Kucing Kesayangan Isabel

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Anak
Lolos moderasi pada: 3 March 2019

Isabella Anastasta itulah namaku. Aku kerap disapa Isabel. Nama bundaku adalah Ilena Anastasya. Nama ayahku Ilyasa Ramadhani. Aku juga punya kucing kesayangan. Ia bernama Prety. Prety itu kucing anggora yang berbulu putih menggemaskan.

Siang ini, aku bermain bersama Prety. Kami main bola. Saat sedang asyik asyiknya bermain bersama prety, tiba tiba bunda memanggilku.
“Isabel sayang, ayo makan siang dulu!”
“Iya bun! Bentar!” ucapku.
Aku pun berlalu meninggalkan prety sendirian di ruang keluarga. Lalu menuju meja makan.

Di meja makan, Aku pun makan dengan lahap. Selesai makan, aku pun teringat prety. Aku segera ke ruang keluarga. Tetapi, sesampainya di sana, apa yang kulihat? Prety menghilang. Aku pun panik setengah mati. Aku juga mencarinya ke sana kemari. Sampai ku bertanya pada kucing tetangga sebelah. Tidak masuk akal bukan? Aku pun mulai menyerah. Aku juga mengurung diri di kamar berhari hari. Untung saat hilangnya prety Aku sedang libur panjang.

“Isabel, ayo turun ke mari nak!” panggil bunda tiba tiba.
“Ya bun!” jawabku serak sembari menghapus air mata ini.

Sesampainya di ruang keluarga, aku kaget bercampur gembira. Di sana, kulihat Gea menggendong prety. Aku pun segera mengambil dan menggendongnya. Lalu aku pun duduk dengan hati senang. Aku juga diceritakan saat Gea, temanku itu melewati jembatan, ia melihat prety sedang mengais sampah di kolongnya. Gea pun segera bertindak mengambil prety lalu membawanya ke sini. Aku pun manggut manggut mendengarnya.

Setelah selesai ceritanya, aku pun berucap, “Terimakasih ya Ge!”
“Ya, sama sama Isabel!” jawabnya.
Lalu Gea pun berpamitan dan pulang. Saat Gea sudah pulang, Aku pun segera memandikan prety dan memberi makan. Saat memberi makan, aku berjanji tidak akan meninggalkan prety sendiri lagi. Agar tidak hilang seperti kejadian ini. Supaya aku dapat selalu bermain denganmu, Prety.

Cerpen Karangan: Zahra Rizqy C.H

Cerpen Kucing Kesayangan Isabel merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Tersenyumlah Kawan

Oleh:
Tak pernah kulihat wajahnya tersenyum. Atau pun tertawa. Apa beban hidupnya terlalu berat? Tertawalah kawan. Rara. Gadis yang selalu ku ingin beri 1000 pertanyaan sekaligus. Kenapa ia tak pernah

Mysteri of Dark Shadow

Oleh:
Teeetttt!! Bel panjang pertanda pulang sekolah, telah berdering. Anak-anak segera pulang karna saat itu hujan mulai turun rintik-rintik. Fiyan dan Roni ingin sekali pergi bermain di lapangan setelah pulang

Nadtan Forever

Oleh:
Pada hari minggu pagi, Nadrah sedang berjalan-jalan keliling kompleks rumahnya menggunakan sepedanya. Nadrah berhenti di depan rumah yang dulu kosong itu. Sekarang rumah itu berpenghuni. “Siapa ya, yang menempati

Lukisan Dida

Oleh:
Sejak berusia sepuluh tahun, Dida mempunyai keahlian melukis yang sangat hebat. Sudah beberapa kali ia mendapatkan hadiah dari beberapa lomba lukis di Jakarta dan kota-kota besar lainnya di Indonesia,

Pianis Pesimis

Oleh:
Rara itulah namaku, sekarang aku duduk di kelas 8, hobiku bermain piano dan juga membuat cerita cerita fiksi. Ceritanya berawal dari piano baruku yang diberikan oleh orang tuaku saat

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *