Kesombonganku Adalah Sengsaraku

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Anak, Cerpen Fabel (Hewan)
Lolos moderasi pada: 23 July 2015

Di taman yang indah dan sejuk, hiduplah kupu-kupu dan lebah yang sangat cantik warnanya. Mereka bersahabat dan selalu bermain bersama. Kupu-kupu itu mempunyai warna nan elok bagaikan warna pelangi, dan lebah tersebut, warnanya bagaikan sinar mentari di pagi hari. Mereka sering bercanda tentang warna tubuhnya, mengapa mereka berbeda.

Suatu hari, mereka bermain di taman mawar. Di sana mereka berkejar-kejaran dengan senyum pesonanya. Lalu, lebah berkata “Kupu-kupu, warna sayapmu bagus sekali, aku ingin punya warna sayap sepertimu.”
Kupu-kupu pun menjawab dengan sombongnya “Kamu tidak mungkin punya warna sayap seperti aku, hanya hewan yang elok saja yang punya warna seperti ini. Kamu kan jelek, tidak mungkin punya warna sayap seperti ini.”
Lebah itu terdiam sebentar, lebah itu memikirkan perkataan kupu-kupu. “Apakah itu benar?” tanya lebah dalam hati.
Kupu-kupu pun mengajak lebah pulang karena hari sudah sore. Saat perjalanan pulang mereka berjanji untuk bermain besok pagi. Saat pulang lebah tetap memikirkan perkataan kupu-kupu.

Pagi pun tiba, dan mereka berangkat bersama untuk bermain di taman. Saat perjalanan ada seorang anak kecil bersama ibunya. Anak itu mengejar-ngejar kupu-kupu yang kian terbang tinggi dan menjauhi lebah saat di dekatinya. Anak itu tidak dapat mengejar kupu-kupu dan lebah karena mereka terbang dengan cepat.

Sampainya di taman lebah bertanya kepada kupu-kupu “kenapa kamu menjauh, kamu kan indah!”.
“Aku tidak mau sayapku rusak karena dipegang anak kecil itu, tangannya pasti kotor!” kata kupu-kupu.
Lebah pun tetap bertanya “Kenapa anak itu menjauh dariku, padahal aku tidak ingin menyakitinya.”
“Kamu kan jelek, terus kamu punya sengat pasti dia takut sama kamu.” kata kupu-kupu.
“Tapi aku kan juga punya madu yang bermanfaat bagi manusia, kamu sombong sekali sih!” jawab si lebah.
Kupu-kupu pun pergi dengan egoisnya. Lalu meninggalkan labah. Lebah pun pulang dan tidak mau berteman dengan kupu-kupu, karena ia sombong dan egois.

Keesokan harinya mereka tidak bermain bersama. Si Lebah bermain dengan kumbang dan kupu-kupu bermain sendirian karena tidak ada yang mau bermain dengannya. Saat ia bermain ada seorang anak yang tidak sengaja menangkapnya. Lalu anak itu memberitahu ibunya. Anak itu itu langsung melepaskan kupu-kupu itu karena ia merasa gatal di tangannya dan pada saat itu, kupu-kupu tidak mempunyai teman dan tidak ada yang menyukainya. Akhirnya ia sadar bahwa sifatnya sangat buruk yang membuat ia tidak punya teman.

Akhirnya kupu-kupu menemui lebah yang sedang bermain dengan kumbang dan ia langsung minta maaf pada lebah. Akhirnya mereka bersahabat kembali…

Cerpen Karangan: Dyah Ayu Agustin
Facebook: Inspirasimu-ayu

alamat: Ds. Panggunguni Kec. Pucanglaban Kab. tulungagung
sekolah: sma 1 ngunut
kelas: x
umur: 14
facebook: dyah ayu

Cerpen Kesombonganku Adalah Sengsaraku merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Kado Untuk Mama

Oleh:
‘Ah gimana nih?’ Batin Putri, Putri sedang memikirkan kado apa yang pas untuk mamanya karena sebentar lagi adalah hari ibu, ia ingin memberi kado yang biasa saja tapi berkesan

Best Friend 7ever

Oleh:
Hai, perkenalkan namaku charisa dwi santika. Aku mempunyai teman lebih tepatnya sahabat apalagi jumlahnya 7 sama seperti namaku CHARISA kan ada 7 huruf hehehe. Nama sahabat ku antara lain:

Tragedi Teh Obeng

Oleh:
Pada liburan semester, Jenifa, Bu Jenna (Ibunya Jenifa), Ayah Jeffry (Ayahnya Jenifa), dan Jenita (kakak kandung Jenifa), Berlibur ke Malang, Jawa timur. Mereka Pertama naik pesawat menuju bandara Juanda,

Lem Rasa Stawberry

Oleh:
Hari ini kelas kami mengadakan pelajaran keterampilan. Kami disuruh membawa lem, cat, kaleng bekas, hiasan, kertas tisu, kuas, dan gunting. “Lis, minta cat warna merah sama pink dong” Seseorang

Penyesalan Yang Datang Terlambat

Oleh:
Saskia menatap langit-langit kamar sembari menyeka air mata untuk yang kesekian kalinya, mengenang banyak kenangan dalam hidupnya. Dan salah satu kenangan itu, yang paling banyak membawa air mata pada

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *