Kenangan Masa Kecil

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Anak
Lolos moderasi pada: 12 June 2019

Hari ini hari pertama masuk sekolah, tak terasa sekarang kami sudah menginjak kelas 4 SD. Walaupun baru hari pertama kami sudah disuruh menghafal perkalian 1-10 oleh guru, nantinya yang hafal dan yang tidak akan dipisahkan bangkunya (maklum karena banyak yang tidak hafal).

Hari hari berikutnya terasa sama saja seperti biasanya dan semua mulai terasa berbeda saat wali kelas kami pergi ke jakarta karena ada tugas. Sehari sebelum bu desy pulang, kami semua sepakat membuat kejutan saat ia kembali nanti ke sekolah. “hay!! teman teman gimana kalo kita beri kejutan saat bu desy pulang nanti?” tanya salah satu teman saya. “ya, saya setuju, sebaiknya kita menghias kelas nanti sepulang sekolah” kata yang lainnya. “setuju!” jawab kami serempak.

Sepulang sekolah kami meminta izin kepada penjaga sekolah untuk menghias kelas, awalnya ia menolak tapi karena kami semua memohon akhirnya diizinkan. Kami mulai membagi tugas, sebagian sudah membeli hiasan seperti pita dan balon. Dengan senang hati kami dapat menyelesaikannya dengan cepat.

Esok harinya, karena hari jum’at (biasanya setiap hari jum’at di sekolah ada yasinan) kami sepakat agat tidak yasinan, agar tidak keduluan oleh bu desy ke kelas. Tapi seorang guru memeriksa kelas dan kami berhamburan menuju tempat yasinan karena takut dimarahi. Kami cemas kalau bu desy ke kelas saat kami yasinan, setelah selesai kami berlarian menuju kelas dan menutup pintu.

Saat pintu terbuka kami berteriak “selamat kembali bu”. bu desy pun terkejut dan terdiam, ia terlihat ingin menangis.

Akhirnya kejutan kami berhasil dan bu desy terlihat senang. “jadi, ini alasan kalian tadi berlarian menuju kelas?” tanya ibu desy. “iya bu” jawab kami kompak.

Hari itu kami tidak belajar karena merayakan pesta kecil di dalam kelas. Pertama bu desy memperlihatkan fotonya di monas (rasanya pengen juga ke sana) dan bu desy mulai menceritakan pengalamannya di sana. Baru setelah itu kami foto foto bersama, guru lain pun ikut berfoto bersama. Setelah itu kami ditraktir makan di kantin oleh bu desy, kami senang sekali karena kemarin tidak jajan untuk membeli hiasan kelas.

Hari itu tidak akan pernah terlupa, dan masih teringat sampai saat ini. Oiya, kami mengadakan pesta dua kali (satu lagi saat ibu desy ultah) dan yang lucu pesta ultahnya tak semeriah pesta kepulangan ibu desy. Masih bnyak kenangan lain yang akan ceritakan, mungkin lain kali saja.

SEKIAN

Cerpen Karangan: Zul
Blog / Facebook: Zulhidayat

Cerpen Kenangan Masa Kecil merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Pensil Ajaib

Oleh:
Siang hari yang cerah Rara sedang membaca buku di kasurnya, tetapi tiba tiba saja ia mengingat sesuatu. “oh ya kan ada pr bahasa inggris.” katanya sambil beranjak menunju meja

Pensil Ajaib

Oleh:
Nia adalah seorang anak yang pendiam di kelasnya. Ia tidak mempunyai teman, dan tidak ada yang mau berteman dengan dia, akibat ia sangat bodoh dalam hal pelajaran. Suatu hari,

Teman

Oleh:
Sudah hampir sebulan ini Dina memperhatikan Adi yang sangat ramah itu. Walaupun Adi adalah kakak kelas, perilakunya tak menyebalkan seperti kakak-kakak kelas yang lain. Saat ini Dina duduk di

Juara Pertama Yang Berkesan

Oleh:
Pagi ini, adalah hari pengambilan raport di salah satu SD yang berada di desa Sriwangi. Para wali murid telah berdatangan memadati halaman sekolah, untuk mengambilkan raport anaknya. Tak hanya

Penting Niatnya Sayang

Oleh:
Pagi itu, Arina diajak ayahnya jalan-jalan ke pasar. Arina yang belum pernah datang ke pasar tradisional, tak menyangka dengan keadaan yang ada. Benar-benar di luar dugaannya. Pasar itu sangat

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *