Kita Sahabatan

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Anak
Lolos moderasi pada: 17 April 2016

Namaku Kathy Merysca Citra. Umurku 11 tahun, aku sekolah di SD pelita 1 kelas 5. Di sekolah aku mempunyai sahabat sejati yaitu Shopie Intan Pertiwi dipanggil Shopie, Chira Mitshanti dipanggil Shanti, dan bunga Cahya Anami dipanggil Bunga. Merekalah yang menemani di saat aku sendiri. Pagi yang cerah ini adzan berkumandang, matahari sudah memunculkan dirinya. Jam 05.00 aku bangun dari tempat tidurku. Lalu aku langsung menyapa mami yang sedang memasak sarapan pagi untukku dan ayahku.

“Mom.. Good morning,” Sapa aku kepada mami.
“Morning.. Sayang,” Ucap mami. Lalu aku langsung masuk ke kamar mandi, habis mandi aku pakai baju seragam merah dan putih. Dan memakai jepit rambut. Sampai di meja makan. “Mom and Dad udah sarapan pagi yaa.. Tunggu yaa Dad,” Ujarku sambil duduk di kursi makan. Sehabis makan aku langsung pamit ke mom aku.
“Mom.. Aku pamit. Bye Mom aku pulang lebih lama yaa,” Ucapku sambil melambaikan tangan ke mom.
“Iya sayang” kata mom.

Aku berangkat dianterin ke sekolah sama pak Rusdi, sopir pribadiku. Dari dalam mobil sudah tertulis di papan. “SD pelita 1” aku turun dari mobil dan pamit ke pak Rusdi. Lalu aku langsung masuk ke kelasku. Di kelasku sudah banyak yang sudah datang. Saat aku mau meletakkan tas Shopie langsung nyamperin aku.
“Eh.. Kathy kok kamu baru dateng sih? Tumben,” Kata Shopie.
“Iya nih.. Tadi sopir pribadiku nganterin Tasya dulu. Jadi aku agak telat deh,” ucapku.
“Oh.” ucap Shopie. 10 menit kemudian. Bel masuk berbunyi. Semua anak-anak masuk ke kelasnya masing-masing. Wali kelasku ibu Melly.

“Selamat pagi anak-anak, sekarang keluarkan buku ips kerjakan hal 38 nomor 1-15.” ucap ibu Melly.
“Selamat pagi Ibu Melly,” Jawab murid serentak. Sampai bel istirahat aku mengumpulkan buku ips di meja ibu Melly. Lalu aku langsung turun ke kantin bersama Shopie, Shanti, dan Bunga. Di kantin aku bingung mau beli apa? Akhirnya aku memutuskan untuk membeli bakso komplit dengan es teh manis. Sahabatku juga ikut membeli bakso komplit itu dengan es teh manis. Saat aku mau mencari tempat duduk di kantin. Tiba-tiba ada seorang yang sengaja nabrak aku.

“Aduuhhh..” Kataku.
“Oops.. Sorry grup Meellya mau lewat,” kata Masya orang yang nabrak aku. Yaa aku tahu kalau grup Meellya itu anggotanya sombong-sombong.
“Lihat-lihat dong kalau jalan. Pake mata kalau jalan,” ucapku.
“Oke.. Oke.. Kathy yang cantik jangan terlalu banyak marah-marah dong,” ucap Sascha, anggota grup Meellya itu.
“Nanti cepat tua loh..” ucap Kaylla anggota grup itu juga. Mereka ngomong aku diem aja.

“Oke sekarang grup Meellya mau pergi dulu.. Bye,” ucap Masya.
“Sya.. Kita kan gak pantas ngomong sama mereka mereka itu,” ucap Kaylla.
Lalu mereka pergi. Aku dan sahabatku pergi mencari tempat duduk.
“Yang itu ajaa yaaa.” kata aku sambil menunjukkan kursi itu.
“Oke.” kata Shanti. 20 menit kemudian. Bel masuk istirahat berbunyi. Kami pun masuk ke kelas. Saat di kelas ibu Melly bilang.

“Anak-anak sekarang kalian semua boleh pulang. Karena Ibu mau rapat di sekolah lain. Jadi Ibu kasih pr aja yaa. Pr ipa hal 40 nomor 1-15.” ucap ibu Melly.
“Baik Ibu.” jawab kami serentak. Sesampainya di bawah.
“Shopie, Shanti, Bunga jadi kan ke rumah Shopie.” ucapku.
“Jadilah.” jawab Shopie. Sampailah aku dan sahabatku di rumah Shopie.
“Assalamualaikum.” ucap kami serentak.
“Waalaikumsalam. Eh.. Kathy, Shanti, bunga ayo masuk.” ucap bunda Shopie. Lalu aku masuk dan main di kamarnya Shopie. Tak terasa aku dan sahabatku main. Azan pun berkumandang.

“Tok.. Tok.. Tok..” Suara ketukan pintu dan ternyata itu bundanya Shopie.
“Shopie ajak sahabatmu salat jamaah di musala yaa,” Ucap bunda Shopie.
“Iya Bun.” ucap Shopie. Aku dan sahabatku wudu. Dan salat jamaah di musala rumahnya Shopie. Sehabis salat jamaah. Aku, Shanti, dan Bunga pamit kepada bunda Shopie.
“Bunda, aku pamit pulang yaa. Bun.. Besok besok aku main lagi.” ucapku bersama-sama.
“Iya.. Salam yaa buat orangtua kalian.” ucap bunda Shopie.
“Iya Bun nanti disampein.” kataku.
“Shopie kita pulang dulu yaa,” ucapku.
“Iya hati-hati yaa di jalan,” ucap Shopie.
Sampailah aku di rumahku. Aku langsung ke kamarku dan ku letakkan tas di meja belajarku.

“Kak Kathy,” ucap adikku, Tasya.
“Iya dek.. Kenapa?” ucapku.
“Ehmm.. Minta uang dong kak,” kata adikku.
“Oh.. Kamu tuh yaa ngagetin kakak aja sih,” ucap ku sambil mengambil uang dari saku celanaku dan ku kasih 5000 ke Tasya. “Makasih kakakku yang baik,” kata Tasya sambil lari ke pintu.
Jam menunjukkan jam 16.00. Waktunya mandi. Abis mandi aku langsung makan. Dan bertemu dengan mamiku yang cuantikk.
“Momm.. Makan dong,” ucapku.
“Oke sayang,” Ucap mom.
Sehabis makan aku belajar. Dan tidur.

Keesokan harinya aku bangun dan melihat jam. Dan ternyata udah jam 6 pagi. Kalian sudah tahu kan apa jawabanku.
“Aku telat!” Langsung aku mandi dan makan dan bertemu dengan mom and dad. Sesampainya di sekolah..
“Terlambat lagi yaa Kat?” ucap Shanti.
“Iya nih aku bangun jam 6.” ucapku.
“Oh..” ucap Shanti. Tiba-tiba ada yang nabrak aku lagi. Ya pasti grup Meellya. Brrukk. Aku dan Bunga terjatuh.

“Eh.. Lihat-lihat dong kalau jalan..” Ucap Bunga.
“Oops.. Maaf Bunga.” ucap Kaylla.
“Eh.. Grup Meellya lagi. Yaaa.” ucapku.
“Iya.. Emang kenapa?” ucap Masya.
“Kamu tuh sengaja ya. Nabrak kita?” ucapku.
“Ehmm.. Gak tuh,” kata Masya sambil senyam-senyum gitu ke Kaylla dan Sascha.
“Halah.. Udahlah,” kataku. Bel pun berbunyi. Aku masuk kelas. Bel pulang berbunyi. Aku langsung pulang ke rumah. Sampai di rumah.

“Assalamualaikum,” ucap seseorang dari pintu.
“Waalaikumsalam.” ucapku. Saat ku buka pintu ternyata itu grup Meellya.
“Ada apa kalian datang ke sini?” ucapku.
“Ehmm.. Aku mau ngomong aja.” ucap Masya.
“Ya udah silakan masuk,” ucapku.
“Makasih ya.” ucap Masya.
Lalu aku pura-pura mau ngambil makanan, tapi aku menuju ke kamarku. Aku langsung menghubungi sahabatku.

“Halo.. Shopie. Tolong kamu dateng ke rumahku yaaa.. Dan juga ajak Shanti dan Bunga..Cepat yaa,” ucapku.
“Oke..Oke.” ucap Shopie singkat. Saat aku kembali ke ruang tamu mereka lagi ngobrol-ngobrol.
“Assalamualaikum.” ucap seseorang dari pintu.
“Waalaikumsalam.” jawabku. Itu ternyata sahabatku.

“Masya, Kaylla, Sascha ada apa kalian datang ke sini?” ucapku.
“Ehmm.. Jadi gini kita dateng ke sini mau minta maaf ke kalian karena kita sudah beberapa kali ganggu kalian. Dan kita ini iri sama Kathy dan Shopie karena kamu peringkat 1 dan Shopie peringkat 2,” ucap Masya sebagai ketua grup itu. “Yaa.. Allah.” ucap Shanti.
“Eh.. Masya begitu aja jadi masalah.” ucap Shopie yang mulai sewot.
“Oke.. Oke kita maafin kalian kok.” ucapku.
“Makasih ya Kathy, Shanti, Bunga, Shopie.” ucap mereka serentak.
“Ehmm.. Sekarang kita sahabatan kan?” ucapku.
“Iya dong.” ucap mereka serentak.
Semenjak itu grup Meellya gak ada.. dan diganti dengan grup ffseven. Yang anggotanya aku, Shanti, Bunga, Shopie, Masya, Kaylla, Sascha.

Cerpen Karangan: Ardha Febri Andini
Blog: ArdhaFa.blogspot.com
Hai guys namaku Ardha Febri andini, sekolah di SDN pegangsaan dua 05 pagi Kelas 5a hobiku menulis. Maaf ya kalau cerpennya jelek karena aku masih dalam tahap belajar.

Cerpen Kita Sahabatan merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Selalu Kompak!

Oleh:
Aku dan kak sony saudara kembarku selalu kompak! itulah yang selalu orang lain katakan padaku dan kak sony, sehingga pernah terjadi kekompakan yang paling berkesan buat kita berdua. Gini

Bunga Mawar Dan Rumput Liar

Oleh:
“Hai, Mawar selamat pagi? Ceria sekali kamu hari ini?” sapa merpati yang hinggap di salah satu batang daun pohon jambu dekat bunga Mawar. “Kau rupanya Merpati, tentu saja aku

Prestasi Utama, Jujur Penting

Oleh:
Siapa sih, warga SDN Daun Asri tidak mengenal siswa yang bernama DAVID? David, siswa kelas V-A ini sungguh sangat terkenal di sekolahnya. Bukan karena prestasi, melainkan sifat-sifat negatifnya. Pemalas,

Peri Gigi

Oleh:
Kata orang-orang peri gigi itu beneran adanya. Kenapa? Karena suatu hari gigi Belinda copot, Belinda sangat kesal sekali, rasanya sakit dan perih. Malah giginya berdarah. Belinda menangis, tapi untungnya

Sang Pembual

Oleh:
Ada anak baru di Sekolah Hewan. Dia adalah kuda, namanya Gorald. Surainya panjang dan berwarna cokelat terang. Warna tubuhnya kuning keemasan. Semula tidak banyak yang mendekati Gorald. Namun pulang

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *