Ketulusan Seorang Anak

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Anak, Cerpen Pengorbanan
Lolos moderasi pada: 20 January 2015

Di pagi yang cerah, terik matahari, kicauan burung dan pemandangan indah di sekitar menjadi pesona alam tersendiri yang sudah biasa terjadi. Salah satunya di Daerah Jakarta.
Tidak heran bila Jakarta terkenal dengan sebutan “Kota Macet” salah satu anak pindahan dari Bandung itu pun merasakannya. Dia adalah salshabilla.

“Kringg… Kringg” suara alarm berbunyi. Aku pun terbangun dari tidurku, dan langsung membuka jendela kamar sambil mengucapkan “Pagi yang cerah!” Aku pun segera mandi dan memakai seragam sekolah baruku. Tak lupa Aku memakai kacamata pemberian Papa, dan setelah Aku melihat ke arah jam “Apa? Ma, Aku harus pergi sekarang juga kalau tidak aku bisa terlambat”. Langsung meminum segelas susu dan masuk mobil pribadi bersama Sopir.

Saat dalam perjalan Aku sudah membayangkan kemacetan yang sangat panjang, tapi untunglah gerbang sekolah masih terbuka. Dan saat itu Aku mulai berinteraksi dengan lingkungan sekitar namun, Aku merasa dijauhi oleh teman-teman baruku. Tapi Aku tidak peduli akan semua itu.

Saat istirahat teman sekelasku Aline dan teman-temannya menyimpan lem perekat pada kursiku setelah bel pulang berbunyi dan berusaha berdiri terdengar suara “srrttt..” rokku tersobek. Lalu teman-teman menertawakanku. Aku merasa malu dan langsung berlari ke luar kelas.

Begitu pun keesokan harinya, mereka selalu ingin membuatku malu mulai dari menumpahkan sisa makanan ke seragamku, menghalangi jalan sampai terjatuh, bahkan menginjak kaca mataku.

Lama-kelamaan Aku merasa terpukul dengan kondisi yang terus menerus seperti ini. Sudah beberapa hari Aku murung di kamar, Mama pun khawatir dengan keadaanku. Namun Aku masih belum mau berbicara apa yang sebenarnya terjadi pada Mama karena Aku tahu betapa susahnya menyekolahkan Aku dengan keadaan ekonomi yang kurang mendukung dan menjadi Ibu sekaligus Ayah setelah Papa meninggalkan kami untuk selama-lamanya.

Saat upacara bendera pada amanat kepala sekolah menjelaskan bahwa “Hari sabtu mendatang akan diadakan Olimpiade Matematika tingkat provinsi dan pemenang akan mendapatkan beasiswa selama 3 tahun”. Aku pun segera mendaftarkan diri pada Ibu guru dan selama beberapa hari diseleksi, tidak lama Ibu guru memberitahu bahwa Aku adalah salah satu siswa yang akan mengikuti Olimpiade tersebut.

Tiba di Tempat perlombaan aku melihat Aline tampak hadir di Tempat perlombaan. Aku pun langsung tergugah dan memotivasi diriku untuk memenangkan perlombaan tersebut. “Aku pasti bisa!” dalam hati.

Setelah selesai peserta diperbolehkan istirahat, dari kejauhan Aku melihat mobil hampir menabrak Aline “Awas Aline!” Aku segera menyelamatkannya namun Aku yang menjadi korban kecelakaan dan Aku langsung dilarikan ke Rumah Sakit terdekat.

Saat Aku berusaha membuka mata, Aku melihat banyak orang di sekelilingku termasuk Aline. Dia berterima kasih dan meminta maaf padaku “Sal, terimakasih kamu sudah menyelamatkan aku. Dan.. Maaf selama ini aku selalu mencari masalah” Aku hanya memberikan senyuman dan tangis haru. Kemudian Ibu guru menghampiri dan memberikan ucapan “Salsha, Ibu turut bangga kepada kamu! selamat kamu menjadi juara umum Olimpiade Matematika” Aku pun langsung memeluk semua orang yang ada di Ruangan itu.

Cerpen Karangan: Nikita Vionalita
Facebook: Nikita Vionalita
Twitter: @NikitaVionalita

Cerpen Ketulusan Seorang Anak merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Rahasia Dibalik Pena Nenek

Oleh:
Mentari telah bangkit meraih angkasa. Burung-burung bersenandung merdu penuh makna. Terlihat sesosok wanita tua sedang asik memandang ke arah langit. Tersenyum anggun namun penuh arti. “Nek! Nenek! Lala berangkat

Misteri Sandal Yang Hilang

Oleh:
Azan berkumandang saling bersahutan para warga desa pun mulai berbondong-bondong pergi ke musala desa. “Yogi, sudah azan itu loh!” “Yah, Bu!” Sudah menjadi kebiasaan di desaku setiap azan sudah

Sahabat Atau Cinta

Oleh:
Kring…, bel pulang sekolah berbunyi. Ada 2 cewek keluar kelas, thika dan luna namanya. Mereka murid kelas 10 sma pertiwi. Mereka mempunyai sifat yang bereda, luna sifatnya keras kepala

Di Ujung Pelangi

Oleh:
“Zilna, cepat bangun” Teriak mamanya zilna “Ini kan hari minggu mah, jadi, aku bisa tidur seharian” Jawab zilna, “Zilna, kamu kan belum sholat subuh, nanti tuhan marah lho!” Balas

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *