Kesederhanaan Yang Indah

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Anak
Lolos moderasi pada: 8 July 2016

Rumahku tidak mewah ataupun indah. Melainkan hanya rumah kumuh yang sederhana. Tetapi ibuku selalu mengajarkanku bersyukur untuk menerima takdir yang diberikan oleh Allah. Namaku Putri Jelita. Panggil aku Putri.
“Kita tidak perlu hidup kaya, nak.” ucap ibuku pada suatu hari. Itulah yang menyentuh hatiku. Walaupun ayahku sudah tiada, itu bukanlah akhir.

Pagi-pagi sekali aku segera kesumur untuk mandi. Ibuku tidak mampu membayar tagihan air, aku hanya menurut dan terus bersyukur. Karena kesederhanaan itu indah.
“Huh.. dingin sekali. Tapi aku harus mandi dan pergi ke sekolah” ujarku saat tiba di sumur.
Setelah mandi aku segera pulang dan mengenakan seragam sekolahku. Dan sarapan dengan tempe goreng dan nasi.

Aku tiba di sekolahku. Bangunan sederhana dan dinding yang mulai lapuk itulah sekolahku. Aku harus bersyukur karena ini juga sekolah gratis dari pemerintah.

Siang yang panas.. pepohonan sudah banyak ditebangi membuat sangat panas.
“Aduh.. aku haus banget. Harus beli minum tapi uang gak ada,” gumamku.
Aku segera menghampiri teman demi temanku untuk dipinjami uang.
“Sel.. aku pinjem uangmu seribu rupiah ya!” kataku.
“Pinjem? emang kamu bayarnya pake apa?” ejeknya.
Aku hanya menunduk dan mulai meminta bantuan pada teman yang lain. Lagi-lagi “Tidak kamu bayar pake apa?” itulah jawaban yang selalu kudapatkan jika ingin meminjam sesuatu.
“Ayo ambil Put.. aku kok dikacangin” kata temanku Sonya sambil menyodorkan teh gelas.
“Maaf Nya.. aku gak bisa bayar” tolakku.
“Siapa yang bilang harus bayar?” tanya Sonya.
Aku tersenyum lalu menerima pemberiannya.
“Makasih” ucapku pada Sonya.

Suatu hari kami diberi tugas kelompok. Aku sekelompok dengan Sonya.
“Em.. kita kerjakan di rumahku ya!!” kata Sonya.
Aku hanya mengangguk.
Setelah pulang sekolah aku dan Sonya pulang bareng. Kami akan mengerjakan tugas itu lebih awal karena sangat banyak.

Setiba di rumah Sonya..
“Wah.. rumah kamu besar banget. Kamu kok mau sih sekolah di tempat yang sederhana. Biasanya orang sepertimu akan memilih sekolah yang mewah” kataku pada Sonya.
“Kesederhanaan itu indah.. papaku terus mendesak agar aku masuk ke sekolah yang elit. Tapi aku terus menolak, karena aku tahu kesederhanaan itu indah,” jawabnya.

Benar yang dikatakan ibuku, hidup kaya itu tidak perlu. Yang penting kita dapat bahagia.

Cerpen Karangan: Adelia Putri Marzuki
Facebook: Adelia Putri

Cerpen Kesederhanaan Yang Indah merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Sahabatku Mengerti Aku

Oleh:
Alena Sharina biasa dipanggil rina dan sahabat baiknya deana sisiliya biasa dipanggil dea adalah 2 sekawan yang sangat dekat mereka tidak bisa dipisahkan. Suatu hari Dea bercerita kepada Rina

Hidup Sang Petualang Cilik

Oleh:
“Aku masih ingat sekali terakhir aku berpetualang pada umur 9 tahun sekarang umurku 10 tahun, menurutku itu petualangan yang paling menyenangkan” Ucapku sambil menulis di buku dearyku. Besok aku

Buku Keberuntungan

Oleh:
Hujan rintik menyelimuti suasana pagi hari. Suasana di kelas hening sekali, hanya suara rintik hujan yang terdengar. Hanya ada 3 orang sahabat di kelas, nama mereka Dony, Seli dan

Veteran

Oleh:
Lala yanng ditemani ibunya sedang berziarah ke makam nenek dari ibunya. Selesai berdoa, Lala sedang melihat seorang laki-laki tua yang juga sedang berdoa di sebuah makam. Kakek itu tampak

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *