Kelinci Penolong

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Anak, Cerpen Fabel (Hewan)
Lolos moderasi pada: 4 October 2017

Di sebuah hutan. Tinggallah sebuah keluarga kelinci. Bapak kelinci bernama Kunny. Ibu kelinci Kelly. Sedangkan anak kelinci Kiki. Mereka hidup tenteram. Sayangnya mereka dibenci oleh keluarga jerapah.

Suatu ketika, Kiki sedang bermain dengan rubah, Ruby.
“Tolong…” panggil seseorang. Kiki yang pendengarannya sangat jelas, mendengar teriakan itu.
“Ruby, sepertinya ada yang meminta tolong” ujar Kiki.
“Oh ya!” Ruby berusaha menajamkan pendengarannya. “Iya, dari arah sana!” Ruby menunjuk arah utara. Mereka berdua berlari ke arah utara.

Setelah sampai, mereka melihat Jery, jerapah sedang berusaha bangun. Kakinya tertimpa dahan yang jatuh.
“Kenapa Jery?” Kiki berusaha berpikir.
“Ya ampun. Kamu buta ya. Kakiku tertimpa dahan!” Jery hanya menjawab dengan celaan.
“Jery! Kau tak boleh seperti itu!” ujar Ruby.
“Ruby, kau cari bantuan. Aku akan berusaha berpikir di sini untuk mengeluarkan Jery” usul Kiki.
“Ocre!” Ruby pergi mencari bantuan.

Kiki hanya menatap dahan itu. Sebenarnya bukan tertimpa, tersangkut, pikir Kiki.
TIING…
Kiki mendapat ide. Dia menggali sekitar tanah dekat kaki Jery. Dengan kekuatan menggali yang hebat, Kiki menggali dengan cepat.

“Tarik kakimu, Jery” ujar Kiki setelah selesai menggali. Jery menarik kakinya. Bisa keluar. Dan tepat setelah Jery menarik kakinya, Ruby dan beberapa binatang lainnya sampai.
“Terima kasih Kiki” ujar Jery.
“Sama sama” Jery dan Kiki berpelukan.

Dan mulai saat itu, keluarga kelinci tidak lagi dibenci oleh keluarga jerapah

Cerpen Karangan: Naira Khansa Nabila
Hai, gimana cerpennya. Bagus gak. Semoga pembaca suka ya

Cerpen Kelinci Penolong merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Garden Party

Oleh:
Matahari telah terbit sedari tadi. Cuaca hari ini sangatlah cerah. Tak seperti cuaca di hari sebelumnya. Seharusnya, sekarang hujan. Karena hari ini adalah musim hujan. Seperti biasa, Nisa melihat

Makanan Sisa Yang Mendendam

Oleh:
Hai, nama panjangku Amira Putri Calista. Kalian bisa memanggilku Amira. Aku punya satu kebiasan buruk yaitu tidak menghabiskan makananku. Biasanya aku tidak memakan brokoli, wortel dan juga sayuran lainnya.

Apa Adanya

Oleh:
“Seger banget mandi pagi-pagi begini,” kata Tami. Hari ini hari minggu. Seharusnya hari ini dia gereja. Tapi anak kelas 5 SD di gerejanya sedang pergi berwisata kebaktian padang. Sedangkan

Adikku Yang Baru

Oleh:
Aku tidak menyangka adikku akan meninggalkanku secepat ini, aku tidak akan melihatnya selama-lamanya, pagi ini acara pemakamannya, keluargaku berkumpul untuk mengantarkannya ke peristirahatan terakhir. “Sudahlah, Kamu harus tetap tegar,

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *