Kisah Si Tukang Iri

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Anak, Cerpen Penyesalan
Lolos moderasi pada: 10 April 2018

Udara sejuk di pegunungan memang tak ada bandingannya. Sangat sangat segar. Jauh dari hiruk pikuk kota.
Sebuah asrama alam yang berada di pegunungan itu tampak sangat megah di antara barisan gunung-gunung. Asrama itu menampung murid SMA perempuan. Sekolah yang bertema alam. Ada juga SMP dan SD, hanya saja berada di gunung lain.

Seorang gadis bernama Belle itu sangat menikmati suasana baru yang sedang ia rasakan. Maklum, dia anak kota yang baru saja masuk ke asrama SMA Alam. Ia juga mendapatkan tiga teman baru: Jane, Meylin dan Kira. Gedung sekolah dan gedung asrama dipisah. Kamar Belle berada di lantai tiga. Setiap kamar ada balkon.

“Hei Jane, apakah kamu setiap hari merasakan ini?” tanya Belle. Jane mengangguk sambil tersenyum.
“Ayo, kita harus memberi makan sapi-sapi pagi ini. Setiap hari kita mendapat jadwal mengurus kebun dan ternak. Bergantian dengan murid lain,” ajak Meylin.
Mereka semua pergi ke kandang sapi yang sangat harum dengan bau pengharum ruangan dan segera mengambil makanan sapi di gudang. Lalu mulai memberi makan sapi.

Belle mulai masuk ke kelas barunya, 1-D. Ia sekelas dengan Kira. Karena Belle anak kota, dia sering memamerkan barang-barang miliknya.
Suatu hari, ada murid baru dari kota. Kebetulan dia masuk ke kelas 1-D. Belle melirik anak itu. Namanya Sheryl. Sheryl sangat ramah, pintar dan cantik. Banyak anak yang bergaul dengan Sheryl karena keramahannya. Hampir setiap hari Minggu, Papa atau mamanya mengantarkan barang terbaru dari kota menggunakan helikopter pribadi. Maklum, Sheryl adalah anak konglomerat. Sedangkan Belle merupakan anak pengusaha, cukup terkenal sebenarnya. Belle sangat kesal karena ia tidak menjadi perhatian teman-temannya lagi.

Huh, Sheryl mencuri ‘posisi’-ku sebagai anak kota! Bahkan dia lebih kaya dari pada aku! Aku hanya dikirimi setiap dua bulan, Sheryl setiap hari Minggu. Sheryl juga diberi kamar khusus! Batin Belle kesal. Setelah tiga bulan menjadi perhatian, kini ia tersingkirkan.

Hari ini, Sheryl baru saja mendapatkan dua iPhone 7+ dari Papa dan Mamanya. Mata Belle melotot. Ia hitung, Sheryl sudah punya sepuluh iPhone 7+! Dan yang mencengangkan, Sheryl tidak keberatan android mahal itu ia pinjamkan ke teman-temannya!!

“Jane, kamu senang ya bisa pakai iPhone 7+ punya Sheryl?” tanya Belle yang sangat iri dengan Sheryl.
“Senang dong. iPhone ini sangat bagus!! Aku tahu kamu punya tiga, tapi kamu tak mau meminjamkannya padaku.” Jane menjelaskan.
Belle kaget. Yah, pokoknya aku harus punya dua puluh iPhone 7+ untuk menyaingi SHERYL!!!

Ia menelepon papanya. “Papa, belikan aku tujuh belas iPhone 7+ ya! Untuk kubagikan ke teman-temanku dengan kuis!”
“Baiklah! Tapi mungkin mengirimnya akan sedikit terlambat, ya,” jawab Papa.
“Cepat, Pa!!”
“Ya sudah, deh!”
Belle tersenyum senang.

Sudah dua minggu sejak Belle meminta tujuh belas iPhone 7+. Ia merengut. Kenapa tidak diantar-antar juga? Apalagi, barang yang diantar untuk Sheryl itu diantar langsung oleh kedua orangtuanya dengan helikopter pribadi milik keluarga.

Sheryl baru mendapat satu barang, yakni iWatch. Kalian pasti tahu, kan? Jam tangan bermerek Apple.
“Hei, Belle, Sheryl dapat iWatch loh! Kamu belum pernah punya, kan? Lihat yuk!” kabar Kira.
“Kamu nggak ngerti aku nggak suka sifat Sheryl?!!?”
Kira mengangguk sedikit ketakutan.

Tiba-tiba, ada panggilan pada Belle. Ia sangat senang. Mungkin, tujuh belas iPhone 7+ akan datang!
Rupanya, Belle dipanggil oleh Ibu Kepala Sekolah.
“Belle, kamu iri dengan Sheryl yang selalu diberi barang mewah oleh orangtuanya?” tanya Ibu Kepsek.
Belle mengangguk ragu-ragu. Aduh, tanda-tanda bahaya, nih. Semoga aja nggak dihukum.
“Begini, benda-benda yang dibawa Sheryl itu tidak pernah berjumlah satu bukan? Itu bukan karena Sheryl sok kaya, melainkan untuk dibagikan kepada teman-temannya.”
Belle terkejut. Jadi selama ini …
“Kau jangan menjadi anak yang suka iri! iPhone 7+ yang kamu pesan sudah Ibu bagikan.”

Belle menangis di hadapan Ibu Kepala Sekolah. Ia menutup matanya dengan kedua tangannya. Air matanya tak tertahan, mengalir di antara sela-sela. Ia menyesal atas perbuatannya yang sangat menyusahkan itu.

Cerpen Karangan: Maftuhatusyifa’
Blog: syifaslime.blogspot.com

Cerpen Kisah Si Tukang Iri merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Masihkah Ku Hidup Hari Ini?

Oleh:
Entah sebuah pengalaman atau pernyataan aku tak seberapa paham akan hal itu. Namun pada dasarnya aku sendiri merasakan kejadian aneh dalam hidupku. “Dejavu” istilah yang sering digunakan untuk menggambarkan

Thank You, Kezia

Oleh:
Best Friend. Yap. Itulah kata yang dapat menggambarkan persahabatanku dengan Kezia. Namanya, Kezia Sekar Agni. Dialah temanku, yang lebih tepat disebut Best Friend Forever (Bff). Bulan lalu, Bulan September,

Sepeda Kecilku

Oleh:
Hai, nama ku Octya Celline, kalian dapat memanggilku Selin atau Line. Sekarang aku berada di kelas X SMA Frater Don Bosco Banjarmasin. Dimasa SMP, sehari-harinya aku pergi ke sekolah

Ketika Si Tomboy Berkerudung

Oleh:
Ratu Anggitha Jovintha namanya. Biasa dipanggil Anggi (sekolah, teman seperumahan) atau Githa (keluarga). Dilihat dari namanya, kalian berpikir bahwa Anggi sosok yang Feminin, bukan? Jika berpikiran seperti itu, kalian

Kisah Beruang dan Lebah

Oleh:
Waktu di hutan lindung di amerika serikat, ada dua binatang yang selalu berteman bernama bee, lebah dan bear, beruang. Sifat bee adalah lebah yang suka usil dan bear adalah

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *