihat seorang wanita setengah baya mengelus anjing yang baru semalam menjadi sahabatnya itu.

Wanita setengah baya itu mengikatkan sabuk pada leher sang anjing. Remi menatap dengan wajah penuh duka, 2 bungkus nasi yang akan dimakan bersama terasa sia-sia. Remi membalikkan badannya, dia putus asa. Tanpa Remi sadari, mobil van berwarna hitam mengikutnya dari belakang. Terlihat oleh Remi, wanita setengah baya tadi memanggilnya. “hay nak, masuklah ke mobil!” sapa wanita setengah baya itu pada Remi.
“Maaf bu, saya sedang bekerja!” jawab Remi. Wanita setengah baya itu tersenyum.
Dia membukakan pintu untuk Remi kemudian berkata “naiklah nak, ada sesuatu yang ingin saya bicarakan padamu!” Remi yang terlihat malu-malu segera menaiki mobilnya.

Remi diajak ke rumah oleh wanita itu dalam perjalanan sang wanita tak hentinya mengucapkan terima kasih pada Remi, karena sudah menyelamatkan anjing piaraannya itu. Remi menceritakan pada wanita itu bagaimana pertemuannya dengan sang anjing, “semalam dia datang menghampiriku, lalu aku mengajaknya untuk tinggal!” wanita itu pun menanggapi apa yang dikatakan Remi.
“iya. Ini salahku karena tidak ada waktu untuknya, makanya dia kabur dari rumah!” sampailah Remi pada rumah sang wanita paruh baya itu.

Remi dihidangkan makanan yang lezat, layaknya tamu terhormat. Setelah makan, Remi pamit untuk pulang tapi sang wanita menolaknya.
“Siapa namamu dan tempat tinggalmu di mana?” Tanya beliau pada Remi.
“namaku Remi bu. Dan aku tidak punya tempat tinggal, keluargaku sudah tidak ada makanya aku bertahan hidup dengan bekerja sebagai kuli di pasar!”

Mendengar itu, sang wanita paruh baya pun merasa iba. Dia teringat dengan almarhum suami dan anaknya yang tewas akibat kecelakaan pesawat. Sang wanita pun kemudian mengangkat Remi menjadi anaknya. Remi pun menerima tawaran tersebut. Kini dia hidup tenang dengan Ibu dan kehidupannya yang baru.

Cerpen Karangan: Rizal
Blog: rizalnulislagi.blogspot.com
Seorang mahasiswa sosiologi unsrat, yang suka menulis di blog. Penikmat kopi dan sastra, sering melamun di bawah senja. Gak percaya? Lihat aja twitternya @rizalisme_

Cerpen Keberuntungan Remi merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Play In Timezone

Oleh:
Nita namanya. Nita adalah anak miskin yang tidak bisa membeli apa apa. Nita mempunyai impian yaitu main di timezone. Sejak lama Nita mengimpikan main ke sana. Ayah Nita bekerja

Saat Saat Kita Bersama

Oleh:
Namanya Elicia Fitra Andryna biasa ku panggil Elic, dia yang selalu menyemangatiku di mana-mana, dialah sahabat sejatiku, aku selalu kasihan padanya dia selalu diejek oleh temannya. Suatu hari.. “Hei,

Kebiasaan Baik

Oleh:
Hai! Namaku Cassandra Clarissa. Aku anak yang baik, rajin, pintar dan tidak pelit. Berbeda dengan Clarissa Cassandra, temanku. Dia anaknya pelit, sok pintar, malas dan sedikit licik. Itulah kata

Puasa Pertamaku

Oleh:
“Sahur, sahur, sahur”. Suara bedug membangunkan seluruh orang orang di desa. Hari ini hari pertama puasanya Sarah. Sarah dibangunkan oleh Umi Alia. “Sarah, bangun ayo kita sahur. Kak Akmal

Sahabat Yang Bertengkar

Oleh:
Namaku Sylla. Aku punya sahabat namanya cinty. Aku dan cinty bersahabat baik sejak dulu. Aku suka sifat cinty yang baik. Beberapa hari kemudian… Cinty menjauh dariku. Entah kenapa. Dia

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *